Success Story

Bisnis Jasa Titip Sepi Selama Pandemi, Zara El Maulida Sukses Jadi Pengusaha Camilan Buah Kering

"Alhamdulillah dapat tawaran dari Australia dan insyaallah tahun ini ekspor ke Belgia,"

istimewa
Zara El Maulida dengan produk camilan buah kering merek Tyu yang siap diekspor 

SETIAP usaha yang dijalani dengan sabar dan tekun akan berbuah hasil yang dinantikan. Asalkan konsisten dan tidak mudah menyerah, mimpi yang didambakan akan tercapai seiring berjalannya waktu.

Hal inilah yang dirasakan Zara El Maulida, seorang pengusaha camilan dengan merek Tyu. Ia memulai usahanya ini sejak masa pandemi.

Zara menceritakan  perjalanan ia membuka usahanya ini karena ia tidak bisa lagi menjalani usaha jasa titip (jastip) dari luar negeri yang telah dijalaninya selama lima tahun.

Zara El Maulida
Zara El Maulida (istimewa)

Sebelum pandemi muncul, generasi milenial yang dikenal dengan hobi traveling ke negara lain meningkat tajam. Dari perjalanan ini lalu muncul usaha jasa titip produk luar negeri seperti makanan dan kecantikan.

Namun sejak virus corona hadir dan membuat berbagai negara menghentikan wisatawan mancanegara untuk datang, usaha yang dijalani Zara pun mati total.

"Saat itu aku stres dong karena aku suka banget jalan-jalan dan nemuin suasana baru di berbagai negara," ujar Zara kepada Tribun, Sabtu (17/4/2021).

Ia lalu untuk mendistraksi pikiran tersebut, perempuan kelahiran Bandung, 20 Oktober 1989 ini pun memiliki ide untuk membuat usaha cemilan dari buah-buahan.

Baca juga: Marshanda Nurfitria Ingin Memberikan Hal Positif bagi Perkembangan Pariwisata Purwakarta

"Aku suka manisan dan pas traveling suka nemu buah kering dan mereka nggak pake gula kaya apricot, peach, dan anggur. Pas pulang ke Indonesia kepikiran kenapa enggak bikin usaha camilan dari buah," ujar Zara

Ia pun kemudian mencoba berbagai buah tropis dari buah kering dan terbentuklah nanas, buah naga, sunkist, kiwi, dan mangga.

Zara mengatakan, untuk proses pembuatan snack Tyu memang tidaklah mudah, terutama dalam pengeringan buahnya dan tetap terasa segar.

Kesulitan yang didapatkan oleh Zara adalah proses menemukan buah yang cocok dan proses produksinya pun butuh waktu yang cukup lama.

Baca juga: Dini Fitriyah: Ini Hadiah dari Hijrah dan Perjuangan

"Pembuatannya pake pengering 15 jam dan memperhatikan supaya kualitas warna dan rasa asli buahnya itu nggak jauh beda dari aslinya," ujarnya.

Dari perjalanan membuat usaha Tyu ini, Zara pun mendaftarkan produknya di Disan Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung dan ternyata produknya mendapatkan respons yang bagus.

Bahkan untuk mengembangkan bisnisnya, Zara ikut pelatihan go export. Selain itu ia juga ikut program bisnis matching dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan ternyata membuahkan hasil.

Zara El Maulida dengan produk camilan merek Tyu
Zara El Maulida dengan produk camilan merek Tyu (istimewa)

"Alhamdulillah dapat tawaran dari Australia dan insyaallah tahun ini ekspor ke Belgia," ujarnya.

Baru menjalani usahanya kurang lebih satu tahun, Zara memberikan tips bagi para pelaku UMKM yang baru memulai.

"Jangan takut untuk mencoba hal baru dan jalanin aja. Jangan terlalu banyak khawatir dan mikir akan persaingan," ujarnya.

Baca juga: Gadis Penjual Cilok yang Bercadar di Indramayu Ini Gemar Mengajar dan Ingin Melanjutkan Kuliah

Perempuan yang mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mengatakan persaingan dalam dunia usaha pasti selalu ada, jadi jangan mengedepankan rasa takut.

Jika terus berkelut di rasa takut, justru usaha yang mau dijalani akan terhambat dan tidak akan dimulai. 

Kena Lockdown di Korea Selatan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
266 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved