Hermono: TKI yang Legal hanya 704 Ribu atau 710 Ribu, yang Ilegal Bisa Tiga Kali Lipat

"kesan yang selama ini kita lihat para pengusaha Indonesia lebih nyaman di kandang sendiri karena punya market besar"

bolasport
Hermono, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia 

DUTA Besar RI untuk Malaysia, Hermono, mengungkapkan alasan urutan Malaysia lebih tinggi dari Indonesia berkaitan dengan tujuan ekspor ke negara tujuan tradisional. Menurutnya, para pengusaha Malaysia lebih agresif, sementara para pengusaha Indonesia lebih nyaman bermain di dalam negeri karena memiliki pasar besar. Berikut petikan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, dengan Dubes Hermono, Rabu (17/3).

Bagaimana pertumbuhan ekonomi Malaysia hari-hari ini dan upaya mereka mengatasi pandemi Covid-19?

Masalah Covid ini menjadi tantangan utama di Malaysia. Kalau dilihat dari jumlahnya, Malaysia tidak terlalu tinggi. Rata-rata dalam seminggu terakhir ini hampir 1.500 kasus baru. Sekarang Malaysia sudah melakukan pelonggaran-pelonggaran.

Jadi semacam perintah kontrol pergerakan lintas negeri. Ada beberapa yang sudah dibebaskan lintas provinsi. Aktivitas-aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak kembali.

Sekarang ini restoran-restoran sudah boleh menerima pelanggan meskipun dengan social distancing. Jalan sudah macet juga, mungkin sama dengan Jakarta. Tentu masalah topik ini juga berdampak perekonomian Malaysia. Statistik kuartal pertama 2021, sudah terlihat perbaikan menuju positif. Kuartal keempat 2020 sudah lebih baik dibanding kuartal ketiga dan kedua. Diyakini 2021 akan semakin membaik.

Year on year 2020-2021 ada peningkatan ekspor, di sektor apa?

Sawit. Karena mereka harus memenuhi ekspornya. Hal yang juga sedang kita dorong, promosi produk ekspor berubah. Sekarang kita minta atase perdagangan lebih targeted door to door potential importer di sini. Kita tidak tergantung pada komoditas-komoditas lama tapi demand baru. Produk-produk yang belum digarap sungguh-sungguh bisa digarap. Ini yang sedang kita kerjakan saya minta atase perdagangan untuk mengkaji atau meng-create new demand. Tidak bergantung komoditas konvensional.

Baca juga: Bisnis Batu Akik Masih Menjanjikan, Iwan Ridwan Rutin Jual Bongkahan Batu Akik Garut ke Mancanegara

Kita create new demand dan create new approach dalam memasarkan produk-produk kita di Malaysia. Kita perlu menyesuaikan cara-cara kita mempromosi. Bangun platform baru agar engaged antara UMKM kita dengan Malaysia.

Hermono, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia
Hermono, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia (tribunnews)

Penyebabnya ketidakpastian politik yang mengganggu kenyamanan investor?

Jadi dalam dua tahun terakhir perkembangan politik Malaysia sejak digantinya PM Najib, tidak ada partai yang dominan. Kalau dulu selalu UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) yang berkuasa. Sekarang kan' perdana menterinya bukan dari partai yang dominan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved