Marwan Hamami: Alhamdulillah Kabupaten Sukabumi Sudah Kuning. Ada Gurilaps Potensi yang Masih Tidur

"Bentangan laut kita ada 117 kilometer dengan segala potensi mulai dari surfing, mancing, diving, maupun untuk hal-hal lain"

Dokumentasi Marwan Hamami
H Marwan Hamami bersama istri, Hj Yani Jatnika 

PANDEMI Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun menjadi tantangan yang berat bagi semua kepala daerah, tak terkecuali Bupati Sukabumi, Marwan Hamami. Di satu sisi beragam pembatasan harus terus dilakukan agar penyebaran virus bisa diminimalisasi. Di sisi lain, roda kehidupan tetap harus berjalan meski dengan sejumlah risiko yang harus dihadapi.

Berikut wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, M Rizal Jalaludin, dengan Bupati Marwan Hamami terkait penanganan pandemi Covid-19 di kabupaten tersebut, belum lama ini.

Bagaimana kondisi terkini Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sukabumi?

Kalau berbicara tentang Covid-19, saat ini hasil evaluasi di Kabupaten Sukabumi kami bersyukur Kabupaten Sukabumi sampai dengan posisi terakhir hari ini dari zona kuning menjadi zona oranye karena posisi terpengaruh oleh wilayah lain. Yang jelas kami optimal untuk pencegahan dan penyebaran ini dengan menggerakan semua potensi yang kita miliki, mulai dari TNI Polri maupun juga organisasi-organisasi yang bisa membantu penanganan Pandemi Covid-19 ini.

Bagaimana teknis penanganannya?

Kami bersyukur kabupaten yang sangat luas ini bisa terkaver dalam penanganan Covid-19, dan mudah-mudahan masyarakat yang hari ini terjun membantu tidak jenuh, tidak merasa kecapean. Dalam upaya penanganannya Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya mengurangi mobilitas bagi masyarakat, hingga melakukan penutupan sementara tempat wisata.

Marwan Hamami di antara kegiatan masyarakat Kabupaten Sukabumi
Marwan Hamami di antara kegiatan masyarakat Kabupaten Sukabumi (Dokumentasi Marwan Hamami)

Lebih konkretnya seperti apa?

Banyak langkah yang sudah kita lakukan untuk penanggulangan Covid-19, terutama yang terkait masalah hari ini jadi walaupun potensi pariwisata kita diperlukan pengunjung tapi kita batasi pengunjung yang datang. Juga melakukan imbauan supaya kegiatan-kegiatan yang menimbulkan banyaknya kerumunan seperti hajatan, samenan maupun kegiatan-kegiatan main bola, voli, itu kita batasi untuk pelaksanaannya di lapangan, supaya tidak ada penyebaran. Contoh pertandingan-pertandingan olahraga itu tidak mendatangkan dari luar tapi khusus untuk wilayah sendiri untuk meminimalisasi penyebaran.

Bagaimana soal vaksinasi Covid-19?

Terus terang saja soal vaksinasi ini awalnya kami mengalami kendala karena terbatasnya SDM dan terfokus ke penanganan Covid-19. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini vaksinasi di Kabupaten Sukabumi berjalan dengan baik., bahkan masyarakat sangat antusias untuk divaksin. Hari ini di wilayah Kabupaten Sukabumi pergerakan vaksin sangat baik, semua stakeholder membantu, dan ini mudah-mudahan tetap berlanjut, sehingga target kita perhari 9 sampai 10 ribu bisa terjawab dengan bantuan dari temen-temen TNI Polri, organisasi kepemudaan dan kewanitaan.

Bagaimana dengan kesiapan belajar secara tatap muka?

Sudah, belajar tatap muka di kita sekarang sudah mulai berjalan. Nilai keyakinan untuk mereka melakukan kegiatan ini di kisaran persentase 25 persen sampai 50 persen tergantung pada wilayah di mana mereka melakukan aktivitas. Tapi yang jelas anak-anak sudah mulai diajak untuk tatap muka dan masih juga sebagian secara sistem daring.

Baca juga: Febby Masih Tetap Melukis Meskipun Pesanan Berkurang, Ingin Pindah ke Sukabumi

Bagaimana meyakinkan warga agar kita bisa terbebas dari Covid-19?

Kami ada program dokter masuk kampung yang bertujuan untuk mempermudah warga memeriksakan kesehatannya. Namun tentunya yang paling utama adalah mengajak masysrskat untuk bisa sadar, bisa meyakinkan dirinya sendiri sehingga dalam kegiatan ini (penanganan Covid-19, red) tidak terpaksa, tidak diajak untuk melakukan kegiatan dengan kondisi keterpaksaan. Mudah-mudahan dengan kesadaran ini kita bisa mengajak seluruh masyarakat supaya program yang kita dorong misalnya dokter masuk kampung, supaya bisa berjalan dengan baik. (*)

Baca juga: Bupati Ruhimat: Ibarat Makanan, Subang Saat Ini Seperti Gula yang Dikerumuni Banyak Semut

Gurilaps Potensi yang Masih Tertidur

MENURUT Marwan Hamami, Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah yang kaya sumber daya alam, mulai dari gunung, rimba, laut, pantai, dan sungai (gurilaps). Terlebih saat ini gurilaps itu menyatu dalam warisan dunia Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG).

"Satu potensi yang bisa mensejahterakan rakyat, contohnya kita mempunyai Unesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu, ini merupakan potensi sumber daya alam yang bisa ditingkatkan, ini jadi keyakinan bagi masyatakat bahwa ini harus dipelihara, dicermati dan tentunya mereka juga berupaya memiliki gagasan untuk memanfaatkan potensi itu," kata Marwan.

Tak hanya pegunungan yang memiliki potensi dengan perkebunan dan sumber airnya, Kabupaten Sukabumi juga memiliki laut yang kaya dengan sumber daya laut dan segala potensi lainnya, terutama pelabuhan nelayan. Namun, kata Marwan, saat ini nelayan masih terkendala dengan alat tangkap yang kurang memadai.

"Kalau melihat potensi yang dimiliki Palabuhanratu hari ini persentase yang didapatkan oleh nelayan kita ini karena fasilitas alat tangkap yang sangat tidak memungkinkan secara mekanisasi, masih tradisiona. Ini sebenarnya yang seharusnya bisa mengungkit pertembuhan pemberdayaan ekonomi kelautan," katanya.

Baca juga: Kisah Abi Abdilah Warga Sukabumi yang Tersesat di Hutan Gunung Gede Pangrango dan Berhasil Selamat

Marwan berharap Pelabuhanratu bisa menjadi pelabuhan bagi nelayan maupun bagi kegiatan-kegiatan ekonomi kelautan. “Karena disebutnya juga Pelabuhan, mudah-mudahan jadi ratunya pelabuhan, dan kita memberikan satu ruang pemikiran akan mengembangkan potensi itu," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved