Maudila Tannia Menaklukkan Rasa Takut, Langsung Juara di Kesempatan Pertama

"Tantangan yang aku rasain justru diri aku sendiri, sih. Kalau manjat itu enggak lihat lawan, karena yang dilawan itu justru diri sendiri"

Dokumentasi Maudila Tannia
Maudila Tannia, atlet panjang dinding Jawa Barat 

MENAKLUKKAN rasa takut bukanlah perkara yang mudah. Namun itulah yang dilakukan oleh Maudila Tannia.

Perempuan berusia 26 tahun ini dulu takut ketinggian. Siapa sangka, kini ia menjadi atlet panjat dinding dan menorehkan berbagai prestasi di dalam dan luar negeri.

Ia punya tekad untuk bisa menggapai impian. Ini yang membuat rasa takut bisa dienyahkan dan tak menjadi halangan untuk berkarya.

Maudila Tannia
Maudila Tannia (Dokumentasi Maudila Tannia)

Ditemui di sela latihan di Manjat Climbing Gym, Click Square Mall, Kota Bandung, perempuan yang akrab disapa Dila ini mengatakan, rasa penasaran dan ingin mencoba justru meluluhkan rasa takutnya.

"Setelah rajin latihan manjat akhirnya rasa takut justru diredam sendiri. Memang enggak hilang, apalagi kalau ada pertandingan, ya. Justru rasa takut hilang dengan ketegangan," ujar Dila, Jumat (25/6).

Ia menggeluti olahraga panjat sejak 12 tahun lalu. Sebagai atlet, menurutnya tantangan yang dirasakan ketika bertanding justru bukan karena lawan yang dihadapi.

Baca juga: Aprilia Manganang Bahagia Menjadi Laki-laki, Mantan Atlet Voli Putri Ini Jalani Bedah Korektif

Saat memanjat, kata Dila, justru ada hal yang lebih ia diperhatikannya dibandingkan lawan bertandingnya.

"Tantangan yang aku rasain justru diri aku sendiri, sih. Kalau manjat itu enggak lihat lawan, karena yang dilawan itu justru diri sendiri," kata finalis Asian Youth Speed Classic Singapore pada 2011.

Ia menambahkan dengan berinteraksi dan kepercayaan diri menjadi senjata baginya agar bisa menyelesaikan jalur yang ada dihadapannya.

Jalur tersulit yang pernah dirasakan Dila adalah saat pertandingan Porda 2018.

Baca juga: Atlet Muda Tarung Derajat Berprestasi yang Tergerak Jadi Relawan Palang Merah

"Waktu itu aku sempat mikir bisa enggak, ya. Berbekal percaya sama diri dan yakin sama diri sendiri, aku jadi juara," ucapnya.

Ketika melihat seseorang yang memanjat, memang terlihat mudah karena tinggal berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Namun, kata Dila, ketika memanjat tentu butuh berbagai latihan, bukan hanya latihan fisik saja.  "Aku latihan fisik, cardio, ngegym angkat beban, dan endurance," ujarnya.

Baca juga: Maya Nabila Mahasiswi Program Doktor Termuda di ITB, Ingin Dirikan Sekolah Bagi Orang Kurang Mampu

Untuk latihan endurance, Dila yang menjadi atlet panjat speed ini berlatih seberapa cepat bisa memanjat dan latihan menaklukkan kesulitan jalur untuk pertandingan.

Pengalaman pertama, dikatakan Dila tentu badan akan pegal-pegal. Namun ada kebanggan tersendiri ketika ia berhasil mencapai puncak.

Maudila Tannia saat mengikuti kejuaraan di Singapura
Maudila Tannia saat mengikuti kejuaraan di Singapura (Dokumentasi Maudila Tannia)

Langsung Juara di Kesempatan Pertama

MAUDILA Tannia, telah menekuni olahraga memanjat sejak 12 tahun silam. Bermula dari melihat seseorang yang sedang melakukan panjat dinding, perempuan yang akrab disapa Dila ini mengatakan pada orang tuanya ingin mencoba olahraga memanjat.

Sejak itu, Dila pun mengikuti pelatihan memanjat selama 3 bulan. Dila yang begitu menikmati olahraga panjat pun ditanya untuk ikut pertandingan.

Baca juga: Gadis Penjual Cilok yang Bercadar di Indramayu Ini Gemar Mengajar dan Ingin Melanjutkan Kuliah

"Waktu itu usia aku masih 13 tahun dan pas diajak lomba, ya, mau aja senang. Hal yang enggak disangka aku langsung menang juara pertama dan keterusan ikut pertandingan," ujar Dila saat ditemui di Climbingg Manjat Gym, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jumat (25/6/2021).

Bermula dari rasa ingin tahu dan penasaran akan olahraga memanjat, Dila justru menoreh berbagai prestasi di Indonesia maupun luar negeri.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved