Itu Teteh, Mah, Bi! Itu Teteh! Qyara Jadi Pembawa Bendera Pusaka di Istana Merdeka

"Dia enggak malu bantu kami yang pekerjaan sehari-harinya jualan beras. Malahan sering angkut antar beras ke konsumen, ngambil tagihan juga"

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Qyara Maharani Putri pembawa bendera pusaka dalam upacara penurunan bendera di Istana Merdeka 17 Agustus 2021 

SUASANA haru menyelimuti kediaman Qyara Maharani Putri (17) saat nonton bareng penurunan Bendera Pusaka Merah Putih di Istana Merdeka, Selasa (17/8). Qyara mendapat tugas penting, menajadi petugas pembawa bendera.

Ibunda Qyara terus menangis yang menonton detik-detik Qyara melakukan tugasnya. Terlebih saat wajah Qyara muncul untuk pertama kalinya di layar televisi.

Adik Qyra, Syahra Raissa bahkan tak bisa menahan untuk tak berteriak.

"Itu Teteh, Mah, Bi! Itu Teteh!" teriak Syahra sambil menunjuk layar televisi.

Keluarga Qyara di Garut menyaksikan melalui televisi upacara penurunan bendera pusaka 17 Agustus 2021
Keluarga Qyara di Garut menyaksikan melalui televisi upacara penurunan bendera pusaka 17 Agustus 2021 (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Sore itu pun menjadi menjadi sore yang khidmat di kediaman Qyra di Perum Oma Indah, Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Suasana bahkan smpat terasa hening saat Qyra mulai meniti tangga untuk menyerahkan Bendera Pusaka kepada Presiden Joko Widodo. Begitu pula saat selangkah demi selangkah Qyra menuruni anak tangga dengan pandangan mata yang terus tertuju ke depan.

"Alhamdulillahirabbilalamin," ujar seisi rumah begitu Qyra berhasil menuruni anak tangga.

Baca juga: Hanna Marlina Putri Jadi Paskibraka Jabar, Lalu Bercita-cita Jadi Polisi, Namun Kini Jadi Model

"Kami hanya bisa nangis dan berdoa supaya dia bisa melaksanakan tugasnya dengan

lancar, saya sama sekali tidak menyangka," ujar Rosanty, ibunda Qyra.

Rosanty mengatakan bahwa anaknya itu adalah anak yang baik dan rendah hati. Qyra, ujar Rosanty, juga bercita-cita menjadi tentara.

Baca juga: Siswi SMKN 2 Subang, Tari Mulyanah Ciptakan Alat Perangkap Serangga, Pestisidanya Hanya Bawang Putih

"Pernah suatu ketika  kami waktu itu sedang nganter neneknya ke rumah sakit AngkatanUdara, dia bilang ke Abi (ayah), 'aku mau dong jadi dokter kayak gitu tapi masih pakai loreng ABRI', katanya," ujar Rosanty.

Ia mengaku tak bisa menggambarkan dengan kata-kata tentang kebanggaannya melihat anaknya menjadi petugas pembawa bendera.

Qyara Maharani Putri pembawa bendera pusaka dalam upacara penurunan bendera di Istana Merdeka 17 Agustus 2021
Qyara Maharani Putri pembawa bendera pusaka dalam upacara penurunan bendera di Istana Merdeka 17 Agustus 2021 (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

"Sudah enggak bisa diungkapkan lagi. Speechless. Semoga semangatnya bisa menular," ujarnya.

Qyara, kata Rosanty, adalah anak rumahan yang setiap harinya membantu pekerjaan orangtua berjualan beras.

"Dia enggak malu bantu kami yang pekerjaan sehari-harinya jualan beras. Malahan sering angkut antar beras ke konsumen, ngambil tagihan juga," ujarnya.

Semangat Qyra

Perjalanan siswi SMAN 1 Garut, kelahiran Jakarta, 18 Desember 2004, itu menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka bukan perjalanan yang mudah. Qyra harus menjalani seleksi mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi dengan penuh dengan perjuangan.

Bahkan saat seleksi di tingkat kabupaten, ia sempat terjatuh saat sedang berlari.

Qyara Maharani Putri
Qyara Maharani Putri (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

"Pernah juga pas seleksi di tingkat provinsi, sepatunya itu jebol dan kakinya keseleo. Tapi, spiritnya itu. Dia tidak pernah ngeluh dan selalu

bilang, 'enggak apa-apa, kok, aku bisa'," ungkap Syofyano, ayahanda Qyara.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
466 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved