Wawancara Eksklusif

Wabup Majalengka, Tarsono D Mardiana Ungkap Rahasianya Pulih Kembali dari Dua Kali Positif Covid-19

Saya suka meminum air kelapa. Biasanya saya meminumnya pagi hari saja. Tapi, saat terpapar, malam hari juga minum air kelapa dicampur madu asli.

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana 

TERPAPAR Covid-19 untuk kedua kalinya, 3 Juli lalu, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana, hanya perlu enam hari untuk kembali pulih. Banyak yang terheran-heran dengan cepatnya orang nomor dua di Majalengka itu sembuh dari Covid. Sebab, biasanya, orang baru dinyatakan kembali pulih setelah menjalani  setidaknya 10 hari perawatan. Tarsoro rupanya memiliki kiat sendiri agar segera pulih dari paparan virus ini. Berikut petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Cirebon, Eki Yulianto dengan Wabup Tarsono, Senin (12/7)

Apa yang Bapak pikirkan saat hasil tes memastikan bahwa Bapak kembali terpapar Covid-19?

Saya tidak punya pikiran apa-apa. Jadi saya biasa saja, karena memang tidak ada keluhan apa-apa. Namun, kembali dinyatakan positif, tentu memberi pelajaran berharga. Menjadi cambuk bagi saya untuk lebih berhati-hati.

Kali kedua terpapar Corona, Bapak cepat sekali pulihnya. Apa yang Bapak lakukan?

Saya mengajak tubuh saya agar terus bahagia. Caranya dengan selalu berpikir positif. Saya juga tak menghentikan kebiasaan saya berolahraga.

Tarsono D Mardiana
Tarsono D Mardiana (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Apa lagi selain itu?

Saya suka meminum air kelapa. Biasanya saya meminumnya pagi hari saja. Tapi, saat terpapar, malam hari juga minum air kelapa dicampur madu asli. Saya juga lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. Alhamdulilah tidak sampai seminggu saya sudah pulih kembali dinyatakan negatif Covid-19.

Sebelum terkonfirmasi positif, apa saja yang Bapak lakukan untuk menjaga imun?

Dalam seminggu, saya olah raga setidaknya tiga kali. Seringnya treatmil dan lari karena kebetulan di belakang rumah ada kebun jadi bisa dimanfaatkan untuk olahraga. Selama olahraga, saya ditemani kambing-kambing saya, jadi saya keliling di kebun yang langsung di bawah sinar matahari.

Baca juga: Ridwan Kamil Akui Sudah Tidak Ada untuk Bansos Covid-19, Berharap Herd Imunity Tercapai

Selama menjalani isolasi, apa lagi yang Bapak lakukan?

Di rumah, selain tadi yang saya sebutkan, saya juga sering mendengarkan musik, karena secara tidak langsung mendengarkan musik itu meningkatkan imun tubuh.

Meski sedang menjalani isolasi, komunikasi saya dengan teman-teman juga tidak terputus. Sebab, saya meyakini, berkomunikasi itu juga bisa meningkatkan imun.

Bapak sudah divaksin, tapi tetap terpapar. Bagaimana bisa terjadi?

Benar, saya sudah divaksin dan masih terpapar. Tapi, saya yakin vaksin yang ada di tubuh saya itu telah menjadi tameng. Sehingga, mana kala dikatakan positif Covid-19, saya merasa tetap kebal dan bisa yakin akan segera pulih kembali. Jadi, vaksin itu juga sangat penting.

Ramuan madu dan bawang putih untuk mempercepat pemulihan, itu Bapak tahu dari siapa?

Ada teman yang memberi tahu saya bahwa ramuan madu dan bawang putih bisa mematikan virus. Saya juga ingat kata pepatah orang tua bahwa orang tua dulu itu memanfaatkan bawang putih dan bawang merah untuk dijadikan lalapan dan sambel. Bahan-bahan itu dipercaya bisa mengantisipasi masuk angin. Nah begitu juga ada teman yang memberi tahu jika madu dan bawang putih untuk dimakan. Hasil kiriman dari Kuwu Lemahsugih itulah, saya manfaatkan madu dan irisan bawang putih untuk diminum.

Baca juga: Acep Purnama: Jangan Main-main dengan Covid-19, Refocusing Anggaran untuk Pengadaan Vaksin

Nah sekarang saya sudah negatif, saya turunkan lagi intensitasnya karena terlalu banyak juga berdampak pada tekanan darah yang mana darah saya rendah.

Efeknya langsung terasa setelah berapa hari setelah meminum ramuan itu?

Yang saya rasakan, efek sudah terasa dalam waktu tiga harian.

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana
Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Saat ini sedang PPKM darurat, kasus Covid di Majalengka juga masih tinggi. Bagaimana cara menangani kasus ini?

Penanganan Covid-19 di Kabupaten Majalengka dalam masa PPKM darurat, saya kira pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,  harus bersama-sama dengan seluruh komponen, bersama-sama menginsafi, menyadari bahwa pandemi Covid-19 tanggung jawab semua.

Kami harus taat terhadap anjuran pemerintah, semua diam di rumah, kecuali hal-hal yang sangat penting baru dilakukan. Kalau pun keluar rumah, dipastikan prokes wajib.

Baca juga: Dedi Taufik Kurohman: Bangkitkan Pariwisata Jabar, Tekan Penyebaran Covid-19

Apakah kesadaran masyarakat menurut pendapat Bapak?

Masih ada masyarakat yang belum sadar bahaya Covid-19 sesungguhnya. Saya menyaksikannya sendiri. Saya harap, masyarakat ayolah, bukan untuk siapa-siapa, untuk semua. Mari taati anjuran pemerintah, taati prokes. Ini untuk kebaikan semua, hilangkan prasangka buruk terhadap pemerintah.

Pak Bupati dan Pak Sekda juga terpapar Covid. Bagaimana  kondisi mereka sekarang?

Kondisinya semakin membaik. Saya tahu karena selalu berkomunikasi dengan Pak Bupati melalui telepon, begitu juga dengan Pak Sekda. Pak Sekda bahkan sudah bisa chattingan sama saya. Artinya kondisinya membaik. Mohon doanya untuk semua, agar kita selalu sehat. (tribun cirebon/eki yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
394 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved