Ridwan Kamil Akui Sudah Tidak Ada untuk Bansos Covid-19, Berharap Herd Imunity Tercapai

"Masterpiece bagi saya bukan berarti paling mewah ya, karena masjid itu penuh puisi. Jadi kalau pujangga itu berpuisi dengan kata, arsitek itu berpuis

Tribun Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat wawancara dengan Tribun Jabar, Selasa (15/6/2021) 

Sisanya harus bagaimana?

Justru itu yang banyak kan sisanya, warga yang tidak membela negara dengan profesi, ilmu, harta, dan tenaga, bela negaralah dengan taat kepada negara. Dengan taat Anda tidak jadi korban perang. Karena Covid-19 ini senang di kerumunan, senang pada orang yang abai, senang pada orang yang cuek dan sebagainya, saya titip kepada warga Jawa Barat, hayu dalam perang ini bela negara kita dengan taat pada aturan arahan. Dengan ketaatan kita bisa menang melawan pandemi ini.

Politik Bukan Matematika

BERBAGAI survei nasional menempatkan Ridwan Kamil sebagai satu nama dengan tingkat elektabilitas tertinggi di Indonesia untuk Pilpres 2024. Namanya selalu disebut, setidaknya dalam lima besar sebagai tokoh dengan angka elektabilitas tertinggi di Indonesia.

Mengenai peluangnya bertarung dalam Pilpres 2024, Kang Emil mengatakan jika mau realistis yang lebih mudah dicapai adalah menjadi Gubernur Jabar untuk periode kedua. Sebab ia baru menjabat satu periode.

"Kalau saya, yang realistis ya, saya kan baru periode pertama, usia juga masih kepala empat menjelang kepala lima, jadi gubernur itu lebih realistis ya. Jadi pada 2024, opsi yang paling realistis adalah melanjutkan yang namanya Gubernur Jawa Barat periode kedua dengan semangat," katanya.

Aktivitas Ridwan Kamil meninjau tenaga kesehatan di tengah pandemi
Aktivitas Ridwan Kamil meninjau tenaga kesehatan di tengah pandemi (TribunJabar)

Namun dalam perjalanannya, kata Kang Emil, ada dinamika pemilihan di level nasional yakni Pilpres 2024. Menariknya kini, semua nama calon yang muncul rata-rata memiliki nilai atau peluang keterpilihan yang tidak terlalu jauh berbeda. Berbeda dengan 2014 dan 2019 saat Jokowi effect membuat peluang kemenangan untuk calon yang lain relatif kecil.

Menurut Kang Emil, Pilpres 2024 sangat menarik jika politik dipandang sebagai bukanlah matematika. Karenanya, ikhtiar dan takdir menjadi penentu dalam pemilihan ini. Hal ini pun sempat terjadi pada Pilpres 2019, saat itu siapapun tidak bisa menerka pasangan yang akan bersaing pada pilpres tersebut.

Baca juga: Gubernur Jabar Pertimbangkan Bertemu Imam Besar FPI, Ini Profil Singkat Habib Rizieq

"Pak Ma'ruf Amin jadi wapres juga kan tidak pernah disurvei, tidak pernah ada balihonya kan. Siapa yang mengira tiba-tiba takdirnya seperti itu. Pak Sandiaga Uno juga begitu. Dulu saya mengira kalau ada koalisi, capresnya dari partai A, berarti wakilnya dari partai B. Ternyata tidak juga, Pak Prabowo dari Gerindra dan Pak Sandi Gerindra juga. Kok bisa, itu tadi karena politik bukan matematika," kata Ridwan Kamil.

Karenanya, kata Kang Emil, Pilpres 2024 masih terlalu gelap mengenai siapa dan partai mana yang bergabung. Pasangannya pun bisa kepala daerah dengan kepala daerah, kepala daerah dengan ketua partai, kepala daerah dengan menteri, atau pilihan lainnya.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved