Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

"Alhamdulillah, untuk penjualan keluar negeri yaitu ke Tiongkok, Malaysia, hingga Australia"

Editor: adityas annas azhari
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Deni Santosa pemuda asal Gang Juli, Jalan RA. Kosasih, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi yang menjadi pembudidaya kaktus 

JENUH dengan pekerjaannya sebagai pegawai swasta, Deni Santosa, pemuda asal Gang Juli, Jalan RA Kosasih, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi beralih memilih menjadi pembudidaya tanaman beriklim gersang, kaktus.

Pemuda kelahiran Sukabumi tahun 1990 tersebut, hobi dengan tanaman kaktus sejak empat tahun lalu, ketika itu ia masih sebagai pegawai sebuah perusahaan di Kota Sukabumi.

Awalnya hanya untuk mengisi waktu kosong di hari libur kerja dan seusai pulang bekerja. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari tanaman yang terkenal tumbuh di iklim yang tandus. Rabu (19/5/2021).

Sani Santosa, pembudidaya kaktus asal Kota Sukabumi
Deni Santosa, pembudidaya kaktus asal Kota Sukabumi (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Pemuda berambut panjang, tersebut akhirnya membeli bibit kaktus dari luar kota dengan modal Rp 200 ribu. Semenjak itu ia mulai bisa merawat hingga pembudidayaan dengan berbagai teknik, seperti grafting, stek, dan anakan.

Setelah memiliki sejumlah jenis kaktus pada tahun 2019, dirinya memutuskan mengikuti ontes di Sukabumi, dan tidak disangka Deni memenangkannya, bahkan kaktus jenis Gymno hybrid miliknya ditawar oleh seorang kolektor seharga Rp 15 juta.

Baca juga: Berhenti Jadi Karyawan di Perusahaan Swasta, Nendi Suhendar Sukses dalam Bisnis Budi Daya Ikan Koi

"Semenjak mengikuti kontes itu, saya akhirnya berniat untuk membudidayakan dan keluar dari pekerjaan, hingga saat ini kaktus menjadi mata pencaharian saya," kata Deni saat diwawancarai di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Sebelum pandemi ia mengikuti kontes di Yogyakarta. Kedua kaktus yang diikut sertakan, yaitu Gymnocalycium mihanovichi cristata "Starfire" juara ke 2, dan dijual seharga Rp 15 juta, dan satu lainnya yaitu Gymnocalycium mihanovichi cristata "Carnelia" juga meraih juara ke 2, namun tidak jual.

Hingga saat ini, pria lulusan D3 Managemen Informatika tersebut sudah bisa membudidayakan dan menjual berbagai jenis kaktus, mulai Gymnocalycium mihanovichi variegata, LB hybrid variegata hingga Astrophytum asteria, dan Secculent atau kaktus untuk souvenir.

Baca juga: Bisnis Jasa Titip Sepi Selama Pandemi, Zara El Maulida Sukses Jadi Pengusaha Camilan Buah Kering

"Saat awal pandemi Covid-19 tingkat penjulan kaktus meningkat, untuk pasar lokal dan ekspor sehari dapat menjual melalui online 1hingga 5 pot kaktus," katanya

Kaktus Jenis Gymnocalycium mihanovichi variegata, LB hybrid variegata
dan Astrophytum asterias, ia jual mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 15 juta per pot tergantung bentuk. Sedangkan untuk kaktus secculent atau untuk suvenir dijual Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu per pot.

 Deni Santosa saat menyiram beberapa kaktus untuk di jual di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi
Deni Santosa saat menyiram beberapa kaktus untuk di jual di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

"Alhamdulillah, untuk penjualan keluar negeri yaitu ke Tiongkok, Malaysia, hingga Australia, dan saat ini sedang proses agar bisa menembus pasar Eropa," katanya.

Ia lebih memfokuskan menjual bibit-bibit kaktus dari berbagai jenis, untuk bibit biasa Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per 100 benih, sedangkan bibit Gymno dijual Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per 100 benih.

Baca juga: Rifal Raup Untung Jutaan di Tengah Pandemi, Sukses Beternak Kutu Air, Pesanan Terus Mengalir

"Kalau menjual kaktus yang sudah jadi itu kan jarang-jarang yang belinya, namun untuk penjualan dan pemesaan bibit benih kaktus masih banyak, keuntungannya lumayan sehingga saya lebih memfokuskan di pembenihan," ucapnya.

Berkat kerja keras dan hasil tangannya, Deni dapat meraup keuntungan kotor dari penjualan kaktus tersebut Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per hari. (tribun jabar/fauzi noviandi)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved