Arum Rumaesih Bahagia Ketika Bisa Membantu Orang Lain, Mendapat Banyak Pelajaran dari Youth Summit

Ada rasa bahagia ketika bisa bantu orang lain dibandingkan berdiam diri dan berprestasi untuk diri sendiri, namun enggak ada dampaknya bagi siapa pun

uinsgd.ac.id
Arum Rumaesih, mahasiswi ilmu politik UIN SGD 

NAMA Arum Rumaesih (21) sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD)Bandung. Mahasiswi semester 5 Jurusan Ilmu Politik itu aktif di berbagai kegiatan.

Ia menjadi Ketua Umum Inspirator Indonesia Bandung dan sebagai delegasi Istanbul Youth Summit (IYS) 2021. Dalam program IYS, Arum masuk 16 delegasi Indonesia dan bersama delegasi dari berbagai negara berdiskusi tentang mempersiapkan pemimpin untuk menghadapi masa krisis di masa pandemi Covid-19.

"Di sana, kami memecahkan masalah, bagaimana memimpin di masa pandemi. Kami diberi masalah dan mencari solusinya," ucap Arum saat dihubungi, Sabtu (14/8/2021).

Arum Rumaesih, Ketua Umum Inspirator Indonesia Bandung
Arum Rumaesih, Ketua Umum Inspirator Indonesia Bandung (dokumentasi Arum Rumaesih)

Hasilnya, ia dan tim mendapatkan penghargaan sebagai pemapar terbaik di ISY 2021.

Sekembali di Tanah Air, Arum pun mengimplementasikan solusi mereka. "Kami membuka ruang bicara bagi orang yang berkonsultasi ketika menghadapi masa pandemi atau menjadi konselor," ujar Arum.

Ia juga membantu anak-anak sekolah di Kalimantan, memasang lukisan mereka di pakaian.

Baca juga: Hanna Marlina Putri Jadi Paskibraka Jabar, Lalu Bercita-cita Jadi Polisi, Namun Kini Jadi Model

Hasil lukisan sablon pakaian itu pun dijual dan dikembalikan untuk pelajar-pelajar di sana untuk uang sekolah.                                   

Pengalaman mengikuti IYS membuat Arum semakin termotivasi untuk berkembang. "Arum bisa mengikuti langkah yang mereka lakukan dan bisa semakin berkembang setelah bertemu dengan orang yang luar biasa," katanya.

Perempuan kelahiran Bandung, 15 Maret 2000, ini pun mengikuti kegiatan serupa di Tanah Air dan masuk 200 besar peserta Indonesia Youth Summit yang digelar secara online.

Baca juga: Raja Inggris Lulus SBMPTN dan Berkuliah di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Sosoknya Pun Viral

Sebagai Ketua Umum Inspirator Indonesia Bandung, Arum senang bisa aktif berorganisasi dan berkontribusi untuk orang lain.

"Ada rasa bahagia ketika bisa bantu orang lain dibandingkan berdiam diri dan berprestasi untuk diri sendiri, namun enggak ada dampaknya bagi siapa pun," ujarnya.

Arum Rumaesih mewakili Indonesia di Youth Summit, Turki
Arum Rumaesih mewakili Indonesia di Youth Summit, Turki (dokumentasi Arum Rumaesih)

Di kampusnya, Arum juga aktif menjadi anggota Pramuka. Ia mengatakan Pramuka sudah melekat dengannya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hal yang paling disukainya soal Pramuka adalah ketika lebih dekat dengan alam karena menjadi sebuah self healing.

"Ketika beraktivitas di alam, saya langsung merasa terkoneksi dengan diri sendiri karena membuat hati tenteram," ujarnya. *

Baca juga: Kebun Stroberi Roy Beromzet Puluhan Juta Sebulan, Membangun Usaha dari Obrolan di Warung Kopi

Mengajar Hingga ke Pelosok

ARUM berpegang pada moto, “semua kehidupan itu harus bernilai dengan ibadah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang baik akhlaknya dan bermanfaat bagi orang lain".

Ketua Umum Inspirator Indonesia Bandung itu mengatakan sedang berkolaborasi dengan Sukabumi, mengajar 19 hari, 10-29 Agustus 2021.

Baca juga: Dede Ahmad Rajin Baca Buku Sejarah Perjuangan Bangsa, Lulusan SMK Ini Menjadi Juru Pelihara GIM

"Arum dan tim berangkat ke Desa Cilengkrang di Sukabumi, untuk mengajar anak-anak. Lokasinya itu ada di daerah pelosok gunung," katanya.

Ia menceritakan betapa memprihatinkannya pendidikan di desa yang jauh dari perkotaan.

Di desa tersebut, ucapnya, ada sekolah yang berisi 1 kepala sekolah, 1 guru, dan 16 siswa. Satu-satunya guru yang biasanya mengajar ini sudah menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sehingga tidak mengajar lagi di sekolah tersebut.

Baca juga: Rixy Julian Rahmat Tidak Tamat SMK Tapi Mampu Ciptakan Kendaraan Listrik yang Banyak Dipesan

Di Desa Cilengkrang, terdapat 57 keluarga dan mereka bekerja di ladang sehingga anak-anak mereka tidak pernah belajar ke sekolah. Untuk sekolah daring, ucap Arum, anak-anak di sana terbentur dengan keterbatasan sinyal dan gadget.

Arum Rumaesih (kiri) dalam kegiatan sosial bersama anak-anak
Arum Rumaesih (kiri) dalam kegiatan sosial bersama anak-anak (dokumentasi Arum Rumaesih)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
462 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved