Rhyma Permatasari Lakukan Bebersih Alam untuk Tenangkan Diri dan Bikin Program Pemberdayan Perempuan

"Aku akan fokus pada waktu juga karena kalau kerjanya tertekan justru memberikan hormon yang negatif pada tubuh"

TribunJabar/Putri Puspita
Rhyna Permatsari, pendiri Yayasan CAI 

"Tantangan yang aku rasain adalah banyak orang yang mikir ‘ngapain sih di situ terus?’ Hal ini terjadi karena mereka belum lihat dampak dalam jangka panjang. Jadi memang harus pendekatan terus sama warga sekitar," katanya.

Rhyma dan kawan-kawan pun harus terus menjelaskan bahwa pekerjaan mereka bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan, tentunya, bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Baca juga: Gea: Menangis Tak Membuat Masalah Hilang, Perempuan Tetap Harus Meraih Mimpi

Ia juga tak lelah mengajak orang-orang masuk Yayasan Cai dan membuat sebuah program women empowerment alias pemberdayaan perempuan.

Ia membuka kesempatan bagi para perempuan lainnya yang mencintai alam dan ingin ikut menjaga alam untuk bergabung bersamanya.

Selalu Filter Konten untuk Media Sosial

Aktivitas di media sosial meningkat di masa pandemi Covid-19. Melalui media sosial, banyak influencer membagikan berbagai konten mulai dari makanan, wisata, hingga konten lain yang edukatif.

Rhyma Permatasari juga termasuk influencer yang makin aktif di media sosial. Kini, perempuan berusia 25 tahun itu memiliki 57 ribu pengikut di Instagram.

Baca juga: Yanti Lidiati Rela Habiskan Waktu dan Tenaga untuk Berdayakan Perempuan di Desa Lampegan, Bandung

Ia mengaku termasuk orang yang berhati-hati untuk mengunggah konten ke media sosial karena mempertimbangkan dampak dari unggahannya ke media sosial. Rhyma menyadari siapa pun bisa mengakses media sosial, tapi tak semua tayangan konten cukup mendidik.

Ia selalu berusaha untuk agar konten-konten yang ia unggah ke media sosial berdampak positif bagi banyak orang, terutama generasi masa kini.

Baca juga: Perempuan Bisa Mandiri dengan Memulai Usaha

"Sebelum posting, lihat dulu dampak positif dan negatifnya. Misalnya, kalau aku memberikan hal negatif, akan menjadi dosa jariyah buat aku. Sebaliknya, kalau aku menyebarkan informasi positif maka akan jadi amal jariyah," ujarnya saat berkunjung ke studio Tribun Jabar, Jumat (11/6).

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved