Muhyidin Tekun membudidayakan Lebah Klanceng. Raup Puluhan Juta Rupiah dari Stup Madu

"Lebah ini ukurannya sangat kecil mirip seukuran lalat dan tidak berbahaya, tidak menggigit dan akrab di sekitar kita"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Muhyidin, pembudi daya lebah madu klanceng 

BUDI DAYA madu dari lebah klanceng sedang berkembang. Hasil madu yang lebih baik dari madu budi daya lainnya, serta kualitas yang bersaing, menjadikan madu jenis ini sangat digemari meski di pasaran harganya relatif lebih tinggi dibanding madu biasa.

Seorang pembudidaya madu klanceng, Muhyidin, menyebutkan bahwa budidaya madu dari lebah klanceng sangat mudah diaplikasikan dalam keseharian. Bahkan tidak harus memiliki keahlian khusus beternak lebah madu.

Yang dibutuhkan untuk membudidayakan madu ini hanyalah memiliki modal cukup dan pekarangan untuk menanam tumbuhan atau tanaman tempat lebah berkembang-biak.

Muhyidin membudidyakan lebah madu klanceng di Jalan Cibuntu Selatan RT 03/07, Bandung
Muhyidin membudidyakan lebah madu klanceng di Jalan Cibuntu Selatan RT 03/07, Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

"Lebah ini ukurannya sangat kecil mirip seukuran lalat dan tidak berbahaya, tidak menggigit dan akrab di sekitar kita," ujar pria 46 tahun saat ditemui di tempat salah satu mitranya, di Jalan Cibuntu Selatan RT 03/07, Bandung,  belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Udin mengatakan bahwa karena alur distribusinya jelas, bisnis madu di bawah Mahakarya Berkah Madani (MBM) yang digelutinya berjalan mulus. 

Baca juga: Berhenti Jadi Karyawan di Perusahaan Swasta, Nendi Suhendar Sukses dalam Bisnis Budi Daya Ikan Koi

Sejak awal bergabung sebagai mitra,  Udin mengaku tidak pernah menemui kesulitan. Sejak pertama kali mengembangkan bisnis ini dari MBM pada Desember 2019, Udin terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Awalnya Udin hanya berinvestasi 10 stup (sarang) bibit lebah madu klanceng dengan total harga Rp12 juta,  di mana setiap stup dibanderol dengan harga Rp1,2 juta. Singkatnya, ia mampu mengembangkan bisnis hingga mampu membuat jaringan keagenan sendiri.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

"Total stup yang saya kembangkan jumlahnya sekarang lebih dari seratus," ujar Udin.

Udin sendiri mengaku awal melakukan bisnis madu ini sempat diragukan bahkan dicemooh beberapa rekannya. Menurut Udin, ia memahami keraguan teman-temannya mengingat bisnis ini masih baru dan belum ada bukti otentik yang bisa meyakinkan masyarakat saat itu.

"Saya tidak menyalahkan teman-teman yang meragukan bisnis ini pada awalnya, tapi saya bertekad untuk suatu hari menjadikan mereka sebagai partner bisnis," ujarnya.

Baca juga: Bermula dari Hobi, Jhon Akhirnya Membuka Peternakan Burung, Omzetnya Capai Rp 100 juta Per Bulan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved