Kesuksesan Bisnis Galih Ruslan Berawal dari Garasi Kosong, Permintaan Jajanan Tradisional Meningkat

"Harus pintar membaca tren ke depan karena perubahan cepet banget di online. Cepat atau lambat, semua akan beralih ke digital"

dokumentasi Galih Ruslan
Galih Ruslan, pemilik Kyla Food 

BERMULA dari hobi kuliner, Galih Ruslan berhasil mengembangkan inovasi bisnis di bidang kuliner, jajanan tradisional Jawa Barat. Galih dan istrinya rajin mencicipi jajanan tradisional yang sedang digemari banyak orang di antaranya seblak, bakso aci, dan cimol.

Terinspirasi dari sana, pria kelahiran Tasikmalaya, 7 Desember 1992, itu memproduksi baso aci, batagor kuah, dan seblak. Ia membangun Kyla Food, jajanan tradisional asal Jawa Barat yang dibuat instan.

Bisnisnya berkembang pesat berkat platform marketplace. Galih mengunggah beragam jenis jajanan di akun media sosialnya. "Ternyata banyak followers yang bertanya beli di mana dan harganya berapa?" ujar Galih yang ditemui secara virtual bersama Shopee, Sabtu (30/7/2021).

Proses pembuatan jajanan tradisional Kyla Food
Proses pembuatan jajanan tradisional Kyla Food (dokumentasi Kyla Food)

Lelaki 28 tahun tersebut melebarkan sayapnya ke luar Kota Bandung sekaligus supaya teman-temanya bisa merasakan jajanan tradisional Jawa Barat tanpa harus ke Bandung.

"Saya dan istri iseng memfasilitasi teman, enggak nyangka akan sebesar ini. Ternyata banyak yang mencari jajanan tradisional dan susah nyarinya," katanya.  .

Baca juga: Bermodal Rp 1 Juta, Risma Pilih Jualan Makanan & Minuman Ringan di Pangandaran, Tolak Pinjaman Uang

Pada 2017, dia memulai dari garasi kosong dan tiga karyawan. Kyla Food pun memanfaatkan peralatan dapur seadanya.

Kini, Kyla Food memiliki 30 karyawan 30, dari tamatan SD hingga SMA. Ketika penjualan membludak, Galih pun memberdayakan warga sekitar untuk membantunya.

"Dulu, saya mencatat penjualan di dapur dan pakai buku dan manual. Pemesanan pun hanya mengandalkan chatting dan membalas satu per satu. Kini, pencatatan lebih mudah semenjak menggunakan marketplace," ujar Galih.

Baca juga: Melalui Youtube Magdalena Fridawati Membantu Para Pelaku Kuliner UMKM Melewati Pandemi Covid-19

Semula, Kyla Food hanya menjual tiga varian menu yaitu baso aci, batagor kuah, dan seblak.

Kini menu Kyla Food mengembangkan 10 produk dengan 50 varian. Dia juga mempercantik kemasan produk menggunakan full printing.

Galih Ruslan
Galih Ruslan (dokumentasi Galih Ruslan)

Alasan Galih memilih makanan tradisional Jawa Barat karena kuliner ini memiliki rasa yang unik dan banyak jajanan legendaris. Ia berniat mengembangkan jajanan tradisional hingga ke seluruh Indonesia.

Harus Pintar Membaca Tren

Memulai bisnis online dari nol tentu tidaklah mudah. Banyak hal yang perlu diperhatikan terutama soal konsistensi rasa. Situasi ini juga dialami pemilik Kyla Food, Galih Ruslan.

Proses pembuatan jajanan tradisional Kyla Food
Proses pembuatan jajanan tradisional Kyla Food (dokumentasi Kyla Food)

Bermula dari usaha rumahan, Galih sukses mengembangkan bisnis jajanan tradisional yang penjualannya mencapai puluan ribu.

Ia berbagi tips untuk berjualan online atau daring. Hal yang utama adalah menyelesaikan masalah di sisi konsumen, yaitu mempertahanan cita rasa jajanan tradisional Jawa Barat.

Baca juga: Bubur Ayam Gratis untuk Pasien Isoman Covid-19, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Kota Bandung

"Harus pintar membaca tren ke depan karena perubahan cepet banget di online. Cepat atau lambat, semua akan beralih ke digital," ujar Galih yang ditemui secara virtual, Sabtu (30/7).

Menurutnya, selama pandemi virus korona, bisnis online harus mampu survive lebih lama apalagi bisnis jajanan tradisional cukup banyak kompetitor.

Seblak instan produksi Kyla Food
Seblak instan produksi Kyla Food (dokumentasi Kyla Food)

"Keunggulan Kyla Food adalah menjual barang yang cukup banyak dan rasanya otentik," ujarnya. Sarjana Ekonomi itu mengatakan untuk makanan, kualitas rasa menjadi hal yang utama.

Jika pelanggan kecewa karena rasa makanan yang asal-asalan, mereka tidak akan kembali untuk membeli. Kalau kualitas enggak dijaga, hasilnya semua orang akan kapok dan kasih testimoni negatif," kata Galih.

Produk jajajan Kyla Food diolah dari bahan lokal dari Subang. Ia berharap Kyla Food bisa menjajal seluruh Indonesia bahkan dunia karena saat ini banyak permintaan dari luar negeri. Kini, Galih sedang mengembangkan daya tahan produknya. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
437 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved