Awalnya Senang Bagikan Bakso ke Tetangga, Giyanti Sukses Jalankan Bisnis Bakso Pacitan

saya bawa nama kota asal saya biar nggak lupa. Pacitan juga nama kota dari Pak SBY, saya berharap Pak SBY bisa coba makan bakso di sini

TribunJabar/Putri Puspita
Giyanti pemilik Baso Pacita Bu Is membawa menu favorit, bakso balung sumsum yang banyak dipesan 

TEMPAT tersembunyi yang menghadirkan makanan enak atau tempat yang instagramable sedang hits di masa pandemi.  Salah satu hidden gems yang bisa Anda kunjungi adalah Baso Pacitan Bu Is.

Bagi para pencinta bakso, nama Baso Pacitan Bu Is tentunya sudah tidak asing untuk dikunjungi.  Namun untuk lokasinya memang butuh usaha untuk mencapainya karena lokasinya cukup jauh dari Kota Bandung.

Berada di perumahan  Bumi Parahyangan Kencana, Blok F5 No 23, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung,  warung Baso Pacitan Bu Is ini tampak sederhana seperti warung bakso pada umumnya.

Giyanti (kiri) dan suaminya tengah membuat dan mengolah bakso di Warung Baso Pacitan Bu Is,  Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung
Giyanti (kiri) dan suaminya tengah membuat dan mengolah bakso di Warung Baso Pacitan Bu Is, Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Senyum ramah terpancar dari wajah pemilik usaha Bakso Pacitan Bu Is, Giyanti ketika ditemui di warung bakso nya.  Ia menceritakan proses perjalanan membuka usaha bakso yang telah dijalaninya 13 tahun lamanya.

"Dulu itu bapak (suami)  kerja di perhotelan bagian kitchen dan dia punya menu sendiri sehingga rasa bumbu racik sendiri, nggak sama dengan bakso biasanyabiasanya," ujar Giyanti,  kepada Tribun.

Baca juga: Omzet Warung Sate Milik H Eet Sunarya Rp 20 Juta Sehari, Ia Selalu Menyediakan Daging Kambing Muda

Sebelum memulai berjualan bakso, Giyanti mencoba berbagai macam usaha di antaranya warung sembako dan roti bakar.

Pada saat itu, Giyanti justru memulai usaha bakso karena senang memberikan bakso buatannya kepada para tetangga.

Bakso kikil dan yamin manis di warung Baso Pacitan Bu Is
Bakso kikil dan yamin manis di warung Baso Pacitan Bu Is (TribunJabar/Putri Puspita)

"Nggak kepikiran akan jualan bakso, tapi tetangga bilang daripada bagi-bagi bakso terus mendingan jual. Malah tetangga lebih antusias," ucapnya.

Ia pun memberanikan diri untuk memulai usahanya hanya dengan bermodalkan 2 kursi dan 1 meja. Bakso yang terjual pun hanya  2 sampai 4 mangkuk pada saat awal berjualan.

Baca juga: Melalui Youtube Magdalena Fridawati Membantu Para Pelaku Kuliner UMKM Melewati Pandemi Covid-19

Namun berkat kesabaran akan usahanya, Giyanti pun berhasil mengembangkan usahanya dengan merenovasi tempatnya jadi lebih luas.  

"Alhamdulillah semuanya dibuat dari nol, nggak instan," ucapnya.

Nama Pacitan sebagai usaha baksonya ini diceritakan Giyanti berasal dari kota kelahirannya.

Baca juga: Kesuksesan Bisnis Galih Ruslan Berawal dari Garasi Kosong, Permintaan Jajanan Tradisional Meningkat

 "Saya asli Pacitan, saya bawa nama kota asal saya biar nggak lupa. Pacitan juga nama kota dari Pak SBY, saya berharap Pak SBY bisa coba makan bakso di sini," ujarnya.

Menu favorit di warung Baso Pacitan Bu Is, bakso balung sumsum
Menu favorit di warung Baso Pacitan Bu Is, bakso balung sumsum (TribunJabar/Putri Puspita)

Adanya pandemi memang membuat usaha bakso milik Giyanti harus mengalami perbedaan.  Jika sebelumnya banyak pengunjung dari Kota Bandung datang untuk menikmati baksonya secara langsung di lokasi, kini tidak bisa lagi.

"Ngaruh banget nggak boleh makan di lokasi soalnya pembeli lebih senang makan di tempat dan bakso itu kurang enak kalau dibungkus," ucapnya.

Baca juga: Natalia Sunanto Dulu Bikin Dapur Berantakan, Kini Usaha Kue Cokelatnya Berjaya

Ia pun mengakui jika terkadang ada pengunjung jauh yang sudah datang namun harus ditolak untuk makan di lokasi.

Dampak yang ia rasakan akibat adanya aturan ini adalah pembeli harus berkurang setengahnya. "Biasanya bisa menjual hingga 200 mangkok sehari, sekarang ya paling setengahnya," ucapnya.

Bakso kikil dan yamin manis di warung Baso Pacitan Bu Is
Bakso kikil dan yamin manis di warung Baso Pacitan Bu Is (TribunJabar/Putri Puspita)

Saat ini Giyanti  dibantu oleh anak yang sebelumnya bekerja di hotel berbintang untuk mengembangkan usaha baksonya.  Dijual dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 15.000-30.000, Bakso Pacitan Bu Is buka sejak pukul 10.00-20.00. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved