H Rafani Akhyar: Meski Cuma Empat Orang, Salat Id Jalan Terus

Untuk zona oranye dan kuning, meskipun prinsipnya dibolehkan, tetap harus ada pembatasan jumlah jemaah

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat 

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengimbau agar penyelenggaraan salat Idulfitri dilakukan di rumah masing-masing. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, rupanya memiliki pertimbangan sendiri. MUI Jabar mengizinkan salat Idulfitri berjemaah di masjid dan di lapangan selama menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bagaimana dan kenapa keputusan itu diambil MUI Jabar, beritu petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Cipta Permana, dengan Sekretaris Umum MUI Jabar, Drs H Rafani Akhyar MSi di Kantor MUI Jabar, Jalan LLRE. Martadinata nomor 105, Kota Bandung.  

Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat
Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

MUI Jabar telah mengeluarkan fatwa yang mempersilakan masyarakat untuk menggelar ibadah salat Idulfitri secara berjemaah di wilayah Jabar, akhir April lalu. Padahal, seperti yang kita tahu, sebagian besar wilayah Jabar masih berada di zona oranye. Bagaimana menurut Anda?

Perlu di pahami bahwa penentuan status zona penyebaran covid-19 itu merupakan hasil kajian dan penelitian yang telah dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Artinya, terkait izin penyelenggaraan ibadah salat Idulfitri, disesuaikan dengan kondisi terkini di masing-masing wilayah.

Terkait fatwa MUI Jawa Barat yang telah dikeluarkan beberapa hari lalu mengenai izin penyelenggaraan salat Idulfitri nomor 036/DP.P.XII/V/2021, secara prinsip, fatwa itu sama seperti yang telah dikeluarkan kami pada saat awal Ramadan lalu, di mana mengatur terkait kaifiyah penyelenggaraan salat tarawih dan beberapa ibadah lainnya di bulan Ramadan. Hanya bedanya fatwa terbaru yang telah disampaikan kepada MUI di tingkat kabupaten/kota itu membahas terkait kaifiyah ibadah salat Idulfitri dan mudik Lebaran saja. Maka sebagaimana ketetapan pemerintah, kami pun mengimbau, bagi masyarakat yang berada di zona merah untuk tidak menggelar ibadah salat Idulfitri secara berjemaah di masjid atau lapangan terbuka. Tetap di rumah saja untuk mencegah penularan Covid-19. Jemaahnya tak dibatasi, berapapun anggota di rumah, maka laksanakan. Bahkan mungkin kita bisa mengambil hikmahnya. Berkat adanya larangan salat Id berjemaah di tempat terbuka, maka memaksa seorang bapak atau kepala keluarga untuk bisa khutbah sekaligus imam salat Idulfitri.

Baca juga: Acep Purnama: Jangan Main-main dengan Covid-19, Refocusing Anggaran untuk Pengadaan Vaksin

Bagaimana untuk zona oranye dan kuning?

Untuk zona oranye dan kuning, meskipun prinsipnya dibolehkan, tetap harus ada pembatasan jumlah jemaah, dan lokasinya pun jangan di tempat terbuka seperti masjid besar dan lapangan yang sangat luas yang berpotensi di datangi jumlah jemaah besar dan berasal dari wilayah lain.

Kalau memungkinkan cukup di tingkat RT atau RW saja jemaahnya, sehingga dapat lebih mudah diaturnya. Panitia pun tetap harus memastikan kedisiplinan protokol kesehatan dari jemaah, seperti melakukan pengukuran suhu tubuh jemaah sebelum masuk, penyemprotan disinfektan di sarana atau lokasi yang akan digunakan salat termasuk penggunaan masker bagi jamah mulai dari datang hingga pulang beribadah. Sedangkan untuk zona hijau, karena relatif lebih aman, maka dipersilakan untuk menggelar salat Idulfitri secara berjemaah di masjid atau lapangan terbuka, namun disiplin 5M tetap harus di jaga.

Kami juga menyarankan, di saat darurat begini, agar pemilihan khatib dan imam salat pun agar berasal dari lingkungan setempat saja, engga usah mendatangkan dari luar. Selain itu, untuk bacaan khutbah dan salat juga kami anjurkan agar dilakukan sesingkat mungkin, karena kalau terlalu panjang dimungkinkan kondisi jemaah itu berubah dan demi mencegah kemadaratan dari potensi penularan covid-19.

Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat
Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Bagaimana hukum secara agama terkait pelaksanaan salat Idulfitri di rumah dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini?

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved