Budi Arab Selalu Ingin Berkreasi Bersama Time Bomb Blues, Generasi Muda Harus Intens Berlatih

"Saya orangnya nggak bisa diam, selalu ingin berkreasi, bermusik. Dari pada bengong, maka saya nyoba bikin proyek lagi"

Editor: adityas annas azhari
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Gitaris Moh Budi Irawan alias Budi Arab 

NAMA sosok musisi yang satu ini, publik Kota Bandung dan Jawa Barat pasti sudah tidak merasa asing lagi. Ia adalah gitaris kenamaan Kota Kembang yang sudah sering malang melintang di pentas hiburan  berbagai daerah. Jika kita menyebut nama lengkapnya, Moh Budi Irawan, mungkin orang tidak akan terlalu mengenalnya. Namun jika kita menyebut nama Budi Arab, publik sudah pasti akan langsung mengenalnya.

Sosok Budi Arab dikenal sebagai gitaris grup band kondang asal Kota Bandung yaitu Time Bomb Blues atau The Time Bomb. Bersama band yang turut membesarkan namanya ini, Budi Arab menjelma menjadi salah satu musisi yang memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan musik, khususnya musik indie, di Kota Bandung.

Bersama band ini pula, aliran blues di Kota Bandung selalu diidentikkan dengan Budi Arab, khususnya bagi mereka yang ingin menampilkan atau ingin melihat band dengan sosok gitaris yang sangat khas dengan gitar Telecaseter dan sebatang rokok di bibir.

Musisi Time Bomb Blues Moh Budi Irawan alias Budi Arab
Musisi Time Bomb Blues Moh Budi Irawan alias Budi Arab (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Budi Arab mengaku bahwa ia tidak merasa telah menjadi seorang musisi yang terkenal dan disegani meskipun pada dasarnya demikian. Ia hanya menganggap bahwa namanya semakin dikenal adalah berkat jam terbang yang sudah sekian puluh tahun bergelut di dunia musik.

"Alhamdulillah hatur nuhun kalau memang orang banyak mengenal saya, saya merasa bukan siapa-siapa karena yang saya lakukan selama ini hanyalah menyalurkan hobi bermain gitar saja," ujar Budi ketika berbincang di acara Kimi Show di Studio Tribun Jabar, Jumat (2/7).

Budi mengatakan, semua ini terjadi berkat awal pertama dia terjun ke dunia musik bersama Time Bomb Blues. Sejak bergabung pada 1993, tiga dekade lalu, setelah diajak almarhum Dani Akung dan Budhy Abuy Lumy.  Saat itu, Budi diajak untuk bergabung bersama Time Bomb Blues untuk mengisi berbagai acara baik berupa event maupun reguler.

Baca juga: Pertama Kali Bikin Gitar dari Kayu Bekas Pintu Rumah, Kini Gitar Buatan Meeng Banyak Dipesan Musisi

"Dari awal itulah memang saya memulai "petualangan" di dunia musik hingga bisa seperti saat ini. Terima kasih untuk seluruh teman-teman Time Bomb Blues dan juga untuk almarhum Dani Akung yang sudah membuat saya seperti sekarang," ujarnya.

Bersama Time Bomb Blues, Budi Arab sempat membuat beberapa album seperti Bawa Ku Pergi & Unreleased, dan satu album kompilasi Indie Blues. Namun sebagaimana lazim terjadi pada sebuah grup band, selalu terjadi bongkar pasang. Budi pun sempat vakum dari Time Bomb Blues dan merilis proyek pribadi bernama Budi Arab Project (BAP).

BAP adalah sebuah kumpulan singel-singel yang diciptakan dan digarap sendiri oleh Budi yang terdiri dari delapan lagu. Di kalangan internal musisi, BAP cukup menuai sukses dan mendapat pujian dan apresiasi yang cukup tinggi dari kalangan musisi lainnya.

Baca juga: Gitar Buatan Hassan Nurudin Laris di Kalangan Musisi, Diminati Korea, Pernah Bikin Gitar Raksasa

Di masa pandemi ini, saat semua dibatasi termasuk event musik, Budi pun kembali berencana membuat kompilasi singel lainnya. Saat ini proses pengumpulan dan persiapan materi sedang dilakukan dengan intens. Menurut Budi, proyek lanjutan ini dilakukan karena selama masa pandemi hampir seluruh agenda yang sudah disusun olehnya bersama band terpaksa dibatalkan sehingga ia banyak "menganggur".

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved