Persib Bandung

Ajat Sudrajat, Striker Persib Paling Flamboyan, Ikon Maung Bandung yang Kini Melatih SSB

“Saya sangat bangga bisa bermain dengan Persib dan membawa Persib juara pada tahun 1980-1990-an, baik di tingkat nasional maupun internasional"

Tribun Jabar/Fakhri Fadlurrohman
Ajat Sudrajat 

TAK ada bobotoh yang tak mengenal Ajat Sudrajat. Ia menjadi pemain Persib paling flamboyan sepanjang masa. Sundulannya aduhai.

Lahir di Bandung, 5 Juli 1962. Ajat menjadi sosok yang sangat dihormati para bobotoh, bahkan hingga saat ini. Bersamanya, Persib menjadi juara Perserikatan. Ia juga membawa Tim Nasional Indonesia menjuarai Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darusalam.

Ditemui di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, beberapa waktu lalu, Ajat bercerita tentang saat pertama ia bergabung di Persib. Itu tahun 1979. Ajat masih remaja, masih berusia 17 tahunan, dan hanya berbekal pengetahuan bola dari Sekolah Sepak Bola (SSB) SSB Saswco di Bandung.

Ajat Sudrajat
Ajat Sudrajat (Tribun Jabar/Fakhri Fadlurrohman)

“Tahun 1979 itu Persib dalam keadaan hampir degradasi. Berbekal semangat membara demi kecintaan kepada klub kesayangan warga Bandung ini, kami berjuang untuk mengangkat nama Persib ke persepakbolaan Tanah Air,” kata Ajat.

Perjuangan Persib hingga menjadi tim yang sangat disegani di Tanah Air, cerita Ajat, adalah perjalanan yang panjang. Tak jarang, ia dan pemain Persib yang lain, ketika itu, bertanding dari kampung ke kampung.

Baca juga: Boy Jati Asmara, Sosok Petarung dan Petualang Sejati yang Disukai Bobotoh Persib

“Waktu masih di divisi bawah itu kan Persib tidak jarang bertanding dari kampung ke kampung. Hingga sampai tahun 1980-1981-an Persib akhirnya bisa bermain di divisi satu,” ujarnya.

Ajat boleh berbangga karena menjadi salah seorang punggawa Persib yang membawa tim ini menjuarai berbagai kompetisi bergengsi pada tahun 1980-1990-an.

Baca juga: Bobotoh Tidak Akan Lupa Gol Sutiono Lamso ke Gawang Petrokimia, Kini Jadi Pelatih di Beberapa SSB

“Saya sangat bangga bisa bermain dengan Persib dan membawa Persib juara pada tahun 1980-1990-an, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya membawa Persib juara di Perserikatan pada tahun 1986 dan 1989-1990," ujarnya.

Pada masanya, Ajat dikenal sebagai penyerang yang tajam. Pada tahun 1983 ia menjadi top scorer dengan koleksi delapan gol. Pada tahun 1985, pemain yang mendapat julukan "Arab" itu mengoleksi 16 gol, yang sebagian besar tercipta leat sundulannya.

Ajat Sudrajat saat melatih SSB di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung
Ajat Sudrajat saat melatih SSB di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung (Tribun Jabar/Fakhri Fadlurrohman)

Ajat mengaku, saat awal bergabung, posisi sebenarnya adsalah pemain sayap. Namun pada tahun 1980, Persib, yang kala itu dilatih oleh pelatih asal Polandia Marek Janota melihat potensi Ajat untuk menjadi pemain nomor 10, sebagai second striker.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved