H Nanang Permana: Biarlah Pendapatan Asli Daerah Pas-pasan Tapi Rakyat Bahagia

"...bagi yang menganggap Galuh itu merupakan kerajaan besar, pergantian nama menjadi tidak relevan.

Editor: adityas annas azhari
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana 

KETUA DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana berbicara banyak hal tentang Kabupaten Ciamis. Mulai dari pro kontra pergantian nama Kabupaten Ciamis kembali menjadi Kabupaten Galuh, hingga tentang pandangannya yang cukup nyeleneh yakni lebih baik PAD (Pendapatan Asli Daerah) Ciamis pas-pasan tapi rakyatnya bahagia.

Bagaimana Nanang memandang Ciamis kini dan nanti, serta bagaimana pendapatnya tentang duet pemimpin Ciamis saat ini yakni Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Yana D Putra, wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani berkesempatan mewawancarai Nanang secara ekslusif.

Wawancara berlangsung di ruang kerjanya di Kantor DPRD Ciamis, tepat setelah peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni 2021. Berikut petikan wawancara ditampilkan dalam lima tulisan di bawah ini. 

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, secara  geopolitik pemerintahan Kabupaten Ciamis yang dua tahun ini dipimpin Bupati Herdiat Sunarya dan Wabup Yana D Putra sudah berjalan sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Nanang mengatakan, di tengah himpitan ekonomi pada masa pandemi ini, Ciamis punya solusi. Di antaranya kebijakan Herdiat membagi-bagikan jutaan benih mujair kepada masyarakat. “Saya sendiri sudah melihat hasilnya. Warga sudah menikmati uang dari ikan mujair itu,” ujar Nanang.

Baca juga: Acep Purnama: Jangan Main-main dengan Covid-19, Refocusing Anggaran untuk Pengadaan Vaksin

Tak hanya mendatangkan uang (solusi ekonomi), dari budidaya ikan mujair itu masyarakat juga bisa memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi untuk meningkatkan imunitas pada masa pandemi ini.

Untuk menangkal penyebaran virus korona pada bulan Maret 2020, Ciamis sudah menerapkan karantina terbatas (PPKM terbatas), dengan menyekat setiap pintu masuk Ciamis. Padahal waktu itu kasus positif Covid-19 belum ditemukan di Ciamis. Setiap pendatang (pemudik) yang pulang kampung diminta untuk tidak keluar rumah dulu dan segera mendatangi puskesmas.

Baca juga: Muhammad Yusuf Targetkan Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Turun 10 Persen di Akhir Masa Jabatannya

Kini setelah setahun lebih pandemi, angka kasus Covid-19 di Ciamis sudah menembus angka 5.054 dengan angka kematian 212 orang. Covid-19 telah menguncang berbagai sendi kehidupan dan pembangunan pun melambat.

“APBD dipangkas, di-recofusing. Itu terjadi tidak hanya di Ciamis tetapi juga di kabupaten/kota lainnya di Indonesia,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Di tengah melambatnya peningkatan pembangunan tersebut, menurut Nanang, tidak relevan membandingkan kondisi Kabupaten Ciamis dengan Kota Tasikmalaya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved