Persib Bandung

Bobotoh Tidak Akan Lupa Gol Sutiono Lamso ke Gawang Petrokimia, Kini Jadi Pelatih di Beberapa SSB

Sutiono Lamso bermain bersama Persib Bandung pada 1988 hingga 2000. Setelah pensiun menjadi pemain sepak bola, dia aktif menjadi pelatih

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Sutiono Lamso 

PERJALANAN Persib Bandung pada  1990-an tidak akan terlepas dengan nama Sutiono Lamso. Sutiono merupakan penyerang andalan Maung Bandung kala itu.

Bobotoh tak mungkin lupa gol Sutiono yang menjadi penentu kemenangan Persib Bandung atas Petrokimia di final Liga Indonesia 1994/1995 di Stadion Senayan, Jakarta.

Sutiono Lamso merupakan pemain lokal yang lahir di Purwokerto pada 19 Agustus 1966. Dia memulai karier sepak bola profesionalnya Produta FC Bandung pada 1988.

Sutiono Lamso
Sutiono Lamso (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Kariernya bersama Persib Bandung harus ia jalani terlebih dahulu bersama Persib B pada 1988. Penampilan pertamanya adalah ketika mengikuti ajang Piala Persija di Stadion Senayan.

Kala itu  tim yang mengikuti turnamen tersebut adalah Persija Jakarta, Persib B, PSIS Semarang, dan Persebaya Surabaya.

Baca juga: Dadang Hidayat, Pemain yang Berawal dan Berakhir di Persib, Pillih Pensiun Dini Demi Regenerasi

Perjalanannya untuk masuk tim ini harus meniti jalan yang terjal bagi Sutiono. Dia mengaku kerap dimarahi senior jika banyak melakukan kesalahan.

Posisinya yang sedari dulu sudah menjadi striker ini harus bersaing ketat dengan para pemain  senior Persib seperti Ajat Sudrajat, Dedi Rosadi, dan Yusuf Bachtiar.

Baca juga: Momen Tidak Terlupakan Saat Melawan Persija di Stadion Siliwangi 2006, Abo Jadi Pahlawan Persib

Bermodalkan mental baja, dirinya tetap bertahan di Persib Bandung dan terus memoles kemampuannya untuk bisa masuk ke dalam tim inti Persib Bandung.

Pada 1989/1990 dirinya baru masuk ke dalam tim inti Persib Bandung dan berhasil memberikan penampilan yang memukau sehingga membawa Persib Bandung juara ketika final melawan Persebaya Surabaya.

Baca juga: Pernah Jadi Idola bahkan Ikon Persib, Pernah Pula Dicaci Maki, Eka Ramdani Kini Fokus Keluarga

Dalam laga final yang diadakan di Stadion Senayan, Jakarta tersebut Persib Bandung dapat meraih gelar juara ketika menekuk lawannya Persebaya dengan skor 2-0.

Persib yang kala itu diasuh oleh Ade Dana menurunkan 11 pemain terbaiknya, yakni Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Robby Darwis, Adeng Hudaya (belakang), Asep Sumantri, Nyangnyang, Yusuf Bachtiar (tengah), Sutiono Lamso, Adjat Sudradjat, dan Djadjang Nurdjaman (depan).

Sutiono Lamso (kiri) dan pelatih fisik Persib Dino Sefriyanto
Sutiono Lamso (kiri) dan pelatih fisik Persib Dino Sefriyanto (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Setelah membawa Persib Bandung menjuarai perserikatan pada 1989/1990, kepercayaan diri Sutiono  tumbuh dan menjadikan dirinya striker yang mematikan.

Hal ini ditunjukkan ketika dirinya kembali mempersembahkan juara bagi Persib Bandung di turnamen Perserikatan pada tahun 1993/1994.

Baca juga: Djadjang Nurjaman Sosok yang Paling Sukses di Maung Bandung, Belum Ada yang Menyamai Prestasinya

Kala itu Persib Bandung dikepalai oleh Indra Thohir dan memiliki duet penyerang yang sangat ditakuti oleh tim lawan yakni Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria.

Dalam laga final kontra PSM Makassar, ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol di laga tersebut, tepatnya pada menit ke 71, setelah sebelumnya di babak pertama Yudi Guntara mampu menjebol gawan PSM Makasar pada menit ke-26.

Baca juga: Sebelum Masuk Lapangan, Sujana Selalu Menempelkan Bola ke Kakinya Seraya Berdoa

Bukan hanya mencetak gol pada laga final dan membawa Persib juara, Sutiono Lamso yang bermain sangat impresif pada musim tersebut dinobatkan menjadi pemain terbaik.

Setahun setelah turnamen perserikatan berakhir, Sutiono Lamso dan Persib Bandung kembali membawa piala ke Kota Kembang setelah menjuarai laga perdana Liga Indonesia pada tahun 1994/1995.

Baca juga: Bek Persib Henhen Herdiana Pakai Sepatu Jahitan Sendiri Saat Bersekolah Sepak Bola  

Persib Bandung yang kala itu masih diasuh oleh Indra Thohir dan menduetkan striker lokal Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria  membuat Petrokimia harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1 - 0.

Gol semata wayang Persib Bandung kala itu dijebloskan oleh Sutiono Lamso pada menit ke 76 setelah Yusuf Bachtiar menyodorkan bola pada Sutiono di depan gawang Petrokimia yang dijaga oleh Darryl Sinerine.

Sutiono Lamso
Sutiono Lamso (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Lagi-lagi, Sutiono Lamso menjadi pencetak gol terbanyak di Persib Bandung dalam perhelatan Liga Indonesia pertama tersebut setelah mencetak 21 gol selama satu musim.

Ikuti kami di
KOMENTAR
436 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved