Ustaz Tajudin Ikhlas Kakinya Diamputasi, Ia Pun Kian Semangat Mengajar Ngaji

Tapi yang batin saya rasakan justru sangat bahagia hilangnya kaki, karena penyakit-penyakit yang lain juga jadi enggak ada"

Tribun Jabar/Rizal Jalaludin
Ustaz Tajudin dan kaki palsu sumbangan dari Baznas Kabupaten Sukabumi 

KEHILANGAN sebelah kaki tak membuat Ustaz Tajudin (54) kehilangan semangat. Ia justru semakin giat mengajar mengaji di sebuah pondok yang berada tak jauh dari rumahnya di Kampung Cibeureum, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Kaki kiri Ustaz Tajudin terpaksa diamputasi setelah luka kecil yang ia alami karena tergesek bambu, puluhan tahun lalu, berubah menjadi parah dan tak kunjung sembuh. Infeksi membuat kakinya kirinya membengkak dan nyaris tak bisa digerakkan.

"Luka itu terjadi saat saya lagi mesantren di Cicurug. Awalnya tak seberapa, tapi kemudian jadi bengkak," ujar Tajudin saat ditemui di kediamannya  di Kampung Cibeureum, belum lama ini.

Ustaz Tajudin di Kabupaten Sukabumi
Ustaz Tajudin di Kabupaten Sukabumi (Tribun Jabar/Rizal Jalaludin)

Tajudin mengatakan selama 23 tahun ia bertahan dengan bengkak dan rasa sakit yang mendera kaki kirinya itu. Infeksi pada kaki ini, kata Tajudin, perlahan mulai memicu gangguan lain di tubuhnya.

Badannya kerap demam dan rambutnya mulai rontok. Tak hanya itu, sebagian kulit di tubuhnya, terutama di sekitar kaki yang bengkak juga mulai mengelupas.  

Baca juga: Kisah Abi Abdilah Warga Sukabumi yang Tersesat di Hutan Gunung Gede Pangrango dan Berhasil Selamat

"Saya pun akhirnya menyetujui saran dokter untuk amputasi. Dari amputasi hingga sekarang, sudah lima tahun," ujar Tajudin, yang hingga kini hidup berdua dengan ibunya ini.

Tajudin mengatakan, kondisinya membaik setelah kakinya diamputasi. Sakit yang ia rasakan tidak terasa lagi. Begitu juga gatal-gatal dan kulit yang sering mengelupas. Tidak ada lagi.

Ustaz Tajudin menunjukkan kaki palsu bantuan dari Baznas Kabupaten Sukabumi
Ustaz Tajudin menunjukkan kaki palsu bantuan dari Baznas Kabupaten Sukabumi (Tribun Jabar/Rizal Jalaludin)

"Alhamdulillah setelah diamputasi kenikmatan dari Allah terasa semakin bertambah. Di mata umum, kondisi kaki yang sudah diamputasi mungkin sebuah kekurangan. Tapi yang batin saya rasakan justru sangat bahagia hilangnya kaki, karena penyakit-penyakit yang lain juga jadi enggak ada," ujarnya.

Dengan kondisi kesehatan yang terus membaik ini, kata Tajudin, ia pun semakin bersemangat menngajar ngaji di pondok pesantren.

"Sampai sekarang, alhamdulillah masih mengajar di Pondok Pesantren Citespong. Mengajar sambil membantu guru," ujarnya.

Ustaz Tajudin menunjukkan kaki palsu, bantuan dari Baznas Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Ustaz Tajudin menunjukkan kaki palsu, bantuan dari Baznas Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu. (Tribun Jabar/Rizal Jalaludin)

Hal lain yang juga membuatnya bahagia adalah bantuan berupa kaki palsu yang didapatnya dari Baznas Kabupaten Sukabumi, belum lama ini. Kaki palsu membuatnya bisa kembali berjalan.(tribun jabar/M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved