Djauhari Oratmangun: Jika Dulu Teman, Sekarang Jadi Bersahabat dengan Cina

Saya keliling bikin video lihat mereka disuntik Sinovac dan lain-lain. Sekarang sudah dipakai di Indonesia  dan aman-aman saja.

Editor: adityas annas azhari
istimewa
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun 

SEKTOR ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang meraih keuntungan pada masa pandemi Covid-19. Kerja sama antara Inonesia-Tiongkok di sektor tersebut menjadi fokus utama dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sudah berkembang hingga double digit dan menempatkan posisi di atas negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura.

Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RTT), Djauhari Oratmangun secara aktif turut berupaya untuk meningkatkan kerja sama di Tiongkok termasuk di sektor ekonomi digital. Berikut wawancara eksklusif  Tribun Network dengan Djauhari Oratmangun.

Bagaimana pertumbuhan ekonomi Cina di tengah pandemi Covid-19?

Kalau perekonomian Tiongkok di kuartal I 2020 minus 6,7-6,8 persen, kuartal II naik 3,2 persen, kuartal III 4,9 persen, kuartal IV 6,7 persen, kalau tidak salah. Prediksi untuk 2021 itu di kisaran 7,5-8 persen. Itu secara umumnya. Tentu ada stimulus-stimulus dari pemerintah sehingga bisa cepat recovery. Kemudan disiplin masyarakat protokol kesehatan.

Dalam 2-3 minggu terakhir tidak ada lagi penyebaran Covid-19. Sudah sangat rendah, 14-15 provinsi bebas Covid-19. Rata-rata kasus karena imported case. Ekonomi di Tiongkok sudah bergerak. Saya melakukan roadshow untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia-Tiongkok.

Jadi kita sedang merayakan 70 tahun hubungan diplomatik yang dimulai sejak 13 April 1950.

2020 Covid-19 banyak aktivitas tertunda. Di Tiongkok sejak September sudah bebas, dan aktivitas ekonomi sudah bergerak.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun (istimewa)

Perubahan apa yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Tiongkok dalam perayaan 70 hubungan diplomatic ini?

Perayaan 70 tahun, status kita istilahnya comprehensivef strategic partnership. Jadi istilah saya, jika dulu teman, sekarang jadi bersahabat. Tentu ada perlakuan istimewa yang direfleksikan angka-angka.

Jadi kita sinergikan poros maritim, belt and road, yang kita tandatangani setelah melalui proses perundingan di tahun 2018. Itu menyangkut 4 koridor ekonomi. Pertama, koridor ekonomi di Sumatera Utara sebagai ekonomi dan bussines hub untuk Asean.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved