Bupati Majalengka Karna Sobahi Membentuk Tim Khusus di Bawah Komandonya untuk Tangani Pandemi

“Makanya, ada penganekaragaman jadi nanti ketika ditanam ada beberapa tanaman palawija. Di samping beras, ya ada ubi-ubian sebagai pengganti beras"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

BUPATI Majalengka Karna Sobahi sempat menjadi sorotan menyusul rencananya memotong gaji para aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk membantu penanganan pandemi Covid-19. Menyusul ramainya pemberitaan, pemotongan gaji pun akhirnya dibatalkan. Namun, tak menyurutkan semangat Bupati untuk mengajak serta para ASN ikut berperan dalam penanganan Covid. Untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial para ASN, ia membentuk tim khusus yang langsung ia dan wakil bupati komandoi. Berikut petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Eki Yulianto dengan Bupati Karna Sobahi, belum lama ini. Sebagian lainnya, disajikan secara lengkap dalam Liputan Khusus di halaman 7.

Kasus harian Covid-19 di Majalengka sempat kembali naik, beberapa waktu lalu. Apa yang dilakukan Pemkab Majalengka untuk mengatasi hal itu?

Ya, sama seperti di daerah lain. Di Majalengka pun kasusnya sempat naik. Namun, seiring pemberlakuan pembatasankegiatan nasyarakat (PPKM), perlahan kasusnya sudah mulai menurun, yang jelas kami terus berupaya agar pandemi ini bisa segera berakhir.

Konkretnya seperti apa?

Kami terus berupaya untuk menangani mereka yang positif Covid-19, juga menangani mereka yang terdampak oleh pandemi ini, termasuk saat penerapan PPKM Darurat.

Karna Sobahi
Karna Sobahi (Humas Pemkab Majalengka)

Bisa lebih spesifik, misalnya untuk mereka yang terdampak?

Kami sudah membentuk tim khusus yang difokuskan untuk menangani pandemi Covid-19 ini. Saya sudah mengimbau kepada para ASN dalam menghadapi dampak Covid-19 ini untuk memiliki kepedulian sosial. Makanya sekarang Pak Sekda sudah membentuk tim pengampu yang langsung dikomandoi oleh bupati di kelompok satu dan wakil bupati di kelompok dua. Membawahi kecamatan dan kepala OPD, kabid, kabag. Supaya mereka fokus mengurus di kecamatan masing-masing.

Langkah kerjanya seperti apa?

Selain pencegahan, tim juga melakukan penanganan terhadap mereka yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Wabup Majalengka, Tarsono D Mardiana Ungkap Rahasianya Pulih Kembali dari Dua Kali Positif Covid-19

Bisa lebih jelas, seperti apa?

Ya, seperti saya ini, bupati misalnya memegang Kecamatan Cigasong, Maja dan Argapura. LO (liaison officer/petugas penghubung)-nya Kepala Bappenda, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, serta Kepala Dinas Parbud. Nah, apa yang akan dilakukan para pengampu dengan LO bersama camat? Adalah mengurus kecamatan itu, pengendalian Covid-19 di masyarakat.

Fungsi lainnya?

Kedua, dampaknya. Silakan apa yang akan diperbuat. Dari mana anggarannya? Dari yang bersangkutan. Dari Bupati, dari kepala Bapenda. Silakan butuh sembako berapa. Saya tidak tertarik dengan yang formal, seperti akan dipotong gaji. Tidak, tidak begitu. Tapi lebih kepada mendorong para kepala OPD, ASN, guru untuk memperhatikan lingkungannya. Begitu cara yang kami tempuh. Karena kalau memotong gaji itu, menyalahi aturan.

Bupati Majalengka saat memberikan beasiswa kepada murid peserta program JKK dan JKM
Bupati Majalengka saat memberikan beasiswa kepada murid peserta program JKK dan JKM (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Seperti apa perhatian terhadap mereka yang positif Covid-19?

Mendapat penanganan yang tepat. Termasuk yang terdampak. Warga yang meninggal akibat Covid-19 pun kami perhatikan. Misalnya, sekarang di Kecamatan Cigasong, Maja, dan Argapura berapa orang yang terkonfirmasi, berapa orang yang diisolasi. Dibantu itu, kehidupannya. Mereka yang dirawat, yang meninggal dunia, dibantu itu, begitu caranya. (*)

Baca juga: Puluhan Tahun Berbisnis Ternak, Haji Omo Jual Sapi Si Bima Asal Majalengka Rp 75 Juta

Ubah Imej Majalengka sebagai Daerah Pensiunan

Bupati Majalengka, Karna Sobahi memastikan daerahnya memiliki berbagai potensi yang belum tentu ada di daerah lain. Karna yang merupakan putra daerah, memahami betul potensi tersebut.

"Karena saya asli Majalengka, lahir, hidup, pendidikan dan dibesarkan di Majalengka, termasuk awal dari jadi guru, kepada bidang, kepala dinas hingga jadi wakil dan sekarang jadi Bupati, jadi saya paham betul kekuatan dan kelemahan, potensi, peluang dan tantangan yang dihadapi Majalengka," ujarnya.

Menurut Karna, potensi pertama dengan peluang usaha yang menjanjikan adalah pertanian. Sekurangnya ada 65 persen warga Majalengka yang berprofesi sebagai petani. Selebihnya berdagang dan sisanya ASN atau pegawai.

Baca juga: Idar, Perajin Peti Mati di Majalengka, Mengaku Sedih Setiap Kali Banyak Pesanan dari Rumah Sakit

"Dari sana lah titik perhatian kita terhadap pertanian. Bagaimana Majalengka dengan keterbatasan lahan yang setiap hari terkikis oleh industri itu harus ada upaya yang maksimal dari kepala daerah agar pertanian terus berkembang," ujarnya.

Bupati Majalengka Karna Sobahi dalam kunjungan kerjanya ke salah satu institusi di Majalengka
Bupati Majalengka Karna Sobahi dalam kunjungan kerjanya ke salah satu institusi di Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
454 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved