Dedi Taufik Kurohman: Bangkitkan Pariwisata Jabar, Tekan Penyebaran Covid-19

Memang kalau weekend itu selalu harap-harap cemas ya, karena memang kami lihat frekuensi kunjungan

TribunJabar
Kadisbudpar Jabar, Dedi Taufik Kurohman 

PARIWISATA di Jawa Barat terus mencoba bangkit di tengah pandemi Covid-19. Masa libur Lebaran 1442 H menjadi momentum menggeliatnya kembali sektor pariwisata, sekaligus peningkatan monitoring dan evaluasi penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata di Jawa Barat.

Lantas bagaimanakah upaya dan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangkitkan kembali ekonomi melalui sektor pariwisata dengan tetap mencegah penyebaran Covid-19, berikut wawancara khusus jurnalis Tribun Jabar, Syarif Abdussalam, dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik Kurohman, Rabu (19/5).

Bagaimanakah perkembangan terkini sektor pariwisata di Jabar setelah masa libur Lebaran?

Disparbud Jabar dan Satgas Covid-19 Jabar, juga dengan kabupaten kota melakukan early warning, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata. Selain menegakkan prokes, kita lakukan pengetesan rapid antigen,  kita sebar di 108 titik destinasi wisata yang tersebar di 27 kabupaten kota.

Kadisbudpar Jabar, Dedi Taufik Kurohman
Kadisbudpar Jabar, Dedi Taufik Kurohman (TribunJabar)

Kemudian juga kita lakukan edukasi terutama terhadap pelaku industri pariwisata. Ya kuncinya di masa pandemi Covid-19, pariwisata ini tergantung dengan tingkat disiplin. Yaitu disiplin masyarakatnya, disiplin pelaku industri pariwisatanya, dan para pengunjungnya.

Dengan pendekatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Itu kuncinya. Kalau kita lihat dari kunjungan wisatawan di masa periode Januari sampai dengan April itu memang trennya baik untuk kunjungan lokal, di atas 50 persen. Tapi di bulan Mei ini rata-rata 24 persen.

Berapa banyak alat rapid test antigen yang disiapkan?

Ada 37 ribu alat, dan yang sudah dipakai baru 3.757 alat. Hasilnya, ada yang dinyatakan positif seperti di Tirtamaya ada satu, di Kota Cirebon di Waterboom ada dua yang positif, di Situ Lengkong Panjalu itu juga ada yang positif dua orang, tapi response time dari gugus tugas Covid-19 sangat bagus dan sudah teratasi.

Di sektor pariwisata yang memang kita sekarang dalam rangka pemulihan. Tahun 2022, kita berharap nanti ada sebuah penormalan-penormalan, ini juga diawali dengan pemulihan kita punya strategi-strategi.

Bagaimanakah mengatur sektor pariwisata yang masih diperbolehkan beroperasi, di sisi lain mudik dilarang?

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved