Dadang Supriatna Merancang Perubahan untuk Kabupaten Bandung, Sejak Kecil Kerja Keras di Pabrik Bata

"Kalau saya harus buka, dalam karier saya itu yang paling berjasa kakak saya almarhum H Resmana"

Penulis: TribunJabar
Editor: adityas annas azhari
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Bupati Dadang Supriatna saat meninjau Sungai Citarum 

SETELAH menunggu beberapa bulan karena adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan akhirnya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Bandung pada 26 April 2021.

Kini sudah lebih dari dua bulan, Dadang menjabat sebagai bupati Bandung. Di awal kepemimpinannya, dihadapkan pada Pandemi Covid-19 yang sekarang justru semakin meningkat. Dadang pun mencoba merancang perubahan untuk Kabupaten Bandung dengan berbagai program yang akan dijalankannya.

Mengawali karier sebagai pengrajin bata merah, punya perusahaan sendiri, jadi kepala desa dua periode, jadi anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi, Dadang kemudian sukses merebut kursiĀ  bupati Bandung.

Untuk mengorek apa yang akan dan sedang dilakukannya sebagai bupati Bandung, wartawan Tribun Jabar. Lutfi Ahmad Mauludin mewawancarai secara ekslusif bupati murah senyum ini di ruang kerjanya di Kompleks Pemkab Soreang, belum lama ini.

Bupati Dadang Supriatna dan wakilnya, Sahrul Gunawan (kanan) saat berpidato resmi di depan Kantor Bupati
Bupati Dadang Supriatna dan wakilnya, Sahrul Gunawan (kanan) saat berpidato resmi di depan Kantor Bupati, April 2021 (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Bagaimana Anda memandang Kabupaten Bandung saat ini?

Kabupaten Bandung ini suatu kabupaten yang wilayahnya luas, sumber daya alamnya sangat luar biasa dan ini kalau dikelola dengan benar akan berpotensi mendapatkan PAD yang juga sangat luar biasa. Dengan cara apa? dengan cara kebersamaan tentunya. Melalui mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku, saya optimistis Insya Allah kita akan melakukan terobosan- terobosan.

Langkah konretnya seperti apa?

Tengtu harus kerja keras dan terus dipercepat, sehingga dalam bulan ini kami membahas dan membuat sistem karena sistem ini menjadi suatu langkah atau ornamen dan strategi yang harus dilakukan. Para OPD, camat, kepala desa, termasuk stakeholder lainnya harus kompak. Jadi potensi luar biasa itu, seperti seni dan budaya, ini ribuan yang belum tersentuh dan atlet Kabupaten Bandung juga luar biasa, ini harus dikolaborasikan dengan langkah yang dilakukan.

Apakah artinya pembangunan SDM bakal lebih ditingkatkan?

Tentu saja karena selain sumber daya alam, Kabupaten Bandung juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, baik itu ASN-nya, para sarjana, ustaz, maupun komponen masyarakat lainnya. Nanti kami akan maping juga berapa sih lulusan SMA, STM, sarjana, dan lainnya. Lalu disesuaikan dengan kebutuhan daerah, misal butuh tenaga kesehatan, ternyata di Kabupaten Bandung ada lulusan kesehatan, dalam artian baik itu dokter, perawat, atau apoteker dan lainnya, bisa itu dimaksimalkan di sini, SDM harus kita kembangkan dan harus kita arahkan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved