Al -Qur'an Berusia Ratusan Tahun di Majalengka Terbuat dari Kulit Kayu, Disimpan di Lemari Teratas

“Saya ingst Al-Qu'ran ini, sebelum dipegang oleh saya, lebih dulu dipegang oleh kakek, Aki Manaf".

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Ridwanudin menunjukkan Al-Quran berusia ratusan tahun di kediamannya di Blok Pesantren Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, 

MESKI sudah berusia ratusan tahun, salinan Al-Qur'an yang dibuat KH TB Lathifoedin pada 1658 Masehi, masih tersimpan baik di kediaman Ridwanudin (59), di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Jika tak sedang dibaca, Ridwanudin menyimpannya di bagian paling atas lemari. Membungkusnya dengan kain agar lebih terlindung.

"AGAR tak tak diganggu rayap juga," ujar Ridwanudin, saat ditemui Tribun di kediamannya di di Blok Pesantren, Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Selasa (13/4/2021).

Al-Quran berusia ratusan tahun di  Blok Pesantren Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka,
Al-Quran berusia ratusan tahun di Blok Pesantren Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Ridwan, begitu Ridwanudin biasa disapa, mengaku sudah lama Al-Qur'an ini berada di tangan keluarganya. Diwariskan turun-temurun.

"Saya keturunan ketujuh dari KH TB Lathifoedin yang merawatnya,"  kata Ridwan.

Meski sudah sangat tua, kondisi salinan Al-Qur'an yang terbuat dari kulit kayu ini bisa dibilang masih sangat bagus. Warnanya sedikit kusam, namun-huruf-hurufnya masih terbaca sangat jelas.

Al-Qur'an  berukurann 40x25 sentimeter dengan tebal 12 sentimeter ini pun masih terlihat kuat, sekalipun beberapa lembarannya sudah tak asli lagi karena sudah diganti dengan kertas daluang.

Baca juga: Hanya Perlu Enam Menit untuk Salat Tarawih 23 Rakaat di Pondok Pesantren Al-Quraniyah Indramayu

"Ada beberapa halaman yang memang sudah diganti dengan kertas daluang. Katanya, penggantiannya dilakukan di Cirebon, tapi saya kurang tahu tahun berapa. Jilidnya yang terbuat dari kulit juga sudah berganti," ujar Ridwan.

Nama KH TB Lathifoedin ditulis rapi dengan huruf Latin pada lembar pertama. Kalimat lengkapnya:  KH TB Lathifoedin, tahun 1658, Desa Pegeraji, Maja, Madjalengka.

Dari situ pula, menurut Ridwan, ia ketahui bahwa usia Al-Qur'an ini sudah lebih dari tiga abad.

“Saya ingst Al-Qu'ran ini, sebelum dipegang oleh saya, lebih dulu dipegang oleh kakek, Aki Manaf. Setelah itu sempat dipegang almarhum Uwak Muhtak, kakak dari orang tua saya. Setelah Uwak Muhtak meninggal, Al-Qur'an ini kemudian dipegang ayah saya, KH Syarifuddin. Pada tahun 2013, baru saya pegang,” ucap Ridwan, yang ternya pernah menjabat kuwu di desa Desa Pageraji, periode 2012-2018.

Mitos

Laiknya benda-benda yang sudah berusia ratusan tahun, Al-Qur'an peninggalan KH TB Lathifoedin pun tak lepas dari mitos. Dari cerita turun-temurun yang ia dapat, kata Ridwan, Al-Qur'an ini pernah hilang saay dibawa berlayar menuju Madura.

Baca juga: Di Kampung Balemalang Majalengka, Jumlah Bangunan Tidak Boleh Lebih dari Tujuh Unit

"Saat itu perahu yang ditumpangi oleh KH TB Lathifoedin oleng, hingga benda-benda yang ada di perahu, termasuk Al-Qur'an ini, terlempar ke luar dan hanyut ditelan ombak," kata Ridwan.

Tapi, entah kenapa, saat KH TB Lathifoedin tiba di rumah, Al-Qur'an ini ternyata sudah kembali. "Al-Qur'an  ini ternyata sudah lebih dulu berada di rumah,” ujar Ridwan.

Ridwan juga mengatakan, tak hanya Al-Qur;an, peninggalan KH TB Lathifoedin, yang masih mereka simpan dan rawat. Ada pedang, keris, tombak, dan sejumlah peralatan perang lainnya. Beberapa di antaranya juga memiliki "cerita".

Konon, kakek buyutnya dulu, ketika turun hujan deras disertai angin kencang, kata Ridwan, kerap mengeluarkan pedang dan menghunusnya di pengarangan untuk meredakan angin kencang.

Al-Quran berusia ratusan tahun di kediaman Ridwanudin Blok Pesantren Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka,
Al-Quran berusia ratusan tahun di kediaman Ridwanudin Blok Pesantren Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kadang, pedang itu juga dipergunakan untuk "menenangkan" arus sungai yang deras sehingga bisa diseberangi. "Semua itu menurut cerita leluhur. Percaya silakan, tidak juga tidak apa-apa," kata Ridwan.

Ridwan mengaku mengurus berbagai benda peninggalan leluhurnya, termasuk salinan Al-Qur'an yang dibuat KH TB Lathifoedin secara alakadarnya. Ia berharap, pemerintah bisa ikut membentu perawatannya, tanpa harus memisahkan peninggalan budaya ini dari keturunan yang selama ini merawatnya.

Al-Qur'an berusia ratusan tahun itu, kata Ridwan, masih kerap dibaca, terutama ketika hari-hari besar umat Islam.

"Benda-benda ini masih kami pergunakan setiap tahun pada tradisi haulan," kata Ridwan. "Kami akan terus merawatnya." (tribuncirebon/eki yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
288 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved