Persib Bandung

Boy Jati Asmara, Sosok Petarung dan Petualang Sejati yang Disukai Bobotoh Persib

Jiwa petualang Boy benar-benar terbukti ketika memutuskan untuk mengambil tawaran dari Persipura Jayapura pada musim 2004.

Tribun Jabar/Ferdyan Adhi Nugraha
Boy Jati Asmara 

PERSIB Bandung terkenal dengan gaya permainan yang cantik dan elegan. Para pemainnya pun memiliki karakter yang lebih stylish, mengandalkan teknik ketimbang fisik. Namun pada setiap generasi selalu muncul pemain yang memiliki karakter ngotot, bengal, petarung, dan lebih mengandalkan fisik. Salah satunya, Boy Jati Asmara.

Boy lahir di Bandung, 3 Januari 1983. Dia memulai pendidikan sepak bolanya SSB UNI. Jiwa petarung dan petualangnya pun sudah muncul sejak junior.

Dia bahkan sudah melanglangbuana ke sejumlah klub seperti Persijatim Jakarta Timur dan Persikabo Kabupaten Bogor di usia yang bahkan belum 20 tahun. Hal ini pula yang membuatnya dilirik oleh pelatih Timnas U-19.

Boy Jati Asmara
Boy Jati Asmara (Tribun Jabar/Ferdyan Adhi Nugraha)

Berkat keberaniannya itu, karakter sebagai seorang petarung pun mulai terbentuk. Tawaran dari berbagai klub untuk menggunakan jasa Boy mulai bermunculan berkat permainannya.

Hingga pada Liga Indonesia ke-8 di tahun 2002, Boy kembali ke klub yang sangat dicintainya, Persib. Di tim asuhan Deny Syamsudin waktu itu Boy jarang sekali mendapat kesempatan bermain.

Baca juga: Bobotoh Tidak Akan Lupa Gol Sutiono Lamso ke Gawang Petrokimia, Kini Jadi Pelatih di Beberapa SSB

Hal ini membuat Boy akhirnya memutuskan keluar dari Persib pada musim 2003. Dia kembali ke Persijatim untuk nantinya bisa kembali ke Persib dengan kemampuan dan mental yang lebih siap.

Jiwa petualang Boy benar-benar terbukti ketika memutuskan untuk mengambil tawaran dari Persipura Jayapura pada musim 2004. Di tim berjuluk Mutiara Hitam itu, Boy tampil cukup apik. Meskipun Persipura di musim tersebut nyaris degradasi.

Memasuki musim 2005, Boy yang merasa kondisinya sudah jauh lebih baik dari pada periode pertamanya membela Pangeran Biru akhirnya kembali ke Persib. Pelatih Persib saat itu, Indra M Thohir memanggil Boy untuk pulang dengan harapan mampu menjadi juru gedor utama.

Di tim Persib saat itu, Boy bertandem dengan striker asing asal Kamerun, Ekene Ikenwa. Duet ini sanggup membawa kengerian bagi pemain bertahan lawan karena gaya permainan yang sangat ngotot.

Baca juga: Dadang Hidayat, Pemain yang Berawal dan Berakhir di Persib, Pillih Pensiun Dini Demi Regenerasi

Bobotoh pun langsung menyukai gaya permainan Boy yang tak kenal lelah untuk terus berlari sepanjang pertandingan. Postur tubuh yang tak terlalu tinggi tidak menjadi halangan baginya untuk berduel dengan bek-bek tangguh di Liga Indonesia.

Selain menjadi pemain inti, Boy menyumbangkan 7 gol bagi Persib di musim itu. Dia berada di posisi kedua sebagai top skor Persib di bawah Ekene Ikenwa dengan 13 gol.

Baca juga: Pernah Jadi Idola bahkan Ikon Persib, Pernah Pula Dicaci Maki, Eka Ramdani Kini Fokus Keluarga

Baru semusim kembali membela Persib, Boy memutuskan hijrah ke PSMS Medan. Di sana, Boy menjadi pemain yang sangat diandalkan. Bahkan dia membawa PSMS menembus babak final Liga Indonesia musim 2007 sebelum akhirnya dikandaskan Sriwijaya FC.

Boy Jati Asmara
Boy Jati Asmara (TribunJabar)

Sejak membela PSMS, Boy berkelana ke sejumlah klub seperti Deltra Sidoarjo, Persitara Jakarta Utara, Mitra Kukar, Arema Indonesia, Persijap Jepara, dan Persepam Madura United.

Baca juga: Momen Tidak Terlupakan Saat Melawan Persija di Stadion Siliwangi 2006, Abo Jadi Pahlawan Persib

Di tahun 2016, perjalanan Boy sebagai pesepak bola profesional berakhir. Dia memutuskan untuk pensiun dan kini fokus menjadi pelatih di sekolah Sepak Bola (SSB) UNI. (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved