Hengky Kurniawan: Pandemi Bikin Wisata Lumpuh, Kabupaten Bandung Barat Kehilangan Rp 5 Triliun

"Memang terkadang quality time itu agak-agak berkurang ya, tapi sudah menjadi risiko, sehingga waktu rekreasi bersama keluarga sudah berkurang"

instagram@hengkykurniawan
Hengky Kurniawan 

MENGANDALKAN lebih dari sepatuh pendapatan asli daerah (PAD)dari sektor pariwisata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi daerah yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Pandemi membuat sektor wisata benar-benar lumpuh. Beban yang sungguh berat, terlebih untuk kabupaten yang bisa dibilang masih baru ini. Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengaku tak mudah untuk bisa bangkit dalam aktu cepat. Berikut petikan qawancvara ekslusif jurnalis Tribun Jabar, Hilman Kamaludin dengan Plt Bupati KBB Henky Kurniawan, Sabtu (17/7).

Bagaimana situasi terkini pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat?

Tentu pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin dengan tenaga dan segala keterbatasan. Tapi saya ingin menyampaikan bahwa mengatasi pandemi Covid-19 tidak bisa sendirian, tidak hanya peran pemerintah saja, melainkan perlu adanya kekuatan bersama, gotong royong semua pihak, dikolaborasi pentahelik, akademisi, masyarakat, swasta. Semua terlibat dalam pembangunan ataupun menyelesaikan masalah.

Hengky Kurniawan
Hengky Kurniawan (instagram@hengkykurniawan)

Jadi peran konkret pemerintah seperti apa?

Kalau pemerintahnya kan saat ini memberikan edukasi, tingkat RT RW sudah diberikan materi sebagai bahan edukasi, tapi jika masyarakatnya tidak disiplin menerapkan prokes tentu juga akan berdampak pada kenaikan kasus. Kita (pemerintah) juga suka refocusing anggaran minimal 8 persen dari APBD untuk penanganan Covid, seperti APD, kantong jenazah, peti mati, dan pemerintah desa juga sudah menyiapkan dana untuk yang isoman, jadi kami sudah maksimal.

Tapi kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan?

Iya, cuma memang kami memaklumi. Kadang-kadang kasihan dengan masyarakat yang masih harus keluar bekerja. Namun harapan saya mari kita sabar sejenak, taati PPKM darurat dulu agar kasusnya menurun. Jadi memang harus kerja sama semua pihak karena pemerintah juga kan banyak keterbatasan, dalam hal ini kami memohon pengusaha swasta untuk berkontribusi juga, CSR-nya.

Baca juga: Bupati Ruhimat: Ibarat Makanan, Subang Saat Ini Seperti Gula yang Dikerumuni Banyak Semut

Bagaimana evaluasi terhadap PPKM darurat?

Kalau di KBB kasus yang positif [Covid] ada 400 orang, yang masuk rumah sakit ada 78 orang dan sisanya isoman. Sedangkan statusnya KBB masih zona merah karena BOR kita masih di angka 90 persen. Untuk langkah-langkah kita mulai dari anggaran, MoU, dan sebagainya, bekerja sama dengan lembaga penjamin untuk pendidikan yang ada di Padalarang. itu nanti akan disalurkan untuk pasien yang dirawat di rumah sakit. kemudian untuk pasien yang sudah mulai pulih, pemulihannya kita geser kesana supaya BOR kita mulai turun.

Jadi untuk PPKM Darurat-nya bagaimana?

Untuk PPKM Darurat sendiri kita membuat mobilitas warga berkurang dengan adanya penutupan 100 persen pariwisata di Lembang, masyarakat KBB dan dari luar yang biasa olahraga ramai berkerumun di Kota Baru Parahyangan tidak ada dan kondisi betul-betul sepi. Mudah-mudahan nanti tren kasusnya [Covid] segera turun, yang sembuh semakin banyak. Kemarin juga di Cililin dari jumlah 100 sekian itu sudah 70 persennya sembuh.

Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan
Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan (dokumentasi Hengky Kurniawan)

Bagaimana dengan pembagian sembako untuk warga terdampak?

Kita memang menghindari duplikasi. Dari pusat menginstruksikan kita semua harus berbagi tugas. Untuk warga-warga yang isoman, sebenarnya kan di satu desanya itu nggak banyak ya. Sebagai contoh yang di Cililin kan ada 50 orang yang isoman sebenarnya bisa terkaver dengan dana desa yang minimal 8 persen itu. Nah kita menyiapkan kebutuhan-kebutuhan di tingkat kecamatan seperti kantong jenazah, peti mati, APD, dan lain sebagainya supaya tidak ada duplikasi.

Jadi konkretnya seperti apa?

Kalau secara menyeluruh aturan PPKM darurat itu dari pusatnya memang tidak mengharuskan memberikan (bantuan) ke seluruh masyarakat, apalagi melihat anggaran kita sekarang, yang jika kita melihat anggaran di tahun 2020 itu, kita enggak mampu. Posisi KBB sendiri juga yang kehilangan Rp 5 triliun ya, istilahnya tidak mampu untuk memberikan ke semua warga. Makanya kita mengajak (warga) yang mampu membantu satu atau dua warga yang tidak mampu di sekitarnya. Kemudian juga terkait tabung oksigen, kita mohon juga untuk sharing kalau ada warga yang sudah sembuh, bantu pinjamkan oksigen ke warga yang sakit.

Bagaimana dengan vaksinasi, sudah sejauh mana, apa kendalanya?

Kurang lebih sudah 20 persen dan besok tanggal 21 sampai tanggal 25 Juli, target vaksinasi kita mencapai 10.000, sedangkan yang terdaftar sudah 8.000-an. Untuk vaksinasi terus berjalan, alhamdulillah stok dari provinsi juga cukup cuma memang kendalanya kembali lagi ke tenaga kesehatan yang ada. Kemarin juga saya sidak ke Puskesmas Cibodas, di sana lagi vaksinasi, dan untuk di Puskesmas itu targetnya ditingkatkan tadinya karena takut berkerumun hanya 200, tapi sekarang ditingkatkan jadi 400.

Baca juga: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Sudah Berupaya Maksimal untuk Cegah Mudik

Apa upaya-upaya lain yang sedang dan terus dilakukan?

Kalau Covid kan memang wujud utamanya harus disiplin prokes sambil menunggu herd imunity. Sambil menunggu divaksin masyarakat bisa mengurangi mobilitas, mengurangi kerumunan yang kegiatannya tidak terlalu penting bisa ditahan dulu. Kemudian tetap disiplin menggunakan masker, karena apapun variannya (Covid), kuncinya ya disiplin prokes. Sedangkan untuk operasi yustisi bekerja sama dengan kepolisian, TNI, Satpol PP terus bergerak, kemudian dengan Dishub kita juga ada tambahan juga untuk biaya tak terduga dengan memberikan insentif teman-teman di lapangan saat penyekatan dan sebagainya. (*)

Hengky Kurniawan dan istrinya, Sonya Fatmala
Hengky Kurniawan dan istrinya, Sonya Fatmala (instagram@hengkykurniawan)

Saat Jadi Artis Cari Duit Terus, Sekarang Ingin Mengabdi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved