Wawancara Eksklusif

Kepala BWWS Citarum, Anang Muchlis Kejar Target Pembangunan Sambil Tangani Covid-19

ada Satgas Bencana Banjir BBWS Citarum, itu stand by 24 jam, yang mana didampingi Satgas tersebut, diatur penjadwal dan siapa saja yang bertugas

Tribun Jabar/Syarif Abdussalam
Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlas 

DI tengah pandemi Covid-19, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum tetap harus menjalankan tugasnya, termasuk pengerjaan program-program strategis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. BBWS Citarum pun harus melakukan tugas tambahan, yakni penanganan Covid-19 di lingkungan kerjanya. Lantas bagaimanakah upaya BBWS Citarum sebagai bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melaksanakan tugas pokoknya seputar Sungai Citarum sampai penanganan Covid-19? Berikut wawancara khusus jurnalis Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam, dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Ir. Anang Muchlis Sp. PSDA., belum lama ini.

Bagaimanakah upaya BBWS Citarum untuk tetap produktif mengejar target pembangunan di DAS Citarum di tengah pandemi?

Sesuai dengan instruksi dari Menteri PUPR, bahwa kita harus tetap produktif, sekaligus mengantisipasi penyebaran Covid-19, juga menangani karyawan atau keluarga yang terpapar Covid-19. Jadi meskipun kita sekarang sedang kencang-kencangnya melakukan pembangunan, kita tetap diminta untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19.

Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlas
Kepala BBWS Citarum, Anang Muchlas (Tribun Jabar/Syarif Abdussalam)

Bagaimana upaya penanganan Covid-19 di BBWS Citarum?

Disampaikan oleh Menteri PUPR, kita segera melakukan vaksinasi, baik kepada keluarga, maupun kepada karyawan PUPR yang di wilayah Provinsi Jawa Barat. Di sini (Bandung), karyawan PUPR yang akan kita vaksinasi, yang mendaftar ada kurang lebih 2.277 orang, di Cirebon 417 orang, dan di Banjar 131 orang. Sebanyak 626 orang sudah divaksin pada 27 Juli 2021, dan 578 orang pada 28 Juli 2021. Kegiatan ini pun terus berjalan. Secara keseluruhan, total ada 4.595 orang peserta vaksinasi pegawai PUPR, termasuk pegawai purnabakti, dan keluarga pegawai di wilayah Jawa Barat termasuk Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Namun demikian, banyak juga yang telah mendapat vaksinasi lebih dulu.'

Baca juga: Pesanan Perahu Melimpah Saat Banjir, Karun & Salim Gantungkan Hidupnya dari Citarum

Bagaimanakah penanganan pegawai yang terpapar Covid-19?

Pegawai yang terpapar untuk gejala ringan untuk wilayah Jawa Barat, kami juga menyediakan kamar untuk isolasi mandiri. Juga untuk keluarganya yang terpapar Covid-18. Kita juga menyediakan tenaga kesehatan dalam rangka untuk memantau karyawan-karyawan yang terpapar tersebut, sampai dengan sekarang ada kurang lebih lima orang yang masuk di kamar isoman tersebut, yang masih dalam perawatan. Pusat isolasi tersebut terletak di Asrama Pusbangkom JPW di Jalan Abdul Hamid di Kota Bandung dengan kapasitas 8 tempat tidur, dan Asrama B di Jalan Abdul Hamid dengan kapasitas 62 tempat tidur. Kemudian Asrama Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV Bandung di Jalan Jawa dengan kapasitas 76 tempat tidur.

Selama PSBB dan PPKM sekalipun, aktivitas bidang konstruksi tidak pernah dibatasi, walau harus melakukan protokol kesehatan. Apakah penyebaran Covid-19 ini mengganggu?

Tugas kita selain membangun, kita harus mewaspadai Covid-19. Jadi pelaksanaan pembangunan tetap berjalan seperti biasa, namun harus dilakukan dalam melaksanakan tugas pembangunan adalah harus melaksanakan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, seperti yang sudah seringkali disampaikan yaitu jaga jarak, memakai masker, memakai sabun saat cuci tangan, menghindari keramaian, dan mengurangi mobilisasi, itu sudah kita laksanakan dengan baik, yang akan ditingkatan terus di kantor dan lapangan.

Baca juga: Nanang Menekuni Bisnis Perahu Eretan, Bukan Sekadar Menyeberangkan Penumpang di Sungai Citarum

Bagaimanakah penerapan pembatasan kerja di kantor?

Sesuai dengan arahan pemerintah kepada kami, BBWS Citarum melaksanakan 75 persen WFH, jadi 25 persen yang masuk kantor, itu berjalan sekarang. Jadi pimpinan semuanya masuk, pejabat masuk, untuk staf dilakukan giliran sesuai dengan kebutuhan bekerja setiap hari.

Satgas Citarum Harum kembali menabur bakteri mikroba berjenis MR-08 di Sungai Citarum
Satgas Citarum Harum kembali menabur bakteri mikroba berjenis MR-08 di Sungai Citarum (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

Pekerjaan apa sajakah yang dilaksanakan BBWS Citarum di tengah pandemi ini?

Banyak kegiatan yang kita lakukan tahun ini, untuk kegiatan-kegiatan cukup besar, yang di daerah Dayeuhkolot ada pembangunan kolam retensi Andir serta polder-polder yang ada di situ, akhir tahun ini harus selesai. Yang kedua ada pembangunan Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang, yang progres kurang lebih 50 persen. Sedangkan di bagian bawah ada kegiatan-kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi yang ada sistem Jatiluhur yang sekarang terus berjalan.

Baca juga: Edelweiss Rawa di Rancaupas, Kabupaten Bandung. Hanya Boleh Dilihat, Tidak Boleh Dipetik

Bagaimanakah persiapan BBWS Citarum menghadapi potensi banjir saat musim hujan?

Seperti biasanya untuk kegiatan-kegiatan dalam rangka menghadapi musim hujan dan bencana banjir, ada Satgas Bencana Banjir BBWS Citarum, itu stand by 24 jam, yang mana didampingi Satgas tersebut, diatur penjadwal dan siapa saja yang bertugas setiap hari. Di saat musim penghujan ada beberapa sumber daya yang kita punya, peralatan seperti pompa air dan juga material-material banjiran seperti bronjong, karung pasir, dan lain-lain setiap saat itu bisa dikirim ke lokasi banjir jika terjadi bencana banjir. (Tribun Jabar/M Syarif Abussalam)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved