Wakil Presiden Sebut Ada Orang yang Ingin Lakukan Pengacauan

Saya kira berita itu menjadi sesuatu yang sangat mengecewakan. Sebenarnya berita itu belum pasti, tapi sudah dilansir.

Setwapres
Ma'ruf Amin 

SUDAH lebih dari 1,5 tahun pandemi Covid-19 terus melanda Tanah Air. Namun masih ada kelompok masyarakat  bahkan tokoh agama yang tidak mempercayai keberadaan virus korona.  Dalam wawancara  eksklusif  dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Kamis (12/8), Presiden'>Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin  menyebut adanya pihak yang sengaja ingin mengacau. Berikut petikan wawancara selengkapnya.

Banyak kalangan, termasuk di antaranya tokoh-tokoh agama, masih tak bersedia menggunakan masker dan menolak divaksin karena tak percaya dengan keberadaan Covid-19. Bagaimana menurut Bapak?

Covid-19 itu bukan hanya tanggung jawab kenegaraan dan kebangsaan, tapi juga keagamaan. Sebab menjaga jiwa atau diri dari wabah ini wajib, maka saya menggunakan istilah penanganan Covid-19 itu masalah agama sesuai syariat, dalam upaya melakukan perlindungan pada masyarakat, ini tanggungjawab ulama. Saya tanyakan, mana masyarakat yang masih tidak percaya. Masih ada, sedikit, dan itu  digarap. Buktinya sekarang mereka minta divaksin di mana-mana. Sampai di daerah kurang vaksin, seluruh daerah menyatakan masih minta vaksin. Pemerintah terus menyiapkan vaksin supaya mereka bisa divaksin sampai akhir 2021. Ini akhir 2021 (diharapkan vaksinasi) ini selesai.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin (Tribunnews)

Apa yang menjadi kendala?

Vaksinnya ini sudah kita siapkan, masyarakat juga sudah siap, tapi kecepatan memvaksin ini juga jadi masalah yang kita hadapi. Ini bukan masalah gampang memvaksin sekian banyak masyarakat dengan daerah yang terpisah-pisah.

Hal lain, beredar hoaks di masyarakat, seperti orang yang dirawat di rumah sakit justru meninggal,  yang disuntikkan rumah sakit ke masyarakat itu racun, vaksin itu sesuatu yang bisa mengganggu tubuh

Baca juga: Bupati Majalengka Karna Sobahi Membentuk Tim Khusus di Bawah Komandonya untuk Tangani Pandemi

Memang, karena ada orang yang ingin coba melakukan pengacauan. Di setiap masa pasti ada. Kalaupun bukan isu Covid-19, ya isu lain, agar membuat tidak percaya kepada pemerintah. Nah sekarang ini masalah Covid-19 dan kesulitan ekonomi yang dijadikan isu yang di-blow up terus.

Kelompok-kelompok ini memang yang pada dasarnya tidak suka dengan pemerintah. Ini yang terus kita lakukan, klarifikasi, edukasi. Saya bertemu dengan tujuh gubernur di Jawa dan Bali, saya minta kalau di daerah masih ada kelompok tersebut, supaya dilakukan pendekatan dengan baik, dirangkul, didekati secara humanis, diberi pengertian sehingga dia bisa kembali.

Ini terus dilakukan. Kita tidak bosan-bosan karena kita beranggapan bahwa kelompok ini akan terus ada. Hanya sekarang memperoleh momentum karena ada medsos. Jadi ada sarananya untuk membuat kegaduhan.

Baca juga: Hamid Awaluddin: Penyebar Berita Bohong Sumbangan Rp 2 Triliun Bisa Dipidanakan.Lecehkan Daya Nalar

Adanya gelombang kedua Covid-19, pemerintah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali, tapi muncul fenomena bendera putih, apakah kita perlu memberi kelonggaran?

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved