Siti Yumna Shiba Jatuh Cinta Pada Mega Mendung, Jadi Perancang Busana di Usia Belia

"Aku ingin menunjukkan  ketika perbedaan ini dipadukan ternyata hasilnya bagus".

istimewa
Siti Yumna Shiba, perancang busana asal Bandung yang masih remaja 

DI usia yang masih remaja,  Siti Yumna Shiba (16) tak henti mengejar mimpinya untuk menjadi fashion designer profesional.  Ketika remaja seusianya banyak yang masih mencari apa yang ingin mereka tekuni, Yumna justru perlahan melangkah mengejar mimpi.

Hasil rancangan batik mega mendung yang di desain oleh Yumna dipamerkan di ajang fashion show pertamanya.  Penonton yang melihat hasil rancangan ini tentu tidak akan mengira jika dibalik kerennya baju ini ada sosok Yumna yang masih muda dalam proses pembuatannya.

Saat ini penggunaan batik tengah ramai digunakan oleh generasi milenial dan gen z.  Viralnya kain batik di media sosial saat ini pun membuat generasi muda peduli dengan kebudayaan yang dimiliki.

Siti Yumna Shiba
Siti Yumna Shiba (istimewa)

Selain itu kain batik yang sebelumnya hanya digunakan untuk acara formal, kini justru dikemas begitu casual dan fashionable.

Bahkan di wilayah Braga, Kota Bandung, saat ini, menggunakan kain batik mulai ramai digunakan untuk foto-foto dan diunggah di media sosial.

"Aku melihat anak muda sekarang senang pakai batik karena bagus untuk di mix and match dengan pakaian casual. Jadi aku ingin mengajak generasi aku untuk bangga juga dengan budaya Indonesia, " ujar Yumna saat ditemui di 23 Paskal, Jumat (7/5).

Baca juga: Indy Ratna Pratiwi, Influencer Fesyen yang Gemar Memadupadankan Warna Busana

Oleh karena itu, Yumna pun ingin mengembangkan kain batik model mega mendung  yang dipamerkannya dalam gelaran fashion show.

Ia menghadirkan enam gaya batik mega mendung yang tampilannya berbeda-beda.

"Tema yang aku ambil terinspirasi dari memadukan budaya Indonesia dan Cina. Aku ingin menunjukkan  ketika perbedaan ini dipadukan ternyata hasilnya bagus dan bisa diterima masyarakat," ucapnya.

Rancangan Siti Yumna Shiba
Rancangan Siti Yumna Shiba (istimewa)

Perancang busana kelahiran Cilegon, 3 November 2004 ini menceritakan  ide budaya Cina ini didapatkannya karena ia mengagumi tembok Cina.  Alasan Yumna memilih batik mega mendung karena dikenalkan oleh sang ayah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved