Mengenali Sejarah dengan Cara Menyenangkan di Komunitas Tjimahi Heritage,

sebelum pandemi, kami melakukan kunjungan ke tempat-tempat  bersejarah secara berkala dalam acara Tjimahi Heritage Trail

Dokumentasi Iwan Hermawan/Tjimahi Heritage
Kunjungan Tjimahi Heritage ke Pusdik Armed 

SETIAP kota di manapun berada, selalu memiliki sejuta cerita dan masa lalu. Tak terkecuali di Indonesia. Masa lalu sebuah kota ini biasanya akan menjadi titik tolok atau patokan sejarah yang akan menentukan peristiwa kapan kota ini berdiri.

Salah satu patokan yang akan mengiringi berdirinya sebuah kota ini adalah keberadaan heritage atau bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi cagar atau warisan budaya yang patut dilestarikan dan dipertahankan.

Hal ini pun berlaku di kota kecil Cimahi. Di kota yang menjadi perlintasan dua wilayah besar yaitu Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat, banyak sekali terdapat heritage yang saat ini sudah dilindungi keberadaannya. Heritage-heritage ini sangat penting menjadi bagian sejarah Kota Cimahi yang harus dilestarikan menjadi warisan budaya bagi anak cucu di masa yang akan datang.

Anggota komunitas Tjimahi Heritage berfoto bnersama seusai kegiatan berkunjung ke tempat bersejarah
Anggota komunitas Tjimahi Heritage berfoto bnersama seusai kegiatan berkunjung ke tempat bersejarah (Dokumentasi Iwan Hermawan/Tjimahi Heritage)

Sadar dengan pentingnya keberadaan heritage ini, sebuah komunitas yang khusus mendalami keberadaan heritage dan hal-hal yang terkait erat di dalamnya. Komunitas ini bernama Tjimahi Heritage.

Menurut salah seorang pendiri dan pengurus komunitas Tjimahi Heritage, Iwan Hermawan, komunitas ini didirikan sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat Cimahi khususnya dan umumnya masyarakat secara luas untuk mengetahui dan menghargai bangunan-bangunan cagar budaya.

Baca juga: Ngatiyana: Jalan Gatot Subroto Idealnya Underpass, Cimahi Terus Kembangkan Pusat Ekonomi Kreatif

"Misalnya, sebelum pandemi, kami melakukan kunjungan ke tempat-tempat  bersejarah secara berkala dalam acara Tjimahi Heritage Trail," ujar Iwan ketika dihubungi beberapa waktu lalu.  

Komunitas ini juga intens melaksanakan diskusi sederhana membahas bangunan-bangunan bersejarah atau sejarah kota dengan membuat sebuah program diskusi bernama Ngampar Samak. Program ini disampaikan melalui kanal medsos Facebook dan Instagram Tjimahi Heritage.

Stasiun Cimahi awalnya  sebuah halte yang dibuka pada 17 Mei 1884 bersamaan peresmian jalur kereta api Cianjur–Bandung oleh perusahaan kereta api Negara Staatssporwegen (SS)
Stasiun Cimahi awalnya sebuah halte yang dibuka pada 17 Mei 1884 bersamaan peresmian jalur kereta api Cianjur–Bandung oleh perusahaan kereta api Negara Staatssporwegen (SS) (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

"Namun pada saat pandemi ini kegiatan outdoor disetop dulu," ujar Iwan.

Iwan menuturkan, komunitas Tjimahi Heritage secara resmi didirikan pada 5 April 2015 dengan kegiatan jelajah pertama bernama Tjimahi Heritage Trail Kamp Interniran Tjimahi.

Sebelum berdiri, sebenarnya komunitas Tjimahi Heritage sudah ada namun masih sebatas aktif di grup Facebook yang dibuat pada 23 Agustus 2012.  Di medsos ini, kegiatan yang dilakukan pun masih sebatas membahas postingan foto terkait sejarah Kota Cimahi.

Baca juga: Berlian Maulany Meraih Gelar Cici Berbakat Jawa Barat,Banyak Belajar Budaya Tionghoa

"Pada perjalanannya kemudian mulai diarahkan untuk kegiatan outdoor yaitu melalui acara Tjimahi Heritage Trail," katanya.

Menurut Iwan, maksud dan tujuan dibentuknya komunitas Tjimahi Heritage adalah untuk menjadi sebuah wadah bagi warga yang peduli akan pelestarian bangunan cagar budaya dan sejarah Kota Cimahi dengan cara menjelajah sudut-sudut kota sambil berkisah dengan cara yang menyenangkan dan ringan.

Kunjungan Tjimahi Heritage ke Gereja Santo Ignatius di Jalan Baros. Gereja ini didirikan tahun 1908
Kunjungan Tjimahi Heritage ke Gereja Santo Ignatius di Jalan Baros. Gereja ini didirikan tahun 1908 (Dokumentasi Iwan Hermawan/Tjimahi Heritage)

Komunitas ini pun rajin mendokumentasikan bangunan-bangunan heritage dengan maksud untuk menjadi bukti kekayaan dan potensi wisata heritage di Kota Cimahi.

"Jadi sebetulnya sudah banyak sekali kegiatan yang kami lakukan, sudah lebih dari sepuluh kegiatan jelajah dan diskusi yang pernah dikerjakan komunitas Tjimahi Heritage," ucap Iwan.

Baca juga: Rumah Budaya Rosid Hadirkan Berbagai Etnik Pedesaan dalam Berkesenian

Dari sekian kegiatan Tjimahi Heritage Trail (THT), menurut Iwan, yang paling banyak diikuti dan mengundang antusiasme tinggi warga adalah acara THT Jelajah Pusdik Armed.

Melalui program ini,  selain memberikan edukasi sejarah kemiliteran khususnya Pusdik Armed, warga juga berkesempatan melihat peragaan penembakan meriam dan berkesempatan naik tank keliling Pusdik Armed.

19 Bangunan Heritage Terverifikasi

PADA umumnya bangunan heritage di Kota Cimahi masih dalam kondisi terawat karena sampai saat ini bangunan heritage ini masih digunakan. Menurut Iwan Hermawan, hanya ada beberapa bangunan yang kondisinya sudah kurang terawat atau memprihatinkan dan perlu dipugar, sementara kemungkinan ada juga yang sudah direnovasi total sehingga nilai-nilai sejarahnya hilang.

"Pemkot Cimahi, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, sudah berupaya untuk menginvetarisasi bangunan-bangunan yang diduga sebagai cagar budaya. Kalau tidak salah sampai tahun 2020 sudah terinventarisasi sekitar 19 bangunan," kata Iwan.

Baca juga: Arys Buntara Sulap Tempat Anker Jadi Kafe Resto Roemah Kentang yang Unik dan Keren

Di samping itu Pemkot Cimahi tahun 2021 sudah menetapkan dua unit bangunan sebagai cagar budaya melalui SK Wali Kota yaitu RS Dustira dan Pemasyarakatan Militer II Cimahi atau Penjara Poncol.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved