Di Sentra Kolang-kaling Desa Girimulya Penjualan Malah Turun Saat Ramadan

"Ya, dikalkulasikan selama dua bulan sebelum puasa hingga Lebaran pada tahun lalu sama tahun ini beda banget".

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Sentra kolang-kaling di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka 

KOLANG-kaling adalah suguhan primadona pada Ramadan. Penganan ini banyak diminati sebagai menu berbuka. Biasanya penjualan kolang-kaling melonjak setiap Ramadan.  Namun, untuk tahun ini,  hal itu tidak terjadi.

Penjualan kolang-kaling  di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka merosot. Iip Lutfirahma (52), penjual kolang-kaling di sana, merasa heran.

 Pria yang sudah kurang lebih 20 tahun itu semakin heran karena kemorosotan penjualan terjadi pada Ramadan.

sentra kolang kaling di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka
sentra kolang kaling di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

 "Tidak terlalu ramai, pokoknya drastis menurun," ujar Iip saat ditemui di kios jualannya di pinggir Jalan Raya Maja-Talaga, pekan lalu

 Tak tanggung-tanggung, penurunan jumlah penjualan kolang-kaling di kios berkisar 50-90 persen dari Ramadan tahun lalu.

Baca juga: Setiap Bulan Agah Menjual 80 Kg Ikan Gabus, Harganya Rp 80.000 Per Kg, Bagus untuk Pengobatan

 Bila Ramadan 2020 lalu masih bisa mencapai satu 100 ton, kini paling mentok hanya tak lebih dari 10 ton dalam kurun waktu dua bulan.

 "Ya, dikalkulasikan selama dua bulan sebelum puasa hingga Lebaran pada tahun lalu sama tahun ini beda banget. Sekarang jual 10 ton saja sudah untung," jelas dia.

 Iip menyampaikan, penjualan masih bisa terbantu dengan adanya pelanggan tetap dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

 Misalnya saja, Iip akan mengirim sebanyak dua ton ke Cirebon pada pekan depan.

Baca juga: Kean Tanam dan Rawat talas Raksasa Selama 5 Tahun, Belum Berniat Menjual Meski Sudah Ditawar Orang

 "Ya, masih ada beberapa yang beli banyak misal hari Minggu besok saya mau ngirim ke Cirebon sebanyak 2 ton. Tapi dibanding tahun lalu, turun drastis," ucapnya.

Sentra kolang kaling di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka
Sentra kolang kaling di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebom/Eki Yulianto)

 Harga kolang-kaling yang naik pada Ramadan tahun ini, yang awalnya Rp 10.000 per kg menjadi Rp 12.000-15.000 per kg, belum cukup menutup penurunan omzet yang terjadi selama pandemi Covid-19.

 Kendati demikian, Iip mengaku tidak akan menutup dagangannya. Ia berdalih meski penjualan menurun, setidaknya dagangan masih laku untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

 "Buat berputar saja, gak ada pilihan lain," katanya.  (tribun cirebon/eki yulianto)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved