Wawancara Eksklusif

Rudy Gunawan Buktikan Garut Tidak Lagi Tertinggal, Bakal Jadi Daerah Tujuan Wisata

Selain Pak Prabowo yang mengusung saya dua kali, saya kira banyak yang mendorong karier saya. Di antaranya Pak Ginanjar Jakarta Hospital, Pak Nugraha

Tribun Jabar
Bupati Garut, Rudy Gunawan 

DI BAWAH kepemimpinan Rudy Gunawan, Kabupaten Garut tumbuh dengan pesat. Pandemi Covid-19 memang membuat pelaksanaan beberapa proyek sedikit tersendat, namun tak berarti berhenti. Meski dihadapkan  pada situasi yang sulit, Rudy optimistis ke depan Kabupaten Garut akan semakin berkembang. Berikut petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Sidqi Al Ghifari dengan Bupati Rudy Gunawan di pendopo Kabupaten Garut, belum lama ini. 

Bagaimana Anda memandang Kabupaten Garut saat ini?

Sebelum tahun 2015 Kabupaten Garut adalah daerah tertinggal di Jawa Barat, infrastruktur tidak memungkinkan dan lain hal tapi sekarang sudah banyak berubah ada kenaikan per kapita. Kita ada industri sekarang yang berorientasi ekspor, seperti pabrik sepatu, pabrik rambut palsu, bulu mata palsu dan lain-lain, harapannya untuk kesejahteraan dan kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Garut.

Apa yang Anda bayangkan tentang Kabupaten Garut ke depan?

Ke depan Garut akan menjadi daerah tujuan wisata, karena ada akses tol yang melewati. Kota Garut juga ada kereta api, juga objek wisata dan hotel berbintang tumbuh dengan pesat, Garut akan menjadi kawasan industri terbatas yang berorientasi ekspor.

Bupati Garut, Rudy Gunawan
Bupati Garut, Rudy Gunawan (dokumentasi Rudy Gunawan)

Ada pertanian, perkebunan, pariwisata apa yang bisa dioptimalkan dari sejumlah sektor tersebut?

Semuanya bisa dioptimalkan dari mulai sektor pertanian yang hari ini menjadi sumber pendapatan masyarakat, 38 persen PDRB dari sektor pertanian. Sektor pariwisata juga akan berkembang dengan adanya kawasan wisata vulkanik Gunung Papandayan dan Talagabodas serta kawasan pemandian Cipanas, Situ Bagendit dan ada juga desa wisata yang tersebar di seluruh Kecamatan di Garut.

Bisa disebutkan apa saja keunggulan dari Kabupaten Garut?

Daya tarik pariwisata di Garut yang saat ini menjadi keunggulan, kemudian oleh-oleh khas Garut juga, ada kerajinan kulit, kuliner khas Garut juga macam-macam, termasuk letak geografis Garut yang membuat wisatawan ketagihan untuk datang ke Garut, pantas jika Garut disebut dengan Swiss van Java.

Baca juga: Semula Eman Suherman Pegang Rp 5 Ribu untuk Beli Nasi Padang di Garut, Kini Punya Rp 100 Juta Lebih

Mengenai penanganan Covid-19, bagaimana situasi terkini pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut?

Alhamdulillah situasi saat ini di Garut khususnya banyak yang sembuh. Kita kemarin sempat memasuki level empat lagi karena angka kematian tinggi. Kita juga mengapresiasi tenaga kesehatan dan seluruh satgas Covid-19 yang tidak kenal lelah berjuang bersama menangani pandemi ini.

Bagaimana evaluasi terhadap PPKM Darurat?

Terakhir kami masuk ke level empat karena jumlah kematian banyak, di level empat ini kita coba tekankan lagi pengetatan terutama di lokasi lokasi rawan kerumunan. Kita juga lakukan rekayasa jalan ganjil dan genap hanya wilayah Ahmad Yani saja. Saya berharap masyarakat bisa patuh pada prokes mari bersama-sama tangani pandemi ini.

Bagaimana dengan pembagian sembako untuk warga terdampak?

Pembagian sembako ini juga kita dibantu oleh TNI dan Polri, mereka mendata langsung ke tingkat RT, sehingga bisa tepat sasaran. Disamping itu juga kita turunkan bantuan untuk PKL nominalnya 250 ribu rupiah per orang, itu sudah kita salurkan juga. Kemudian untuk para karyawan hotel yang terdampak dan mereka ini ternyata gajinya tidak full selama pandemi ini.

Baca juga: KSM Al Falah Garut Ubah Sampah Menjadi Abu untuk Dibuat Paving Block, Berharap Ada Mesin Pencacah

Bagaimana dengan vaksinasi, sudah sejauh mana, apa kendalanya?

Saat ini kami membutuhkan vaksin sekitar 500 ribu dosis per bulan untuk mencapai herd immunity, kita juga sudah siapkan 1,3 ribu vaksinator. Kalau kita mau mencapai herd immunity akhir Desember, maka kita memerlukan kurang lebih ya kalau Sabtu-Minggu tidak melakukan vaksinasi, ya waktunya hanya 20 hari maka satu bulan itu minimal 500 ribu vaksin kan ada 2 kali jadi 3,6 juta ya. Sementara yang sudah divaksin saat ini berjumlah 300 ribu orang lebih dengan target 1,8 juta orang. Kendalanya adalah kita saat ini kekurangan dosis vaksin, dosisnya belum dikirim lagi.

Rudy Gunawan saat meninjau suatu proyek di Garut
Rudy Gunawan saat meninjau suatu proyek di Garut (TribunJabar)

Apa upaya-upaya lain yang sedang dan terus dilakukan ?

Kami kemarin launching program Proklamasi yaitu Program Khusus Layanan Masa Isolasi, itu nantinya warga yang terpapar Covid-19 akan dijemput langsung oleh anggota TNI dan Polri, kemudian dibawa ke tempat isoterm (isolasi terpadu) atas inisiasi dan pemikiran orisinil dari Bapak Kapolres Garut sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19.

Beliau mempunyai satu pemikiran dan ini juga diterima oleh semua Satgas, adanya penekanan terhadap isolasi mandiri dihubungkan dengan sekarang kita memperingati hari proklamasi dengan akronim proklamasi yaitu bagaimana kita melakukan langkah-langkah untuk menjadikan isolasi mandiri yang lebih berkualitas. Kemudian melakukan testing, pemerintah pusat mengimbau kita untuk bisa melakukan testing terhadap lima ribu orang, lalu kita juga melakukan pelatihan testing terhadap anggota TNI dan Polri juga Satgas Covid-19 per kecamatan. *

Rudy Gunawan
Rudy Gunawan (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
464 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved