Wawancara Eksklusif

Hery Antasari: Titik Penyekatan Jalur Mudik Ditambah Tiga Kali Lipat

kami mengajak, memahamkan bahwa apabila tidak melakukan larangan mudik, maka akan lebih panjang pemulihan ekonomi ini

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari 

PEMERINTAH resmi melarang mudik Lebaran 2021 mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 demi mencegah penularan virus Covid-19, yang biasanya meningkat saat libur panjang.

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Berbagai upaya dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk mendukung hal tersebut. Berikut wawancara khusus jurnalis Tribun Jabar, Syarif Abdussalam, dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, Selasa (4/5).

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari
Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Apa saja persiapan yang sudah dilakukan oleh Dishub Jabar untuk menegakkan aturan larangan mudik ini?

Sebagaimana yang kita ketahui, tanggal 6 sampai dengan tanggal 17 kita akan melaksanakan larangan mudik. Sebulan lebih yang lalu juga kita sudah melakukan persiapan dan koordinasi dengan berbagai stakeholder, institusi, dan juga pihak-pihak yang terkait dalam mudik ini.

Secara tidak langsung kita sudah melakukan persiapan-persiapan program, anggaran sarana-prasarana, dan yang terutama adalah persiapan berkaitan dengan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat luas berbagai penyebarluasan informasi mengenai larangan mudik ini dengan segala dinamikanya. Sambil berjalan, ada beberapa tambahan aturan dan lain sebagainya. Kita terus laksanakan dengan intens baik melalui akun-akun media sosial, melalui baliho, spanduk, dan lain sebagainya, melalui media cetak, melalui media-media konvensional, jadwal televisi dan video.

Semua kita lakukan bahkan sudah sampai ke seluruh dishub di kota dan kabupaten juga sudah satu suara. Ini seperti dinyatakan pemerintah melalui satgas nasional, kita harus satu suara: tidak mudik untuk Indonesia yang lebih baik. Itu sudah kita lakukan kesiapannya termasuk personelnya.

Baca juga: Oded: Sudah Ada 191 lokasi Buruan SAE di Kota Bandung, Kang Pisman Terus Berjalan

Berapakah jumlah personel yang disiagakan, dan disiagakan di mana saja?

Jumlah personel yang kita siapkan mungkin sedikit berbeda, tapi tidak berbeda banyak dengan tahun lalu, digabungkan dengan kota dan kabupaten. Untuk Dinas Perhubungan kurang lebih 1.630 personel, bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, kota dan kabupaten, kita nge-backup, ribuan lagi yang dari Polri dan TNI.

Jumlah titik penyekatan yang ada 158 seluruh Jawa Barat. Dibandingkan tahun lalu yang mungkin tidak sampai 50, tahun ini berarti lebih banyak lagi. Oleh karenanya memang ini menjadi kerja keras yang lebih keras daripada tahun lalu dan kita akan tempatkan terutama di titik yang menjadi kewenangan langsung Dinas Perhubungan Jawa Barat dan Provinsi Jawa Barat yaitu 15 titik yang ada di Jawa Barat, 7 ada di perbatasan, sisanya itu ada di sekitarnya 8 titik.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved