Aep Saepudin, Sosok Penyandang Difabel yang Kreatif di Tengah Pandemi, Membuat Berbagai Kerajinan

"Mungkin belum rapi. Tapi, saya terus belajar, mencoba membuat lagi. Intinya, jangan menyerah. Terus berusaha"

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Aep Saepudin mengerjakan miniatur kapal pesiar di kediamannya di Kampung Sukamaju, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (4/8/2021). 

BERAGAM kesulitan di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Aep Saepudin (40). Penyandang difabel, warga Kampung Sukamaju, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, itu terus berkarya. Mulai dari membuat sangkar burung cantik hingga miniatur kapal pesiar yang rumit.

Aep mengaku, semangat untuk membuat berbagai jenis kerajinan itu muncul justru karena keterbatasan dirinya. Dengan terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis, ia bisa mandiri. Bisa menghidupi diri dan keluarganya tanpa mengandalkan belas kasihan dari orang lain.

Asep bercerita, kedua kakinya mengalami kelumpuhan permanen setelah terjatuh dari ayunan saat usianya masih dua tahun.

Aep Saepudin mengerjakan miniatur kapal pesiar di Kampung Sukamaju, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (4/8).
Aep Saepudin mengerjakan miniatur kapal pesiar di Kampung Sukamaju, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (4/8). (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

"Kata orang tua saya begitu. Jatuh dari ayunan membuat saya tidak bisa berjalan lagi, saraf-sarafnya sudah tidak berfungsi," kata Aep saat ditemui di kediamannya, Rabu(4/8).

Agar bisa ke sana-kemari, Aep mengandalkan dua bilah tongkat sebagai alat bantu jalan. Meski langkahnya agak lambat, Aep selalu bersemangat. Aep juga menyenangkan dan murah senyum.

Baca juga: Di Tangan Jaelani Limbah Kabel Jadi Miniatur Mobil, Motor, Hingga Kereta Api dengan Stasiunnya

Pada awalnya, kata Aep, ia kerap minder dengan kondisinya. "Namun perlahan rasa minder itu hilang. Saya bertekad untuk terus berkarya, tak mau mengandalkan belas kasihan dari orang lain," ungkapnya.

Aep mengaku, ia memang memiliki hobi berkreasi sejak dulu. Mulai dari membuat layang- layang, membuat kandang ayam dan sangkar burung yang cantik. Meski belum banyak menghasilkan, Aep mengaku optimistis bahwa usaha yang ia rintis itu akan berkembang apabila ditekuni secara serius.

Baca juga: Tekun Membuat Miniatur Kapal Laut dari Kayu, Toto Rizaldi Banjir Pesanan di Masa Pandemi

"Bagi saya, keluarga adalah sumber inspirasi untuk terus berjuang. Saya pun memiliki cita-cita ingin mengajak teman-teman sesama difable dalam usaha yang saya lakoni ini," tutur Aep.

Aep mengatakan, sangkar burung adalah kerajinan pertamanya yang menghasilkan uang.

"Itu tahun 2011-an. Tapi, semenjak adanya pandemi Covid-19 ini saya mulai membuat kerajinan lain seperti miniatur kapal pinisi, dudukan lampu, dan lainya," kata Aep.

Baca juga: Selama Belajar di Rumah Syamsul Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Membuat Miniatur Truk

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved