Dari Hobi Prangko dan Benda Pos Gita Noviandi Bisa Keliling Dunia dan Hidup Mapan

"Kalau saya sebagai pedagang prangko pernah menjual dengan harga tertinggi untuk 5 Souvenir Sheet Mei Lanfang China 1964 seharga Rp 520 juta"

dokumentasi Gita Noviandi
Menjadi National Commissioner Philatelist Indonesia pada ajang pameran Cina 2019 di Wuhan 

BEBERAPA tahun silam orang tidak mengenal nama Gita Noviandi.  Namun setelah berkecimpung dalam dunia filateli dan sukses menjadi seorang filatelis terkenal, nama Gita Noviandi bak menjadi magnet luar biasa bagi kalangan pencinta prangko, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Semuanya dimulai pada dekade 90-an saat  pria kelahiran Karawang 1976 menjadi panitia sebuah perhelatan pameran filateli tingkat Asia Fasifik di Jakarta. Saat itu, Gita terlibat sebagai anggota panitia. Suatu hari di sela pameran, Gita melihat ada proses jual benda filateli yang saat itu dijual terbatas.

"Waktu itu saya melihat banyak sekali orang rela mengantre untuk membeli benda filateli itu. Eh ternyata, setelah membeli benda itu, ketika dijual lagi harganya bisa menjadi lebih tinggi. Dari situ rasa penasaran saya tentang benda filateli mulai terbuka sekaligus menandai saya untuk memulai terjun ke dunia filateli," ujar Gita ketika ditemui di rumahnya, kawasan Kiara Asri V, beberapa waktu lalu.

Gita Noviandi dengan koleksi sampul surat dan prangko pendiri badan pandu dunia, Lord Baden Powell
Gita Noviandi dengan koleksi sampul surat dan prangko pendiri badan pandu dunia, Lord Baden Powell (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Karena mulai tertarik untuk mendalami dunia benda-benda pos dan sejenisnya, Gita yang semula berdomisili Karawang ini memutuskan untuk "hijrah" ke Bandung. Hal ini dia lakukan karena Kota Bandung adalah ibukota Kantor Pos Indonesia dan juga memiliki klub atau komunitas yang bergerak di bidang filateli.

Di Bandung, Gita pun tak butuh lama untuk bergabung di sebuah klub filateli yaitu Perkumpulan Filateli Remaja Bandung. Dari sini, Gita mulai mengikuti banyak kegiatan, di antaranya adalah mengikuti pameran filateli di Makassar pada 1997.

Baca juga: Berkat Prangko Gita Jadi Pebisnis Filateli, Hidupnya Berkecukupan, Beberapa Kali ke Luar Negeri

"Di pameran ini saya menyabet medali sebagai filatelis remaja terbaik Nasional," ujarnya.

Singkatnya, pada 2001 Gita mulai terlibat dalam kepengurusan filateli Nasional dan menjadi pengurus daerah Jabar. Seiring perjalanannya dalam menggeluti dunia filateli, Gita pun kemudian berhasil mengumpulkan berbagai benda pos yang sangat berharga dan langka. Seiring itu pula, dia mulai banyak terlibat menjadi delegasi yang mewakili Indonesia dalam kancah pameran filateli internasional di berbagai negara.

"Saat itu saja saya sudah sering keluar masuk negara, baik di Eropa maupun Asia dan berhasil menjadikan hobi saya sebagai sebuah bisnis yang menyenangkan," katanya.

Baca juga: Pertama Kali Bikin Gitar dari Kayu Bekas Pintu Rumah, Kini Gitar Buatan Meeng Banyak Dipesan Musisi

Betapa tidak menyenangkan, dari berbagai acara pameran yang ia ikuti, Gita selalu berhasil terlibat dalam transaksi jual beli prangko dengan banyak filatelis dari berbagai belahan dunia yang kemudian membuat dia mampu meraup banyak sekali pendapatan.

Gita Noviandi berfoto bersama Putra Mahkota Kerajaan Sharjah, Uni Emirat Arab 2018
Gita Noviandi berfoto bersama Putra Mahkota Kerajaan Sharjah, Uni Emirat Arab 2018 (dokumentasi Gita Noviandi)

Terlebih saat ia terlibat dalam kepengurusan di pusat sebagai Sekjen filatelis Nasional pada 2017, nama Gita semakin dikenal di dunia filateli sebagai seorang kolektor dan pengumpul benda-benda filateli langka dan mahal. 

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved