Keke Melukis 156 Sosok Individu di Kanvas dengan Dominasi Warna Kuning.Pewarnanya dari Kunyit

"Memang, kebutuhan untuk melukis tidak murah harganya, tapi bisa saya manfaatkan bahan-bahan seperti kunyit, arang, bubuk kopi..."

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Edrike Joosencia (Keke) di depan karyanya "Semmanjala" 

EDRIKA Joosencia, wanita kelahiran Cimahi, 23 Agustus 1991, sudah akrab dengan dunia seni dan kreatif sejak umur 4 tahun.

Wanita yang akrab disapa Keke ini, mengawali sepak terjangnya di dunia seni rupa dimulai dari Coffee Shop. Gaya karyanya cukup khas seperti menggunakan charcoal, elemen realis, dan media berukuran besar.

" Kali ini, saya datang membawa karya baru bertajuk Semmanjala. Artinya ialah pikiran, jiwa, dan tubuh. Ada 156 sosok individu yang dituangkan di atas kanvas ini. Setiap individu itu ialah entitas yang kompleks," kata Keke saat ditemui di suatu Kedai Kopi di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Minggu (30/5/2021).

Edrike Joosencia (Keke) menceritakan karya seninya
Edrike Joosencia (Keke) menceritakan karya seninya "Semmanjala" di salah satu ruangan di kedai kopi di Bandung. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Dari 156 orang dari berbagai karakter yang tertuang di atas kanvas tersebut, sebagian adalah orang terdekatnya, seperti pengasuhnya sewaktu kecil (bibi) teman sepermainannya bahkan dirinya sendiri.

Setiap goresan di atas kanvas tersebut, wujudnya sekilas sama, namun, ketelitian Keke melalui perenungannya, bahasa tubuh dan pakaian yang sering digunakan objek yang dilukis pun sama.

Baca juga: Trisna Batara, Seniman Sketsa Bandung, yang Karyanya Terkenal di Kalangan Tokoh Politik dan Artis

Ada yang unik, lukisan yang akan diperlombakan tersebut, bahan pewarnanya ada yang berbahan kunyit. Lukisan berdiameter 1,8 meter tersebut, didominasi warna kuning dari kunyit.

"Memang, kebutuhan untuk melukis tidak murah harganya, tapi bisa saya manfaatkan bahan-bahan seperti kunyit, arang, bubuk kopi, dan lainnya," katanya.

Edrike Joosencia (Keke) di depan karya seni
Edrike Joosencia (Keke) di depan karya seni "Semmanjala" yang dipajangnya di salah satu ruangan di kedai kopi di Bandung. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Bagi Keke, karya seni adalah cerminan dan wadah terciptanya kehidupan masyarakat. 

Keke mengaku, ia tertarik menggambarkan realitas lingkungan secara langsung dan tegas dan melalui simbol serta abstraksi. 

Baca juga: Mural Hitam Putih Karya Seniman Misterius Ini Mempesona di Kala.Borasi

"Munculnya Semmanjala berawal dari dirinya dipertemukan dengan banyak orang dalam keseharian. Penggunaan kunyit, bunga Lawang, dan urang arung merupakan representasi pemikiran, jiwa,dan tubuh saya sebagai seorang seniman," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved