Mario Jardel, Bek Kanan yang Menjanjikan untuk Masa Depan Maung Bandung

"Saat keterima dan akan bergabung dengan Diklat Persib juga, tidak ada ongkos untuk ke Bandung. Bapak terpaksa banting tulang kerja, dan juga pinjam u

Editor: adityas annas azhari
persib.co.id
Mario Jardel 

BECKHAM Putra Nugraha dan Febri Hariyadi selalu menjadi perbincangan setiap kali membahas soal kesuksesan Persib'>Diklat Persib Bandung menelurkan talenta hebat. Keduanya dianggap sebagai produk Persib'>Diklat Persib paling menjanjikan dalam satu dekade terakhir.

Namun di luar nama Beckham dan Febri, ada sosok yang tak kalah menjanjikan. Dia adalah Mario Jardel. Pemain kelahiran Bogor, 7 November 2000 yang berposisi sebagai bek kanan.

Jardel sebenarnya memulai karier sebagai pesepak bola sebagai seorang striker. Sama seperti kebanyakan anak-anak saat bermain sepak bola, Jardel ingin selalu mencetak gol.

Mario Jardel
Mario Jardel (instagram@mariojardel_21)

Posisi ini pernah diperankan Jardel ketika masih menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB). Namun kemampuan terbaiknya justru datang ketika dia di tempatkan sebagai pemain bertahan. Selain bek kanan, Jardel pun pernah dicoba untuk bermain pada posisi bek tengah.

Posisi sebagai bek kanan membuat permainan Jardel semakin meningkat. Hingga akhirnya, dia bergabung dengan Diklat Persib pada tahun 2018.

Baca juga: Menurut Peneliti Sejarah, Persib Lahir di Bandung pada Tahun 1934 Bukan 1933

Namun, sebelum bergabung dengan Persib'>Diklat Persib di 2018, ada satu momen yang hingga kini tak bisa dilupakan oleh pengaggum mantan bek Barcelona dan Timnas Brasil, Dani Alves itu. Saat itu, orang tua Jardel tak memiliki uang untuk memberangkatkannya dari Bogor ke Bandung. 

Demi mendukung cita-cita anaknya untuk menjadi pemain profesional, ayah Jardel sampai meminjam uang. Hal ini dikatakan Jardel menjadi motivasi tersendiri untuk bisa sukses sebagai pesepak bola.

Baca juga: Aqil Savik, Rekor Kiper Persib Bandung Senior yang Termuda

"Saat keterima dan akan bergabung dengan Persib'>Diklat Persib juga, tidak ada ongkos untuk ke Bandung. Bapak terpaksa banting tulang kerja, dan juga pinjam uang supaya saya tetap bisa berangkat ke Bandung. Saya percaya, jika kita sungguh-sungguh, kerja keras, pasti akan ada jalan," katanya.

Sesudah tiba di Bandung dan bergabung dengan Persib'>Diklat Persib, hidup Jardel tidak berjalan mudah. Dia harus bersaing dengan pemain lainnya agar mendapat tempat serta hidup mandiri di Bandung seorang diri.

Pada satu waktu, Jardel bercerita pernah kehabisan bensin motor di tengah jalan. Padahal ketika itu, dia harus berangkat ke tempat latihan tim dari mess pemain.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved