Nasrudin Azis Bicara Tentang Sukses Keluar dari Zona Merah, Masa Kecil, Hingga Provinsi Cirebon

Berubahnya status kewaspadaan itu membuktikan bahwa masyarakat mampu menjaga Kota Cirebon dari serangan wabah virus korona

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Nashrudin Azis, Wali Kota Cirebon 

WACANA pembentukan Provinsi Cirebon sudah lama bergulir dan hingga kini kerap disuarakan sejumlah orang, namun bagi Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis wacana itu kini tidak relevan lagi, seiring pemerataan pembangunan yang kini berjalan di Provinsi Jawa Barat.

Kota Cirebon juga pernah menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Jawa Barat yang menyandang status zona merah Covid-19, bagaimana semua itu terjadi dan bagaimana dalam tempo satu minggu status itu berubah menjadi zona oranye?

Nashrudin Azis pun ternyata sejak kecil tak jauh-jauh dari pemerintahan, sebab pria murah senyum ini lahir dan besar di dekat Alun-alun Kejaksan, pusat segala kegiatan di Kota Cirebon. Untuk mengungkap sosok dan pandangan pria yang satu ini, wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi berkesempatan mewawancari secara ekslusif Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis di ruangkerjanya, pekan lalu.

Nasrudin Azis, Wali Kota Cirebon
Nashrudin Azis, Wali Kota Cirebon (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Kota Cirebon sempat menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah Covid-19, bagaimana sekarang perkembangannya?

Alhamdulillah, saat ini Kota Cirebon berstatus zona oranye, bukan zona merah lagi seperti pekan lalu. Berubahnya status kewaspadaan itu membuktikan bahwa masyarakat mampu menjaga Kota Cirebon dari serangan wabah virus korona. Kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Cirebon.

Status zona merah ke zona oranye berubah hanya dalam waktu satu pekan, apa yang dilakukan?

Kami bersama TNI-Polri dan seluruh instansi yang terlibat dalam Satgas Penanganan Covid-19 bekerja keras dalam menerapkan PPKM mikro hingga ke tingkat RT dan RW sehingga Kota Cirebon berhasil keluar dari zona merah dalam waktu yang relatif singkat. Tapi, hasil kerja keras ini tidak akan bertahan lama manakala kesadaran masyarakat Kota Cirebon dalam mematuhi protokol kesehatan menurun.

Apakah kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan berpengaruh terhadap penanganan Covid-19 di Kota Cirebon?

Tentu saja. Kebijakan Pemkot Cirebon tidak akan berhasil jika tidak didukung peran aktif masyarakat. Jadi, masyarakat Kota Cirebon harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pada dasarnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui kebijakan yang dikeluarkan semata-mata demi menjaga kesehatan warganya.

Setelah Kota Cirebon tidak lagi berstatus zona merah Covid-19, apakah Pemkot Cirebon akan memberikan relaksasi?

Sumber: Tribun Cirebon

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved