Acep Purnama: Jangan Main-main dengan Covid-19, Refocusing Anggaran untuk Pengadaan Vaksin

“Dari target 25 desa wisata, baru ada 10 desa wisata unggulan dan menyusul ada sebanyak 42 desa wisata lainnya,”

Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH MH 

PANDEMI Covid-19 membuat para kepala daerah, termasuk di Jawa Barat berpikir keras untuk mengatasinya. Terutama tentang refocusing anggaran yang sebelumnya telah dialokasikan untuk kegiatan tertentu, kini terpaksa harus dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19.

Satu dari sekian kepala daerah di Jabar yang tengah berupaya menangani pandemi Covid-19 ini adalah Bupati Kuningan Acep Purnama.

Dalam satu kesempatan, wartawan Tribun Jabar Machmud Mubarok dan Ahmad Ripai mewawancarai bupati berusia 61 tahun itu di Pendopo Bupati Kuningan, belum lama ini. Hasil wawancara dibuat dalam tiga tulisan berikut ini.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH
Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Bupati Kuningan Acep Purnama masih ingat saat pertama kali mencuat kasus Covid-19 di Indonesia setahun lalu. Saat itu pria kelahiran Kuningan 2 Juni 1959 ini baru pulang ibadah umrah. Begitu menginjakan kaki di Kuningan ia langsung mengumpulkan stakeholders terkait.

“Alhamdulillah waktu itu kami sama-sama kompak dengan semua kekuatan tenaga medis. Bersama dokter-dokter di bawah naungan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), kita melakukan rapat pertama,” kata Acep, mengenang situasi saat itu.

Baca juga: Hadiah Ulang Tahun Terindah untuk Bupati Purwakarta Adalah Puisi dari Sang Suami

Menurut Acep, hal pertama yang diputuskan adalah menetapkan arah kebijakan yang harus dipikul dan dilakukan pencegahan bersama-sama. Saat itu situasinya belum menentu, karena sebaran Covid-nya belum diketahui namun itu sebuah sinyal bahwa virusnya memang ada.

“Oleh karena itu kami percayakan kepada tenaga medis dan kami melakukan koordinasi dengan unsur Muspida. Pada waktu itu rapat dilakukan selama dua kali dalam satu bulan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama,” kata Acep.

Baca juga: Haji Aming Jadi Ketua DPD PAN Purwakarta, Wakil Bupati Itu Targetkan Satu Kursi Setiap Dapil

Perkembangan kemudian, kasus Covid-19 di Kuningan naik turun, sama seperti di daerah lain. Kuningan pun sempat masuk zona merah dan kini masuk zona kuning. Terkait data Covid-19, Acep Purnama meminta kepada jajarannya agar menyajikan sesuai fakta di lapangan.

“Pesan saya kepada jajaran, tolong sajikan apa yang terjadi di Kabupaten Kuningan, jangan main main dengan Covid-19 karena ini menyangkut hidup dan kehidupan kita,” kata ayah lima anak ini.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH
Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Menurut Acep, urusan hidup dengan Covid-19 sangat krusial karena faktanya menimbulkan banyak korban jiwa. Sementara terkait dengan kehidupan dampaknya sangat terasa dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan aspek lain dalam kehidupan masyarakat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved