Yusup, Pembuat Peti Jenazah di Sumedang, Kewalahan Layani Pesanan Terpaksa Tambah Karyawan

"Pada awal Juni ini, permintaan peti jenazah meningkat siginifikan, permintaan setiap harinya mencapai 10 hingga 14 unit peti jenazah"

Tribun Jabar/Kiki Andriana
- Yusup Supriatna (45) sedang membuat peti jenazah di Dusun Sukajadi RT02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu (19/6/2021). 

PANDEMI Covid-19 melumpuhkan beragam sektor, tak terkecuali ekonomi. Sedikit yang bisa bertahan dalam situasi serba sulit ini.

Yusup Supriatna (45) di antara yang bisa bertahan. Dengan keahliannya mengolah kayu, dia membuat peti mati untuk dipakai penguburan jenazah akibat Covid-19.

Sehari-hari, Yusup bekerja membuat peti mati di bengkel kayunya, Dusun Sukajadi RT 02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Proses pembuatan peti jenazah di Dusun Sukajadi RT 02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Proses pembuatan peti jenazah di Dusun Sukajadi RT 02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Yusup mengaku, pesanan peti jenazah mengalami peningkatan signifikan sejak kasus positif Covid-19 di beberapa kota di Jawa Barat meningkat.

"Pada awal Juni ini, permintaan peti jenazah meningkat siginifikan, permintaan setiap harinya mencapai 10 hingga 14 unit peti jenazah," kata Yusup Supriatna saat ditemui Tribun Jabar di bengkelnya, Sabtu (19/6).

Menurutnya, permintaan peti mati itu datang dari beberapa rumah sakit dan yayasan di Jawa Barat. Misalnya, Rumah Sakit Santosa, Yayasan Bintang Abadi, RS Salamun, RSUD Kuningan, RS Dustira, dan RS Santo Yusuf.

Baca juga: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Sudah Berupaya Maksimal untuk Cegah Mudik

"Kalau awal pandemi Covid-19 tahun lalu, hanya terjual empat unit hingga enam unit peti setiap minggunya. Harga per satu unitnya Rp1 juta," kata dia.

Yusup menambahkan, meningkatnya pemintaan peti jenazah membuat dirinya kewalahan dalam urusan produksi.

"Kewalahan, orderannya dalam sehari selalu ada. Untuk memenuhi order itu, saat ini karyawan pun ditambah jadi delapan orang dari yang sebelumnya hanya tiga orang," ucap Yusup.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Siswa SMKN 1 Sumedang Memproduksi Lampu LED, Memasok ke Kalimantan

Peti mati yang dibuat Yusup berbahan tripblok. Bahan ini selain mudah didapat, juga tidak terlalu berat untuk ukuran peti mati.

 Ukuran yang biasa diterapkan Yusup untuk peti-petinya yakni panjang alas 190 sentimeter dengan panjang atas lebih tujuh sentimeter, yakni 197.

 Tinggi peti di bagian kepala 38 sentimeter dengan tinggi di bagian kaki 27 sentimeter. Lebarnya, di bagian alas kepala 52 sentimeter, kemudian di bagian atasnya 60 sentimeter.

 Bagian peti mengerucut di bagian kaki. Yakni, lebarnya alas bagian kaki 37 sentimeter, dan lebar kaki atas 42 sentimeter. (tribun jabar/kiki andriana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved