Maya Ramadiyani Hikmatin Berani Menggali Sisi Gelap Dirinya Sendiri

"Kami hanya meluncurkan 200 potong pakaian. Produk memang dibatasi supaya pelanggan yang beli punya kesadaran yang utuh ketika membeli baju"

Dokumentasi Maya Hikmatin
Maya Ramadiyani Hikmatin 

PULIH dari masalah kesehatan mental tidak mudah bagi Maya Ramadiyani Hikmatin (31), perempuan yang kini menuangkan ide-idenya lewat brand pakaian bernama Lepas.

Lagipula, lima tahun lalu, ucapnya, masalah kesehatan mental masih dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan.

"Saat itu aku disadari hal yang aku alami ini bukan penyakit fisik, tapi ini mental breakdown, lagi nggak sehat. Aku cari jalan untuk memulihkan mental illness ini," katanya kepada Tribun Jabar melalui wawancara secara virtual, Sabtu (3/7/2021).

Pengalaman gangguan kecemasaan itu pula yang melatarbelakangi Maya membentuk Lepas.
"Lima tahun lalu, aku belajar self healing karena aku mengalami anxiety (disorder). Saat itu, aku datang ke internist dan dokternya bilang asam lambung tinggi sehingga mengakibatkan jantung berdebar dan muncul panic attack," ujar Maya.

Maya Ramadiyani Hikmatin (kanan)
Maya Ramadiyani Hikmatin (kanan) (Dokumentasi Maya Hikmatin)

Perempuan kelahiran Bandung, 23 April 1990, tersebut pun mencari jalan untuk memulihkan masalah kesehatan mentalnya. Menurutnya, saat itu, cukup sulit untuk mencari bantuan hingga menemukan Hanara Well Being Center, sebuah klinik terapi kinesiologi.

Dari tiap rangkaian kelasnya, Maya mendapatkan pemahaman dan pandangan yang lebih luas. Semula, ia menganggap masalah mentalnya akibat kutukan, kini ia melihatnya sebagai sebuah tantangan menarik dalam hidup.

Baca juga: Rhyma Permatasari Lakukan Bebersih Alam untuk Tenangkan Diri dan Bikin Program Pemberdayan Perempuan

Maya pun merancang Lepas ketika mendapatkan kelas merilis trauma. "Aku kaget ternyata Maya itu memiliki kemelekatan yang besar akan segala sesuatu. Hal itu malah jadi beban," ujarnya.

Sejak itu, ia belajar untuk melepaskan diri dari masalah, sebuah hal menurutnya sulit. Tidak banyak orang berani untuk menggali lebih dalam permasalahan diri. Biasanya, banyak orang yang menghindar dari masalah atau berpura-pura “baik-baik saja”.

Padahal, ucapnya, tiap orang diberikan kesempatan untuk mengenal sendiri. Namun, respons orang berbeda-beda. Ada yang mau dan siap, ada juga yang tidak mau.

Baca juga: Natalia Sunanto Dulu Bikin Dapur Berantakan, Kini Usaha Kue Cokelatnya Berjaya

"Perjalanan mengenal dan memulihkan diri itu bukan perjalanan yang menyenangkan. Kita harus
mengenal borok dan sisi gelap diri sendiri. Perjalanan self healing itu untuk pejuang dan pemberani," ujar Maya.

Ia menyebut perang yang sesungguhnya adalah melawan diri sendiri. Ia begitu merasakannya saat melawan rasa tidak nyaman sekitar lima tahun lalu. Maya hanya punya tekad untuk pulih, berdaya, dan menemukan dirinya yang sejati.

Baca juga: Kenny Dewi: Ibu Adalah Guru Pertama bagi Anak

Berbekal motivasi itu, Maya selalu berusaha menikmati setiap mengenal diri sendiri. "Belajar itu bukan hanya di sekolah, apa pun yang diisyaratkan lewat alam semesta ini juga merupakan sebuah pelajaran," kata Maya.

Sejak saat itu, perempuan lulusan interior designer ini mulai kembali berkarya dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada orang lain yang ia tuangkan lewat Lepas. 

Maya Ramadiyani Hikmatin
Maya Ramadiyani Hikmatin (Dokumentasi Maya Hikmatin)


Lepas Bukan Sekadar Fesyen
LEPAS tidak asing lagi untuk masyarakat di Bandung, sebuah brand yang mengusung gaya pakaian yang simpel dan klasik. Pakaian ini tidak hanya menarik untuk dipakai,tetapi juga mengandung makna yang begitu dalam.

Maya Ramadiyani Hikmatin adalah sosok di balik hadirnya brand ini. Jika banyak orang mengenal Lepas hanya sebagai brand pakaian, Maya justru berharap lebih.

Baca juga: Dengan Modal Rp 500 Ribu Iren Kembangkan Bisnis Hijab, Tak Mau Lagi Berutang ke Bank

"Lepas ini bukan bicara fesyen, kita nggak melabelkan sebagai fashion brand. Pakaian ini jadi kendaraan Lepas untuk menyampaikan pesan tentang nilai-nilai kebaikan," ujar Maya melalui wawancara secara virtual, Sabtu (3/7/2021).

Lepas ini menjadi awal karya Maya yang sempat vakum karena memiliki anak. Ia merancang Lepas dari bahan natural sehingga untuk harganya lebih mahal.

Maya mengatakan tidak menutup kemungkinan suatu Lepas memproduksi makanan, bahkan membuka kelas untuk self healing.

Baca juga: Ardhina Merancang Hijab 4 In 1, Ingin Membangun Mimpi Bersama Anak-anak Muda yang Kreatif

Berdiri sejak Februari 2019, Lepas telah meluncurkan empat season dengan tema yang berbeda. Lepas mengeluarkan produk dalam jumlah yang terbatas.

"Kami hanya meluncurkan 200 potong pakaian. Produk memang dibatasi supaya pelanggan yang beli punya kesadaran yang utuh ketika membeli baju," ucap Maya.

Lepas memiliki ciri khas pakaian yang bahannya loose, tampak jatuh dan tanpa aksesoris. Alasannya membuat pakaian yang simpel itu karena memaknai pakaian sebagai pelengkap untuk melindungi manusia saja.

Maya Ramadiyani Hikmatin
Maya Ramadiyani Hikmatin (Dokumentasi Maya Hikmatin)

Maya juga memanfaatkan kolaborasi dengan produk lain supaya lebih dikenal luas. "Aku bersyukur saat ini bukan lagi hal yang sulit untuk berkolaborasi. Banyak orang punya tujuan yang sama, tetapi dikemas berbeda. Misalnya, Lepas dan kedai Tiasa yang menghadirkan makanan vegan," ujarnya.

Masa pandemi Covid-19, ucapnya, memang menghambat banyak kegiatan sekaligus menjadi tantangan untuk menjaga kewarasan. Bagi Maya, itu bukan alasan untuk saling menyalahkan dan menyesali keadaan. (tribun jabar/putri puspita)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved