Kiprah Starlight Entertainment Indonesia Mengasah Talenta-talenta Dunia Hiburan Tanah Air

“Setiap kali menggelar event maka semua komunitas berpartisipasi pada event-event itu. band, solois, magician, dancers, stand up comedy, beat box"

instagram@SEI
Latihan talenta-talenta yang bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI) 

BANYAK cara menuju sukses dan terkenal. Tak harus bergantung kepada sebuah label besar apalagi label bercap internasional. Asal sama-sama mau saling membantu, merintis dari nol dan berjuang keras bersama dalam sebuah komunitas kebersamaan, maka kesuksesan dan ketenaran akan bisa diraih.

Kurang lebih demikian pameo yang disematkan kepada wadah komunitas hiburan yang satu ini. Lahir dari menyatunya berbagai komunitas yang menaungi talenta-talenta berbakat di Kota Bandung, nama Starlight Entertainment Indonesia (Starlight Entertainment Ind) perlahan demi perlahan merangkak menancapkan namanya di industri hiburan Kota Bandung.

Sebelum resmi menyandang nama Starlight Entertainment Ind (SEI) pada 12 Maret 2019, SEI dikenal dengan nama Starlight Model Bandung yang merupakan pecahan dari beberapa komunitas seperti Insan Maju Management (didirikan Yayan Meidiana, Dodi, dan Djuna) sedangkan pecahannya adalah Management Dangdut Bandung (Balad Dangdut Bandung),stand up comedy, Beat Box Community, I Love Solois Bandung, dan BBCP (Band Bandung Cari Personil).

Latihan talenta-talenta yang bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI)
Latihan talenta-talenta yang bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI) (instagram@SEI)

Menurut Perwakilan SEI, Yayan Meidiana, Insan Maju Management tidak berjalan dengan baik sehingga terjadi perpisahan dari tiga pendirinya. IMM kemudian berubah menjadi SEI yang mencakup BBCP, Management Dangdut Bandung, dan I Love Solois Bandung.

“Maksud dan tujuan dibentuknya SEI adalah mewadahi anak-anak bertalenta di Bandung khususnya, untuk disalurkan juga dilatih hingga menunjang kepribadian yang baik, profesional, dan menghasilkan untuk pribadi talent,” ujar Yayan yang kerap disapa Ayah Iyan dalam satu kesempatan wawancara belum lama ini.

Baca juga: Hanna Marlina Putri Jadi Paskibraka Jabar, Lalu Bercita-cita Jadi Polisi, Namun Kini Jadi Model

Yayan mengatakan, pada April 2021 SEI membentuk Starlight Music Indie. Wadah ini merupakan sebuah jalan untuk untuk mempublikasikan lagu-lagu baru para solois dari I Love Solois Bandung dan Management Dangdut Bandung, baik dari komunitasnya ataupun dari luar komunitas.

Ia menyebutkan bahwa SEI memiliki harapan besar dimana suatu saat nanti wadah ini menjadi sebuah yayasan yang merangkul para seniman, artis, serta pemusik.

Manajemen Starlight Entertainment Indonesia
Manajemen Starlight Entertainment Indonesia (instagram@SEI)

Yayan mengatakan, sebagai pendiri SEI, ia juga menjadi bagian dari lahirnya band Beat Brothers yang pernah mengumpulkan 11 komunitas di Bandung dengan nama MTM dari 2016-2018. Sementara Wakil SEI, Erik Bnoir, adalah pentolan pendiri dari komunitas Bandung Bermusik.

“Selain nama-nama ini, posisi Manager Management dipegang Dindin, pentolan dari Saveas Management yang juga pernah menjadi manager dari beberapa artis dan band di Bandung,” kata Yayan.  

Baca juga: Penyanyi Muda Asal Kota Bandung, Icha Nisa, Siapkan Sekuel

Pandemi Masih Aktif Berjalan

STARLIGHT Entertainment Ind memiliki berbagai cabang kegiatan yang diikuti cukup banyak anggota di setiap cabang kegiatannya. Salah satu cabang kegiatan yang ramai diikuti anggota adalah  Starlight Model Bandung (SMB).

Sesuai namanya, SMB membuka kelas modeling (catwalk, public speaking, MUA, dancing, singing), dan pernah bekerja sama dengan sejumlah event organizer untuk event-event seperti food festival di mal-mal, berbagai seremoni, dan event-event promo yang dibuat oleh internal SEI di berbagai tempat di Kota Bandung.

Latihan talenta-talenta yng bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI)
Latihan kelas modeling di Starlight Entertainment Indonesia (SEI) (instagram@SEI)

“Setiap kali menggelar event maka semua komunitas berpartisipasi pada event-event tersebut. band, solois, magician, dancers, stand up comedy, beat box, semua event ini rutin digelar 2-3 kali dalam satu bulan sebelum pandemi,” kata Yayan.

SEI juga memiliki cabang kegiatan Management Dangdut. Di cabang ini, SEI pernah menyalurkan para talentanya lebih dari 10 episode di acara Balakutak yang tayang di stasiun TV iChannel. Bahkan 2 dari talent dangdut pernah menjadi host di acara tersebut.

Baca juga: Gara-gara Jatuh dari Tangga Saat Joget, Meldha Jadi Suka Dangdut, Mohon Dukungan di LIDA

“Untuk band dan solois, kami pernah bekerja sama meramaikan acara  peluncuran gadget di sebuah mal di Bandung. Lalu pada acara-acara seperti Britpop Community, Muse Bandung, bekerja sama dengan salah satu brand besar," ucap Yayan.

Adapun sejumlah ajang rutin yang digelar SEI di antaranya adalah  Queen Of Starlight, Starlight Movie Award (film produksi pelatihan akting), Starlight Music Award, Miss Stars Iconic, Pembuatan film produktif, Photoshoot Endorse + Produk, Advertising, Podcast kanal Youtube, dan  Releasing dan Video Clip.

Salah seorang talenta yang bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI)
Salah seorang talenta yang bergabung dalam Starlight Entertainment Indonesia (SEI) (instagram@SEI)

Sementara program selama pandemi, menurut Yayan, SEI masih tetap aktif berjalan secara daring atau tapping seperti Podcast, Kelas Pose, Endorsement, Photo Produk dan Brand Ambassador, serta recording talent Starlight Music Indie dan Releasing.

Baca juga: Lagu-lagu Ciptaan Syamsudin Dinyanyikan Para Artis Papan Atas Indonesia, Tapi Hidup Syam Menderita

"Kami tidak hanya menerima yang bertalenta, tapi juga melatih secara kepribadian agar para talent atau member bertanggungjawab dan lebih profesional," ujarnya. (tribun jabar/kemal setia permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved