Muhammad Yusuf Targetkan Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Turun 10 Persen di Akhir Masa Jabatannya

"Jika prosesnya berjalan lancar, kemungkinan sekitar awal Juni saya sudah bisa dilantik menjadi Wali Kota Tasikmalaya definitif,"

Editor: adityas annas azhari

WAKIL Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf kini diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, menyusul penonaktifan Budi Budiman dari jabatan Wali Kota. Beban tanggungjawab memimpin Kota Tasikmalaya di sisa masa bakti hingga tahun 2022 otomatis berada di pundak Yusuf.

Namun selama memimpin Kota Tasikmalaya dengan status Plt, Yusuf hanya berwenang menjalani program yang sudah berjalan. Meski begitu Yusuf berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan visi misi Kota Tasikmalaya.

Terkait hal ini Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman mewawancarai Muhammad Yusuf secara ekslusif di ruang kerjanya di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (10/5). Berikut petikan wawancaranya disajikan dalam empat tulisan berikut ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Juni Jadi Wali Kota Definitif

Menurut Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf dengan status sebagai Plt tentu ruang geraknya sangat terbatas. "Saat ini kewenangan saya hanya sebagai Plt, melanjutkan program kerja yang sudah ada," kata Yusuf.

Meski begitu, Yusuf mengatakan, proses menjadi Wali Kota definitif kini sedang berjalan. Penunjukan Yusuf sebagai Plt berawal dari vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Wali Kota Tasikmalaya nonaktif, Budi Budiman yang sudah inkrah.

"Jika prosesnya berjalan lancar, kemungkinan sekitar awal Juni saya sudah bisa dilantik menjadi Wali Kota Tasikmalaya definitif," kata Yusuf.

Setelah menjadi Wali Kota Tasikmalaya defitinif, ia tinggal melanjutkan visi misi yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah disusun.

"Pada tahun pertama kami memimpin, sudah terjadi perkembangan yang signifikan. Ditandai dengan menurunnya angka kemiskinan," ujar Yusuf.

Baca juga: Oded: Sudah Ada 191 lokasi Buruan SAE di Kota Bandung, Kang Pisman Terus Berjalan

Ia menargetkan penurunan angka kemiskinan yang sudah tertuang dalam RPJMD sebesar satu persen setiap tahun. "Tapi di tahun pertama kami memimpin, angka kemiskinan sudah turun dua persen, dari 13,6 persen menjadi 12,9 persen," kata Yusuf.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved