Atep Kurnia, Mantan Buruh Pabrik Tekstil yang Menjadi Penulis, Sering Mendapat Penghargaan

Kegemaran membacanya itu ia salurkan dengan menulis ke majalah Sunda Cupumanik dan berhasil mendapat anugerah Lembaga Bahasa jeung Sastra Sunda (LBSS)

zoom-inlihat foto Atep Kurnia, Mantan Buruh Pabrik Tekstil yang Menjadi Penulis, Sering Mendapat Penghargaan
twitter@atepkurnia
Atep Kurnia

SIAPAKAH Atep Kurnia? Atep Kurnia adalah sosok yang tidak asing di kalangan pegiat literasi karena karyanya yang selalu menjadi sorotan yang menarik untuk di diskusikan.

Tulisan-tulisan Atep sendiri sudah sering dimuat di media-media lokal dan nasional seperti Pikiran Rakyat, Kompas, Koran Tempo, Tribun Jabar, Galamedia, Karsa, Geomagz, Berita Geologi, Energia, Cupumanik, Mangle, Galura, Seni Budaya, Bina Da’wah, dan Ujung Galuh.

Selain rajin menulis untuk media, Atep pernah beberapa kali menjuarai perlombaan menulis seperti Lomba Menulis Artikel Museum Sri Baduga 2011, Juara II Lomba Menulis “Mengenang Raden Saleh” Goethe Institute, Jakarta (2012).

Koran Sipataoenan 1934 yang memuat berita tentang pembentukan klub sepakbola
Koran Sipataoenan 1934 yang memuat berita tentang pembentukan klub sepakbola (arsip Atep Kurnia)

Sedari dulu, sosok Atep adalah sosok yang sudah menyukai kegiatan berliterasi di tengah pekerjaannya saat itu yang menjadi buruh tekstil di PT Filamenindo Lestari Textile, Kabupaten Bandung.

Kesukaan membaca ini hadir tatkala ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) yang dilanjutkan ketika ia duduk di bangku Sekolah Mengengah Pertama (SMP) mendalami buku Gapura Basa.

Baca juga: Keke Melukis 156 Sosok Individu di Kanvas dengan Dominasi Warna Kuning.Pewarnanya dari Kunyit

Saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Atep menghabiskan waktunya untuk duduk dan membaca buku di perpustakaan sekolahnya, hal yang sangat tidak lumrah bagi beberapa orang di lingkungannya.

Surat Kabar Sipatahoenan
Surat Kabar Sipatahoenan (arsip Atep Kurnia)

Kegemaran membacanya itu ia salurkan dengan menulis ke majalah sunda Cupumanik dan berhasil mendapat anugerah Lembaga Bahasa jeung Sastra Sunda (LBSS) 2003. LBSS juga menganugerahinya Hadiah I Bidang Esai Tahun 2006.

Baca juga: Inilah Tia, Sosok Kartini Modern, Ibu Rumah Tangga yang Juga Machine Learning Curriculum Developer

Sejak saat itu juga pekerjaan ia sebelumnya yaitu buruh tekstil ia tinggalkan dan beralih menjadi pegiat literasi yang getol menulis dan meneliti mengenai sejarah. (tribun jabar/fakhri fadlurrohman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved