Arys Buntara Sulap Tempat Anker Jadi Kafe Resto Roemah Kentang yang Unik dan Keren

"Saya tidak perlu melakukan banyak promosi, karena orang-orang sudah tahu bahwa di sinilah yang namanya Roemah Kentang"

Penulis: TribunJabar
Editor: adityas annas azhari
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Arys Buntara, pemilik bisnis resto kafe Roemah Kentang 1908 

BANYAK sekali kisah unik di balik kesuksesan sebuah bisnis.  Kisah unik ini bisa terjadi pada berbagai hal, baik pada latar belakang orang yang menjalaninya, jenis usahanya, maupun lokasi tempat usaha.

Namun sepertinya butuh keberanian tinggi jika ingin mengambil sisi unik bisnis dari latar belakang kisah seram di tempat bisnis itu berada. Sebab sejumlah risiko bisnis harus siap dihadapi, di antaranya menghadapi risiko sepi pelanggan yang enggan singgah.

Namun justru inilah yang dihadapi oleh pemilik bisnis Roemah Kentang 1908, Arys Buntara. Dengan keberanian dan tekad bulat, Arys mengubah sebuah rumah di Jalan Banda No 18 Kota Bandung yang konon seram dan berhantu menjadi sebuah lahan bisnis resto kafe bernama Roemah Kentang 1908 yang mampu menyedot banyak pelanggan.

Kafe Resto Roemah Kentang 1908 yang merupakan bangunan heritage tipe B di Jalan Banda No 18 Bandung
Kafe Resto Roemah Kentang 1908 yang merupakan bangunan heritage tipe B di Jalan Banda No 18 Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Dibutuhkan banyak keberanian mengubah rumah hantu ini menjadi sebuah tempat kongko dan bersantai yang enak. Terlebih modal yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit. Namun begitu, Arys tak pantang mundur dengan tekadnya menyulap rumah hantu ini menjadi resto kafe yang menyenangkan.

"Karena saya sangat menyukai tantangan," kata Arys ketika disinggung soal keberaniannya mengubah rumah seram menjadi resto kafe, beberapa waktu lalu di Roemah Kentang 1908.

Baca juga: Sejak Kecil Mahiir Ingin Melihat Seluruh Pelosok Indonesia dengan Bersepeda, Ia Sukses Mewujudkannya

Arys menyebutkan, bisnis resto kafe ini didirikan pada 5 Desember 2020 berawal dari rasa penasarannya terhadap rumah heritage yang konon, ia dengar, berhantu. Rumah ini dipillih karena Arys merasa tertantang untuk mengubah citra rumah berhantu ini menjadi sebuah tempat yang nyaman dan asyik untuk bersantap santai.

"Terlebih rumah ini memiliki lokasi yang strategis," katanya.

Karena berdiri di atas lahan heritage, Arys pun menyediakan menu-menu masakan yang disesuaikan dengan tempat ini, yaitu menu yang disebut Peranakan. Menu ini adalah menu perpaduan Timur Tengah, barat, oriental dan Asia yang diolah oleh koki lokal. Karena itu, tercipta menu perpaduan yang memang tidak seoriginal bawaannya.

Baca juga: H Eman, dari Kusir Delman Hingga Sukses Menjadi Saudagar Kuda, Sekali Jual Kuda Puluhan Juta Rupiah

Terletak di Jalan Banda, Roemah Kentang 1908 berada di persimpangan Jalan Banda dan Aceh. Tempat ini dikelilingi kawasan jalan rindang dan kawasan olahraga yakni Lapangan Saparua yang membuat tempat ini nyaman sebagai tempat bersantai.

Karena kondisi inilah, maka resto kafe ini menyasar segmen mapan usia 40 tahun ke atas meskipun pada kenyataannya banyak kalangan muda yang singgah ke sini.

Arys Buntara, pemilik bisnis resto kafe Roemah Kentang 1908 di Jalan Banda No 18 Bandung
Arys Buntara, pemilik bisnis resto kafe Roemah Kentang 1908 di Jalan Banda No 18 Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)
Sumber: Tribun Jabar

Halaman selanjutnya

Menyulap Tempat Angker

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved