Film Pulau Plastik Sebagai Peningatan untuk Meningkatkan kewaspadaan Terhadap Sampah Plastik

saat mulai syuting film Pulau Plastik,  ada 15 kota yang melarang penggunaan plastik, dan hari ini 57 kota melarang kantung plastik

istimewa
Scene Pulau Plastik 

ANEKA sampah plastik yang sering kita temukan setiap harinya, merupakan masalah besar yang dapat merusak ekosistem alam.

Film dokumenter Pulau Plastik setidaknya dapat membangkitkan rasa peduli dan sebuah alarm terhadap bahaya penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan sangat jelas film ini memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai penghasil sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Cina.

Berbincang dengan pemeran film Pulau Plastik, Tiza Mafira (kanan) di Work Caffe Indonesia, Kota Bandung
Berbincang dengan pemeran film Pulau Plastik, Tiza Mafira (kanan) di Work Caffe Indonesia, Kota Bandung (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Film Pulau Plastik disutradarai oleh Dandhy D Laksono dan Rahung Nasution. Secara garis besar, film ini menggabungkan jurnalisme investigasi dan budaya populer untuk menghadirkan pendekatan baru yang menyoroti  persoalan polusi sampah plastik yang masih menjadi masalah besar di Indonesia.

Dikemas dalam durasi sekitar 100 menit, Pulau Plastik menampilkan perjalanan tiga karakter beda profesi yang peduli dengan lingkungan dan kehidupan.

Baca juga: Pesanan Perahu Melimpah Saat Banjir, Karun & Salim Gantungkan Hidupnya dari Citarum

Film ini akan membawa penonton mengikuti perjalanan tiga orang pemeran utama didalamnya.

Mereka adalah vokalis band Navicula, Gede Robi;  ahli biologi dan penjaga sungai asal Jawa Barat, Prigi Arisandi, serta pengacara Tiza Mafira.

Robi Navicula, Prigi Arisandi, serta Tiza Mafira, pengacara dan Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP) pernah melakukan longmarch tolak plastik sekali pakai pada Juli 2019 di Jakarta.

Mereka mengungkapkan, pemerintah memiliki peran penting dalam menekan sampah plastik, yakni dengan menerbitkan aturan yang melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Scene film Pulau APlastik yang menampilkan upaya bersih-bersih plastik di Kota Bogor
Scene film Pulau APlastik yang menampilkan upaya bersih-bersih plastik di Kota Bogor (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Film dokumenter ini bukan ditujukan  untuk seluruh masyarakat yang punya andil besar dalam terbentuknya gunungan sampah yang ada di lautan lewat komsumsi harian seperti bungkus mi instan, sampo sachet, popok sekali pakai, gelas plastik dari kedai kopi, hingga pengbungkus camilan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved