Kebun Stroberi Roy Beromzet Puluhan Juta Sebulan, Membangun Usaha dari Obrolan di Warung Kopi

"Es krim 200 cup per hari keluar. Sudah ada yang nampung. Di tempat kami, pelanggan juga bisa memetik langsung stroberi, Rp 80 ribu per kilo".

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Roy Yudistira sedang memetik stroberi di kebunnya, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat 

BERAWAL dari obrolan santai di sebuah kedai kopi, Roy Yudistira'>Muhammad Roy Yudistira (44), sukses berbisnis. Memanfaatkan lahan tidur, pria asal Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ini sukses bertani stroberi. Kini, penghasilannya sudah puluhan juta rupiah sebulan.

Ditemui di lahan pertaniannya di Lembang, Rabu (11/8), Roy bercerita, kegiatannya menanam stroberi baru ia lakukan tiga bulan lalu. Lahannya adalah lahan tidur di sekitar kedai tempatnya biasa nongkrong sambil menyeruput kopi.

"Idenya bahkan berasal dari sana, dari obrolan saya dan teman-teman di kedai ngopi saat membicarakan pertanian dan pemanfaatan lahan tidur," ujarnya.

Roy Yudistira memetik stroberi di Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Roy Yudistira memetik stroberi di Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Singkat cerita, Roy pun pun akhirnya memutuskan untuk mencoba merealisasikan pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian seperti yang ia dan teman-temannya obrolkan di warung kopi.

"Saya dan teman mencoba menanam stroberi. Kami memulainya tiga bulan lalu," ujarnya.

Saat pertama, menurut Roy, ia dan temannya menanam 3.200-an bibit di lahan tidur yang cuma seluas 25 tumbak atau 350 meter persegi. Modal awalnya Rp 20 juta.

Baca juga: Pemuda Cimanggung Mengedukasi Para Petani Kopi, Petani Terkejut Saat Minum Kopi Hasil Kebun Sendiri

Tidak disangka, bibit stroberi yang mereka tanam ternyata tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah stroberi yang bagus sehingga memiliki harga jual yang tinggi.

"Waktu itu dijual lewat teman. Karena ketika itu 'kan baru coba-coba. Pas awal-awal itu omzet saya hanya sekitar Rp 300 ribu per hari," katanya.

Merasa bertani stroberi sangat menguntungkan, Roy pun semakin serius menekuni pertaniannya itu. "Seiring berjalannya waktu, permintaan pasar juga kian meningkat," ucapnya.

Baca juga: Mahasiswi Cantik Ini Tak Malu Jualan Sale Pisang, Turun ke Kebun Mengambil Bahan Baku

Roy mengatakan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sama sekali tak mempengaruhi bisnisnya. Hasil pertaniannya selalu habis diserap pasar.

"Namun, saya belum dapat memenuhi permintaan konsumen. Dari 100 persen permintaan, saya baru sanggup memenuhi sekitar 10 persen pasokan stroberi," ucap Roy.

Agar permintaan pelanggan bisa dipenuhi, Roy pun bekerjasama dengan petani lainnya. Ia juga mengajak teman-temannya untuk mengambil hasil panen stroberi dari petani lain.

Baca juga: Jemari Shandra Lincah Memetik Kopi Boehoen Nagarawangi, Pemudi Itu Jalani Program Petani Milenial

"Kami enggak bisa memenuhi permintaan kalau hanya dari lahan sendiri," katanya.

Peningkatan bisnis buah stroberi itu, menurut Roy, otomatis berdampak terhadap peningkatan omzet. Jika pada awal merintis, omzetnya hanya Rp 300 per hari, maka sekarang ini omzet yang didapat bisa mencapai puluhan juta per bulan.

Roy juga mengembangkan bisnisnya dengan membuat produk olahan stroberin seperti es krim dan jus yang sudah memiliki konsumen tetap.

Baca juga: Aipda Nono Heryadi Gagas Pemanfaatan Pekarangan Rumah Warga untuk Pertanian Keluarga

"Es krim 200 cup per hari keluar. Sudah ada yang nampung. Di tempat kami, pelanggan juga bisa memetik langsung stroberi, Rp 80 ribu per kilo," ujarnya.

Kualitas stroberi dari kebun yang mereka kelola, menurut Roy, bahkan sudah menarik minat perusahaan pupuk asal Norwegia untuk menjadi sponsor. Stroberi dari kebunnya juga sudah dipromosikan ke luar negeri.

Stroberi dari kebun Roy  memang memiliki banyak keunggulan. Selain bentuknya yang besar-besar dengan warna merahnya yang segar, rasa stroberi dari kebun Roy juga sangat manis.

Baca juga: Lili Supriatna, Guru SMKN 1 Cipaku Ciamis, Tanam & Kembangkan Bayam Brazil yang Berkhasiat

Meski produknya sudah dipromosikan di luar negeri, Roy mengaku belum merambah pasar luar negeri.

"Kami masih fokus memenuhi pasar lokal di Bandung Raya hingga wilayah Jawa Tengah," ujarnya. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
457 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved