Erry Erlangga, Seniman Penyandang Disabilitas yang Pantang Menyerah, Ciptakan Gitar Bambu Nusantara

"Pembuatan gitar ini cukup rumit karena harus memperhatikan berbagai estetika dan kekuatan serta keawetannya"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Erry Erlangga 

SURATAN hidup setiap manusia memang sudah digariskan berbeda. Adakalanya sebagian orang hidup nyaman dengan kondisi yang nyaris seperti tanpa cela, namun sebagian yang lain ada pula yang harus berjuang hidup demi mencari sesuap nasi dengan kondisi fisik yang tidak seperti yang lainnya.

Akan tetapi hal itu bukan menjadi alasan bagi yang kurang beruntung untuk menyerah dan pasrah. Alih-alih, segala kekurangan fisik ini bisa dijadikan sebagai motivasi untuk berkarya dan menjadikan kita sebagai sosok yang memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang hidup normal.

Hal inilah yang menjadi sebuah motivasi bagi seorang Erry Erlangga agar bisa menjadi seorang manusia yang memiliki kelebihan di balik kekurangan fisiknya sebagai seorang penyandang disabilitas.

Erry Erlangga bersama rekan-rekan seniman
Erry Erlangga (kedua dari kanan) bersama rekan-rekan seniman (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Di balik segala kekurangannya, sosok yang dikenal dengan nama panggung sebagai Erry Blind, mampu melahirkan berbagai karya yang menggagumkan. Karya yang berhasil ditorehkan adalah dari menjadi pencipta lagu handal, penyanyi, hingga sebagai krerator berbagai merchandise, dan alat musik yang mengagumkan.

Pembaca tentu mengetahui sebuah lagu manis yang berjudul “Mata Hati” yang menjadi soundtrack sebuah program televisi swasta.

Lagu tersebut adalah hasil karya Erry Blind yang ditulisnya dan sekaligus ia nyanyikan sendiri. Ia pun dikenal pernah menulis beberapa lagu bagi artis lain. Namun untuk menjadi sukses seperti itu, Erry pun harus melalui berbagai lika-liku kehidupan dan perjalanan yang jauh dari manis di awal kariernya.

Baca juga: Mural Hitam Putih Karya Seniman Misterius Ini Mempesona di Kala.Borasi

“Semua berawal ketika saya merantau ke Jakarta beberapa tahun silam,” ujar Erry dalam wawancara Program Kimi Show di Javaretro Suites and Hotel, Jumat (30/7/2021).

Ketika itu, sekitar 2004 akhir, Erry merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dengan berbekal keterampilan bernyanyi dan bermusik. Meski kondisi mata tak melihat dan satu kakinya lumpuh, Erry yang kemana-mana harus menggunakan tongkat, pantang  menyerah dengan kondisi hidup yang dianggapnya sebagai tantangan di tengah cobaan berat yang harus ia alami.

Di Jakarta, Erry memang memulai segalanya dengan menjadi seorang pengamen ke berbagai tempat. Namun di sela  pekerjaannya menjadi pengamen, Erry masih sempat membuat beberapa karya lagu dan mengirimkan demo lagu-lagunya ke beberapa label rekaman.

Baca juga: Trisna Batara, Seniman Sketsa Bandung, yang Karyanya Terkenal di Kalangan Tokoh Politik dan Artis

Untung tak dapat ditolak, label rekaman ternama, Nagaswara, tertarik dengan lagu-lagu Erry yang kemudian mengontrak Erry.

"Saya dikontrak dua album oleh Nagaswara," ujar pria kelahiran 31 Desember 1973.

Erry Erlangga (kiri) bersama wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia P
Erry Erlangga (kiri) bersama wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia P (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Pada 2010, seorang kawan mengabarkan ada program televisi swasta yang membuat program berjudul "Orang Pinggiran" dan Erry pun dianjurkan mengirimkan beberapa contoh lagu untuk menjadi soundtrack program itu.

Selain Erry, beberapa artis dan penulis lagu lainpun turut meramaikan persaingan agar karya mereka bisa diterima oleh pihak televisi.

Baca juga: Sara Fajira Ingin Punya Pengalaman Berkolaborasi, Gabungkan Musik Tradisional dan Modern

Singkatnya, ternyata lagu Erry yang berjudul “Mata Hati” mampu lolos dalam proses seleksi dan kemudian menjadi soundtrack di acara tersebut. Menurut Erry, lagu itu menceritakan kisah perjalanan hidupnya sendiri.

"Sejak saat  itulah, lagu “Mata Hati” dikenal masyarakat luas," katanya.

Sejak saat itu, Erry pun dikenal sebagai penulis dan pencipta lagu handal. Sejumlah lagunya bahkan diadopsi oleh penyanyi lain seperti T2 (Jangan Lebay) dan Firman (Separuh Hati).

Ditipu Rekan Sendiri

PANDEMI berkepanjangan membuat banyak bidang kehidupan tergores dan tak mampu bertahan. Hal ini pun dialami oleh Erry Erlangga. Suami dari Diah Nurhayati Ningsih, mengaku bahwa kondisi pandemi membuat dia dan rekan-rekannya harus berjuang bertahan hidup dalam kondisi tertekan.

Baca juga: Penyanyi Muda Asal Kota Bandung, Icha Nisa, Siapkan Sekuel

Ketika Erry tahun lalu baru saja membuat yayasan untuk menghimpun para penyandang difabel untuk berkarya dan berkreasi, ia kemudian dihadapkan dengan kondisi pandemi yang membuatnya harus bertahan hidup.

Hal itu dimanfaatkan oleh seorang kawannya untuk membujuk Erry mengeluarkan sejumlah uang agar ia bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam upayanya mempertahankan kelangsungan hidup bersama rekan-rekan difabel di yayasan itu.

Erry Erlangga
Erry Erlangga (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
441 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved