Yusuf Bachtiar, Sosok Si Kancil yang Tak Tergantikan di Pasukan Maung Bandung

Yusuf kemudian memutuskan bergabung dengan Persikab Kabupaten Bandung. Sedianya, Persikab akan menjadi klub terakhirnya sebelum gantung sepatu

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Yusuf Bachtiar 

SI Kancil, Yusuf Bachtiar, akan selalu berada di hati para bobotoh. Pada Medio 1980 hingga 2000-an awal, penampilan playmaker Persib ini selalu dinanti. Pada masa jayanya, Persib seperti bulan Persib tanpa kehadiran pemain kelahiran Bandung 12 Juli 1978 ini.

Mengawali karier sepakbola dari POR UNI hingga Diklat Ragunan, Yusuf muda mengembangkan skill-nya dengan menjadi binaan Persib Bandung. Berstatus pemain binaan Persib Bandung, ia memilih mengembangkan bakat sepak bolanya dengan mengikuti kompetisi Galatama dengan memperkuat tim Perkesa '78 Sidoarjo.

Setelah merasa matang dan mempunyai pengetahuan dan jam terbang yang cukup tinggi, Yusuf kembali memperkuat tim Persib Bandung dengan status pinjaman.

Yusuf Bachtiar
Yusuf Bachtiar (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Bersama Herry Kiswanto dari Kramayudha Tiga Berlian, Yusuf berseragam Persib Bandung untuk mengisi posisi gelandang dalam gelaran turnamen Pesta Sukan Brunei Darussalam II/1986. Yusuf, yang sudah memiliki pengalaman dan skill, tidak lagi canggung dengan para pemain senior Persib lain.

Hal ini ia tunjukan ketika dirinya berhasil menyumbangkan gol untuk Persib Bandung ketika berhadapan dengan tim nasional Malaysia di partai puncak. Gol semata wayangnya tersebut membuat Persib memenangkan laga tersebut dan membawa Persib juara.

Baca juga: Kala Muda, Asep Dayat Menjadi Pemain Persib yang Direkrut PSSI Primavera dan Belajar di Italia

Juara turnamen Sukan Brunei Darussalam II/1986 menjadi trofi pertama Yusuf bersama Pangeran Biru. Setelah dilepas Perkesa '78, Yusuf menjadi pemain Persib Bandung yang berstatus penuh. Yusuf berkontribusi besar mempersembahkan gelar juara Kompetisi Divisi Utama untuk Persib Bandung dalam gelaran Perserikatan 1989/1990, 1993/1994 dan Liga Indonesia (LI) I 1994/1995.

Dalam rentang waktu 10 tahun (1987-1996), Yusuf menjadi pemain yang tak tergantikan sebagai playmaker Persib dan menjadi sosok yang diidolakan oleh bobotoh.

Baca juga: Ajat Sudrajat, Striker Persib Paling Flamboyan, Ikon Maung Bandung yang Kini Melatih SSB

Yusuf kemudian memutuskan bergabung dengan Persikab Kabupaten Bandung. Sedianya, Persikab akan menjadi klub terakhirnya sebelum gantung sepatu.

Pelatih Persib U-21, Yusuf Bachtiar saat diawawancarai wartawan
Pelatih Persib U-21, Yusuf Bachtiar saat diawawancarai wartawan (Tribun Jabar)

Namun, pelatih Indra Thohir, kemudian memanggil kembali Yusuf di gelaran Liga Indonesia 2001. Keputusan Indra Thohir ini sempat mengundang keheranan bobotoh. Bagaimana pun, ketika itu Yusuf sudah tak lagi muda. Usianya sudah 39 tahun, dan tentu saja tak lagi sebagus 10 tahun sebelumnya.

Namun keraguan itu dijawab Yusuf dengan mencetak gol ke gawang Jakarta FC (Persijatim Jakarta Timur) pada 8 Juli 2001. Gol Yusuf melengkapi gol Yaris Riyadi dan Abe Abdillah yang mengantarkan Persib menang dengan skor 3-2. Gol itu membuatnya menjadi pemain Persib tertua yang pernah mencetak gol.

Baca juga: Boy Jati Asmara, Sosok Petarung dan Petualang Sejati yang Disukai Bobotoh Persib

Persib yang cukup gemilang pada masa itu dengan lolos 8 besar di yang berlangsung di Medan. Saat itu, Persib hanya mengandalkan pemain-pemain lokal.

Persib juga finis di urutan ketiga di klasemen Wilayah Barat setelah memenangkan 15 laga, seri dalam dua laga, dan kalah di sembilan laga.

Yusuf Bachtiar
Yusuf Bachtiar (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Di babak delapan besar, Persib berada satu grup dengan PSMS Medan, Persebaya Surabaya, dan Barito Putera.  Sayang Maung Bandung gagal ke semifinal setelah kalah 0-1 dari Persebaya di pertandingan penentuan.

Baca juga: Dadang Hidayat, Pemain yang Berawal dan Berakhir di Persib, Pillih Pensiun Dini Demi Regenerasi

Setelah pensiun sebagai pemain, waktunya lebih banyak dihabiskan di Perum Listrik Negara (PLN) hingga pensiun. Yusuf juga menghabiskan harinya untuk mengelola Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dulu membesarkannya, UNI Bandung. Ia juga dipercaya untuk turut andil di Persib Bandung Junior dan Persib U-20. (Tribun Jabar/Fakhri Fadlurrohman)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved