Djadjang Nurjaman Sosok yang Paling Sukses di Maung Bandung, Belum Ada yang Menyamai Prestasinya

Djanur menjadi pencetak gol penentu Maung Bandung di partai final menghadapi Perseman Manokwari

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Djadjang Nurjaman 

PUBLIK sepak bola Bandung mungkin akan sepakat bahwa orang yang paling sukses di Persib adalah Djadjang Nurdjman. Betapa tidak, pria yang akrab disapa Djanur itu pernah merasakan juara sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih.

Djanur lahir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada 30 Oktober 1964. Pada saat masih aktif bermain, Djanur beroperasi sebagai gelandang serang kanan. Tubuhnya yang tidak terlalu tinggi membuat Djanur begitu lincah ketika menggiring bola.

Kemampuan olah bolanya membuat Djanur mendapatkan tempat di tim Persib tahun 1978. Namun kala itu, usia yang masih muda membuatnya tak terlalu banyak mendapat menit bermain.

Djadjang Nurjaman
Djadjang Nurjaman (TribunJabar/Mega Nugraha)

Hingga pada akhirnya, Djanur memutuskan untuk mencari ilmu dan pengalaman ke kompetisi Galatama. Djanur tercatat pernah membela Sari Bumi Bandung Raya (1979-1980), Sari Bumi Raya Yogyakarta (1980-1982), Mercu Buana Medan (1982-1985).

Setelah dirasa cukup matang dan kebetulan ketika itu Mercu Buana Medan dinyatakan bubar, Djanur kembali ke Persib pada tahun 1986. Saat itu, Djanur langsung menjadi andalan tim yang diarsiteki oleh Nandar Iskandar.

Baca juga: Menurut Peneliti Sejarah, Persib Lahir di Bandung pada Tahun 1934 Bukan 1933

Tak perlu waktu lama bagi Djanur untuk langsung memberikan gelar juara bagi Persib. Di tahun yang sama setelah kembali ke Kota Kembang, Djanur langsung membawa Persib juara Perserikatakan 1986.

Lebih istimewa lagi, Djanur menjadi pencetak gol penentu Maung Bandung di partai final menghadapi Perseman Manokwari. Gol tersebut membuat Persib mengakhiri puasa juara setelah terakhir kali membawa pulang piala Perserikatan pada tahun 1961.

Baca juga: Pensiun dari Persib, Airlangga Sucipto Berbisnis Merchandise Bandoeng FC, Pelanggannya Banyak

Tak puas dengan satu gelar juara saja, Djanur kembali membawa Persib meraih kejayaan pada kompetisi Perserikatan tahun 1989/1990. Di partai final menghadapi  Persebaya Surabaya, Djanur lagi-lagi menjadi aktor penting kemenangan Persib dengan catatan satu asist. Persib kala itu menang 2-0.

Setelah itu, Djanur memutuskan untuk pensiun sebagai pemain. Namun tawaran untuk kembali ke dunia sepak bola datang saat pelatih legendaris Persib, Indra M Thohir menukangi Robby Darwis cs di kompetisi Perserikatan terakhir, 1993/1994.

Djadjang Nurjaman
Djadjang Nurjaman (bolasport)

Saat itu, Djanur dipercaya oleh Indra untuk menjadi asistennya. Sebagai asisten pelatih, Djanur langsung mempersembahkan gelar juara yang membuat raihan prestasinya semakin mentereng.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved